Cara Mencegah Paparan Timbal pada Anak agar Tumbuh Kembang Tetap Optimal Sejak Dini

Cegah paparan timbal pada anak sejak dini dengan menjaga kebersihan, mengenali sumbernya, dan memenuhi nutrisi agar tumbuh kembang optimal.

Diterbitkan 09 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paparan timbal masih menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan anak. Zat beracun ini bisa ditemukan di lingkungan sekitar, mulai dari cat rumah, debu, hingga benda sehari-hari yang sering tidak disadari.

Jika terakumulasi dalam tubuh, timbal dapat mengganggu tumbuh kembang anak, bahkan berdampak jangka panjang pada kecerdasan dan fungsi organ.

Dokter Spesialis Kesehatan Anak Konsultan Nefrologi Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Reza Fahlevi, Sp.A (K), menjelaskan, pencegahan harus dilakukan sejak dini untuk meminimalkan risiko paparan.

"Paparan timbal bisa berdampak pada berbagai organ, terutama otak, ginjal, dan sistem saraf. Pada anak, efeknya bisa lebih serius karena dapat menurunkan IQ, konsentrasi, dan kemampuan belajar," ujar Reza dalam diskusi media bersama NGOBRAS pada Rabu, 8 April 2026.

Kenali Sumber Paparan Timbal di Sekitar Anak

Menurut Reza, langkah pertama dalam mencegah paparan timbal adalah mengenali sumbernya. Timbal bisa berasal dari cat rumah lama, debu lingkungan, asap pembakaran, baterai bekas, hingga beberapa produk seperti mainan dan kosmetik.

Menurut Reza, orang tua perlu lebih teliti terhadap lingkungan tempat anak beraktivitas. "Identifikasi sumber timbal di rumah sangat penting, misalnya dari cat dinding atau benda yang mengandung logam berat. Ini sering tidak disadari, padahal dampaknya besar," ujarnya.

Terapkan Kebiasaan Hidup Bersih

Kebersihan menjadi kunci penting dalam mencegah paparan timbal. Anak-anak rentan terpapar karena sering memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.

Orang tua disarankan untuk rutin membersihkan rumah dari debu, mencuci tangan anak sebelum makan, serta memastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi bersih.

"Hal sederhana seperti cuci tangan dan menjaga kebersihan rumah dapat mengurangi risiko paparan timbal secara signifikan," ujar Reza.

Paparan timbal tidak hanya berasal dari lingkungan rumah tapi juga bisa terbawa dari luar, terutama bagi orang tua yang bekerja di lingkungan industri.

Reza mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri sebelum berinteraksi dengan anak. "Jika orang tua bekerja di area berisiko, sebaiknya mandi dan mengganti pakaian sebelum kontak dengan anak, karena partikel timbal bisa menempel pada pakaian," tambahnya.

 

Pastikan Nutrisi Anak Tercukupi

Asupan nutrisi yang cukup juga berperan dalam melindungi tubuh anak dari paparan timbal. Nutrisi seperti zat besi, kalsium, dan vitamin C diketahui dapat membantu mengurangi penyerapan timbal dalam tubuh.

"Timbal bersaing dengan zat besi dan kalsium dalam proses penyerapan. Jika kebutuhan nutrisi anak terpenuhi, maka penyerapan timbal bisa ditekan," ujar Reza.

Kekurangan nutrisi justru membuat tubuh lebih mudah menyerap timbal, yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Paparan timbal tidak selalu menunjukkan gejala langsung. Namun, dalam jangka panjang, dampaknya bisa sangat serius, mulai dari gangguan ginjal, masalah pertumbuhan, hingga penurunan kemampuan kognitif.

Pada anak, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan learning gap atau kesenjangan kemampuan belajar dibandingkan anak seusianya.

"Ini yang perlu menjadi perhatian bersama. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia," ujar Reza.

Paparan timbal pada anak sebenarnya dapat dicegah dengan langkah sederhana tapi konsisten. Mulai dari menjaga kebersihan, memastikan lingkungan aman, hingga memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.

Dengan kesadaran dan tindakan sejak dini, risiko paparan timbal bisa ditekan, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Pencegahan harus dimulai dari rumah. Peran orang tua sangat besar dalam melindungi anak dari paparan zat berbahaya seperti timbal," pungkas Reza.