Tak Terlihat tapi Mematikan, Ini Dampak Timbal pada Otak dan Ginjal Anak

Paparan timbal pada anak bisa merusak otak dan ginjal. Kenali gejala, dampak serius, dan cara mencegahnya sejak dini.

Diterbitkan 08 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paparan timbal masih menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan anak di Indonesia. Meski tidak terlihat, logam berat ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui udara, makanan, air, hingga benda sehari-hari seperti cat dan mainan. Dampaknya pun tidak main-main. Mulai dari gangguan otak hingga kerusakan ginjal yang bersifat permanen.

Dokter Spesialis Kesehatan Anak Konsultan Nefrologi Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Reza Fahlevi, Sp.A (K), menjelaskan, timbal memiliki efek merusak langsung pada sel tubuh.

"Ketika timbal masuk ke dalam tubuh, dia akan menyebabkan kerusakan sel atau cell damage. Sel-sel yang seharusnya berfungsi normal bisa terganggu, bahkan hancur," katanya dalam diskusi media bersama NGOBRAS pada Rabu, 8 April 2026.

Gangguan Serius pada Otak Anak

Salah satu organ yang paling rentan terhadap paparan timbal adalah otak. Pada tahap awal, gejala yang muncul sering kali tidak disadari, seperti sakit kepala, gangguan memori, dan penurunan konsentrasi.

Namun, jika paparan terjadi dalam jangka panjang atau dalam kadar tinggi, dampaknya bisa jauh lebih serius. "Pada kasus berat, terutama dengan paparan tinggi seperti di lingkungan industri, bisa terjadi penurunan kesadaran hingga koma," tambah Reza.

Yang lebih mengkhawatirkan, lanjut Reza, dampak ini sangat signifikan pada anak-anak. Timbal dapat menembus lapisan otak dan terakumulasi di dalamnya, sehingga mengganggu perkembangan kognitif.

"Akumulasi pada sistem saraf ini berpengaruh terhadap IQ, daya tangkap, dan konsentrasi anak. Ini yang bisa menyebabkan anak kehilangan potensi optimalnya," ujarnya.

Kondisi ini bahkan berisiko menciptakan lost generation. "Di mana anak tidak mampu mencapai kapasitas intelektual maksimal yang seharusnya," tambahnya.

Mengintai Fungsi Ginjal hingga Kronis

Selain otak, ginjal juga menjadi organ yang rentan terdampak. Timbal yang terakumulasi di ginjal akan mengganggu fungsi penyaringan racun, keseimbangan elektrolit, hingga pengaturan tekanan darah.

"Jika paparan berlangsung lama, kerusakan ginjal bisa bersifat irreversibel dan berujung pada penyakit ginjal kronik," kata Reza.

Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat ginjal memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

 

Bahaya Paparan Timbal dan Malanutrisi

Tidak hanya itu, timbal juga dapat tersimpan di tulang dan mengganggu pertumbuhan anak. Akibatnya, tinggi badan anak bisa tidak optimal. Bahkan, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

Timbal juga berkompetisi dengan penyerapan nutrisi penting seperti zat besi dan kalsium. Jika kadar timbal dalam tubuh tinggi, maka penyerapan kedua nutrisi tersebut akan terganggu.

"Padahal zat besi penting untuk kecerdasan dan mencegah anemia, sementara kalsium penting untuk pertumbuhan. Kalau ini terganggu, anak bisa mengalami malanutrisi," ujar Reza.

 

Bahaya Paparan Timbal Bisa Diturunkan dari Ibu ke Janin

Ancaman timbal bahkan bisa dimulai sejak dalam kandungan. Logam berat ini diketahui mampu menembus plasenta dan ditransfer dari ibu ke janin.

"Kalau ibu hamil terpapar timbal dalam kadar tinggi, maka janin juga bisa ikut terpapar. Ini tentu berbahaya karena sejak sebelum lahir sudah ada risiko gangguan perkembangan," kata Reza.

Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, penting bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengidentifikasi sumber paparan timbal di rumah, menjaga kebersihan, serta memastikan asupan nutrisi anak tercukupi menjadi langkah penting pencegahan.

"Pencegahan itu kunci. Pastikan lingkungan anak aman dari paparan timbal dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi agar risiko bisa diminimalkan," pungkas Reza.