Menu Buka Puasa Bagi Pasien Diabetes, Dokter Endokrin: Yang Manis Boleh tapi Sedikit

Pasien diabetes bisa berpuasa tapi menu buka tidak boleh terlalu banyak yang manis-manis.

Diterbitkan 25 Februari 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menu buka puasa bagi pasien diabetes perlu direncanakan dengan cermat agar kadar gula darah tetap terkontrol. Sebagian pasien diabetes ingin berbuka puasa dengan yang manis tapi ada rasa takut gula darah melonjak.

Lalu, boleh atau tidak pasien diabetes berbuka dengan makanan atau minuman yang manis? Dokter spesialis penyakit dalam sub endokrin metabolik Ali Baswedan saat buka puasa awali dengan minum air putih secukupnya. Lalu boleh makan atau minum yang manis-manis tapi sedikit saja.

"Tapi yang manis-manis, memang dianjurkan pada saat buka itu yang manis dianjurkan tapi sedikit saja porsinya,” jelas Ali mengutip laman resmi UGM.

Sebelum mengonsumsi minuman manis, awali bukapuasa dengan air putih secukupnya. Kemudian sebelum tarawih sudah diperbolehkan untuk makan nasi serta lauk pauk serta sayur. Selepas tarawih mengonsumsi snack atau camilan.

Menu Sahur

Menu sahur pasien diabetes disarankan mengonsumsi makanan berkarbohidrat kompleks, seperti beras merah, roti gandum, atau oatmeal.

Pastikan juga mengonsumsi protein seperti dada ayam, ikan, atau telur. Wajib juga ada sayur-sayuran untuk menu sahur. Tak ketinggalan air putih saat sahur secukupnya.

Pasien Diabetes Puasa Harus dengan Rekomendasi Dokter

Ali mengatakan penderita diabetes tetap diperbolehkan untuk berpuasa, asal dengan dua syarat. Pertama, jika ingin berpuasa, penderita diabetes wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Artinya harus ada izin dari dokter karena itu penting. Dokter lah yang dapat menentukan dapat berpuasa atau tidak,” jelas dokter yang sehari-hari praktik di RSA UGM Yogyakarta.

Kedua adalah tidak boleh melewatkan sahur dan saat berbuka tidak boleh mengonsumsi makan dan minum berlebihan.

Tidak Semua Pasien Diabetes Boleh Puasa

Ali menegaskan tidak semua pasien diabetes diperbolehkan untuk puasa. Mereka yang diizinkan untuk menjalani ibadah tersebut harus tidak memiliki komplikasi penyakit yang berat, seperti tidak ada luka dan mengalami infeksi paru yang sedang aktif.

Kemudian tidak sedang berada pada posisi gula darah yang melonjak atau tidak dalam fase sakit yang akut.Jika pasien sedang mengalami batuk, pilek, demam, atau luka di kakinya tidak perlu memaksakan diri untuk berpuasa.

Namun, ia menegaskan bahwa diperbolehkan atau tidak kembali lagi dari izin dokter.

“Nanti yang menentukan boleh puasa atau tidak itu dari dokter, karena dokter itu punya riwayatnya,” terangnya.