Saraf Kejepit Jangan Diremehkan, Bila Dibiarkan Bisa Hambat Aktivitas

Jangan anggap sepele saraf kejepit. Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan hantaran listrik sistem saraf dari otak ataupun sebaliknya.

Diterbitkan 25 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Saraf kejepit kerap kali dianggap remeh dan dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Padahal seharusnya segera ditangani.

Menurut dokter spesialis bedah saraf tulang belakang Farid Yudoyono, saraf kejepit menyebabkan penurunan hantaran listrik sistem saraf dari otak ataupun sebaliknya.

"Saraf kejepit adalah salah satu penyakit yang terjadi karena kerusakan saraf akibat tekanan, baik tekanan tidak secara langsung maupun secara langsung. Gejala biasanya diawali dengan kesemutan, otot paha dan kaki menjadi lemah, rasa nyeri yang sangat hebat di pinggang yang menjalar menuju tumit mengikuti alur syaraf," ujar Farid dalam keterangannya di laman Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Farid menjelaskan serabut saraf adalah jalinan serat-serat yang menghubungkan organ tubuh dengan otak, sumsum tulang belakang serta sistem saraf lainnya.

Jaringan saraf dan sel-sel yang bertugas membawa pesan dari dan menuju otak serta sumsum tulang belakang ke seluruh bagian tubuh.

"Saraf manusia ini seperti jalinan kawat elektrik atau pipa air yang membawa informasi dari otak menuju seluruh bagian tubuh dan sebaliknya," ungkap Farid.

Farid menyebutkan jika terjadi jepitan pada saraf yang menyebabkan kerusakan atau luka, maka saraf tidak dapat melaksanakan fungsi penghantaran impuls dengan baik.

Penyebab saraf kejepit dapat berbeda-beda, tapi secara umum terjadi di tiga sektor tubuh:

1. Saraf Kejepit pada Leher dan Pinggang Bawah

Saraf kejepit pada bagian leher atau pinggang bawah dapat disebabkan oleh penonjolan cakram sendi (bone spurs, arthritis) atau penyempitan spine (Spinal Stenosis), yaitu penyempitan yang terjadi pada bagian lubang atau kolom tulang belakang.

Dikenal suatu penyakit yang sering didapatkan karena proses penuaan dini, yaitu Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Pada HNP terjadi penonjolan bantalan cakram antar ruas tulang belakang. HNP menjadi penyebab tersering kelumpuhan tungkai bawah.

2. Saraf Kejepit pada Pergelangan Tangan dan Siku

Saraf kejepit pada pergelangan tangan dapat disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Pada carpal tunnel syndrome, terjadi kompresi atau penekanan pada bagian saraf median pada saat melewati jaringan yang terbatas di pergelangan. Cubital tunnel syndrome merupakan keadaan serupa yang disebabkan kompresi saraf ulnar pada siku. Saraf kejepit pada bagian pergelangan tangan dan siku banyak dialami oleh penderita diabetes dan orang-orang yang dalam kesehariannya banyak menggunakan keyboard komputer atau laptop.

3. Penyebab Lain Saraf Kejepit

Pembengkakan di sekitar saraf,dapat disebabkan oleh trauma, luka, serta kondisi-kondisi lain tak terkecuali pembengkakan anggota tubuh saat kehamilan. Faktor genetis dan keturunan juga dapat memicu timbulnya penyakit saraf kejepit.

 

Gejala Saraf Kejepit

 

Farid menuturkan gejala saraf kejepit dapat berbeda-beda, tergantung di lokasi mana penjepitan saraf tersebut terjadi.

Masing-masing saraf bertugas atas pengiriman pesan atau informasi dari dan menuju bagian-bagian spesifik dari tubuh.

1. Gejala umum saraf kejepit :-

  • Nyeri dan atau nyeri menjalar
  • Kaku otot
  • Kesemutan
  • Mati rasa
  • Kelemahan otot sepanjang jalur saraf

2. Gejala sesuai lokasi

Seorang dokter dapat mengidentifikasi bagian saraf mana yang terjepit dengan berdasarkan bagian tubuh mana yang terasa sakit akibat saraf kejepit tersebut.

- Saraf kejepit yang terjadi pada leher dapat menimbulkan rasa nyeri yang disertai gejala serupa pada bagian lengan.

- Saraf kejepit yang terjadi pada bagian punggung bawah mengakibatkan nyeri serta kaku punggung dengan gejala sampai menuruni tungkai.

- Saraf kejepit pada bagian pergelangan tangan dapat langsung mempengaruhi jari tengah, jari telunjuk, ataupun ibu jari.

- Saraf kejepit pada bagian pergelangan tangan juga dapat mengakibatkan melemahnya kekuatan menggenggam seseorang.

- Sementara saraf kejepit yang terjadi pada siku dapat berdampak pada bagian jari tangan keempat, jari tangan kelingking serta bagian lengan bawah.

 

Segera Lakukan Pengobatan

Farid menegaskan kondisi berbahaya dapat terjadi jika syaraf kejepit tidak segera diobati. Ada dua bahaya yang mengintai saat syaraf kejepit tidak diobati, antara lain:

1. Terganggunya kompleksitas dari jaringan saraf

Seseorang tidak bisa membedakan suhu panas dan dingin, rasa senang dan rasa sakit, mati rasa, nyeri dan kelemahan. Jika kondisi ini diabaikan atau tidak segera diobati, dapat terjadi luka bakar atau bahaya trauma lainnya karena pasien tidak merasa nyeri ketika bersentuhan dengan benda yang panas atau berbahaya.

2. Kerusakan jaringan saraf menetap

Jika kondisi ini terabaikan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf menetap. Kerusakan saraf ini bisa mengakibatkan hilangnya koordinasi fisik dan keseimbangan serta sensitivitas yang ekstrim pada semua jenis kontak fisik. Gejala yang dirasakan pasien dapat berupa kelumpuhan lengan atau tungkai, hilangnya kemampuan mengontrol keinginan berkemih atau buang air besar, impotensi.

"Sebagian besar saraf kejepit tidak perlu operasi jika dilakukan pencegahan sedini mungkin," terang Farid.

Farid mengatakan mendiagnosis seseorang mengalami syaraf kejepit dapat diketahui dengan gejala umum yang dirasakan seperti nyeri, kesemutan, kelemahan, mati rasa dan lainnya.

Kemudian, ucap Farid, diketahuinya lokasi yang paling hebat dirasakan gejala umum tadi. Tidak lupa pentingnya mengenal pekerjaan dan bagaimana kebiasaan pasien melakukan pekerjaan sehari hari.

"Riwayat keluarga yang mengalami hal yang sama," ucap Farid.

 

Sistem Saraf Manusia

Saraf terbagi atas tiga kelompok:

1. Saraf Sensorik

Saraf sensorik bertugas menghantar impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat yang terdiri atas otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis).

2. Saraf Motorik

Saraf motorik bertugas mengirim impuls yang berasal dari sistem saraf pusat menuju otot atau kelenjar yang hasilnya berupa respon tubuh terhadap rangsangan, yang dikenal dengan istilah iritabilita.

3. Saraf Intermediet

Saraf intermediet ini juga dikenal dengan nama saraf asosiasi, ditemukan pada sistem saraf pusat. Saraf ini bertugas menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensor atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang terdapat pada sistem saraf pusat