Liputan6.com, Bandung - Penyakit diabetes kerap dikaitkan dengan seluruh menu makanannya terdapat pembatasan. Baik dengan takaran maupun ditimbang terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Banyaknya informasi kurang tepat itu, cenderung membuat pasien penyakit diabetes tidak bisa mengonsumsi makanan enak yang aman. Menurut ahli gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi, Lina S. Inayah saat seseorang terkena diabetes maka tubuh mengalami gangguan dalam meregulasi atau mengatur kadar gula dalam tubuhnya.
"Jadi si tubuh ini tidak bisa secara efektif menggunakan gula dari makanan untuk diubah menjadi sumber energi atau sumber tenaga. Nah, hal ini tuh bisa diakibatkan karena kurangnya hormon insulin kayak diabetes tipe 1 atau karena insulinnya enggak sensitif kayak diabetes tipe 2," ujar Lina di acara Ngobrol Sehat RSUD Cibabat Cimahi ditulis Bandung, Jumat (27/2/2026).
Advertisement
Lina menjelaskan akibat hormon insulin bekerja tidak maksimal, sehingga kadar gula darah dalam tubuh pasien diabetes lebih tinggi daripada normal. Penyakit ini berkaitan erat dengan makanan yang dikonsumsi.
Saat mengonsumsi makanan setiap zat gizi yang ada didalamnya akan diserap dan diubah oleh tubuh untuk kemudian digunakan. Seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
"Nah, untuk si karbohidrat ini biasanya diubah menjadi gula. Otomatis kalau kita misalnya makan karbohidratnya lebih tinggi, gula yang dihasilkan oleh tubuh juga menjadi tinggi. Jadi memang kaitannya asupannya berlebih, gula darah juga bisa lebih," kata Lina.
Namun tidak hanya karbohidrat, saat mengonsumsi kalori dalam jumlah banyak (surplus kalori)maka akan disimpan sama tubuh menjadi cadangan lemak. Cadangan lemak yang disimpan dalam tubuh tersebut dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan berat badan menjadi naik.
Adanya peningkatan berat badan ini memicu menurunnya sensitivitas hormon insulin. Saat kondisi menurun tersebut bisa mengakibatkan porsi gula darah tinggi atau kerap disebut diabetes.
"Jadi memang kaitannya erat sekali antara makan dan kadar gula," ungkap Lina.
Â
Pasien Diabetes Boleh Mengonsumsi Nasi tapi Ada Catatannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4911798/original/011780700_1723022937-pexels-christian-dala-651910440-20527110.jpg)
Lina mengatakan banyak persoalan makanan ini kerap menjadi ditanyakan pasien diabetes. Apalagi soal mitos pasien diabetes tidak boleh mengonsumsi nasi putih. Lina mengakui bahwa pertanyaan itu sering dilontarkan oleh pasien rawat inap di rumah sakit.
Pertanyaan itu keluar usai menu makanan di rumah sakit terdapat menu nasi putih. Sementara informasi yang diperoleh pasien secara awam, penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsinya.
"Jadi sebetulnya kurang tepat kalau misalnya pasien diabetes itu tidak boleh sama sekali mengonsumsi nasi. Jadi nasi, apalagi nasi putih memang indeks glikemiknya tinggi. Nasi putih tetap boleh dikonsumsi dengan catatan," ujar Lina.
Catatannya jika nasi putih dikonsumsi dengan porsi atau jumlah yang tepat, itu cenderung aman. Catatan yang kedua adalah nasi putih ini harus dikompensasikan atau dikonsumsi bersamaan dengan sumber protein atau sumber lemak dan serat.
Saat penderita diabetes mengkonsumsi makanan nasi putih diwajibkan bersamaan dengan lauk yang lain. Hal itu akan membantu pelepasan gula darah yang tidak mendadak langsung tinggi.
"Jadi kuncinya di situ. Kita makan nasi putihnya sama apa gitu. Kalau misalnya kayak ada lauk hewaninya, lauk nabatinya apalagi ada sayurnya itu cenderung aman gitu. Tapi itu tadi jangan lupa jumlahnya berapa, jangan berlebih juga," beber Lina.
Namun terkadang orang sebut Lina, lebih takut makan nasi putih tapi mengonsumsi gorengan. Padahal seperti diketahui gorengan itu terbuat dari karbohidrat yang juga bisa meningkatkan gula darah jika dimakannya terlalu banyak.
Â
Advertisement
Pilih Buah dengan Kadar Glikemik Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878087/original/027138900_1719566267-IMG_2916.jpeg)
Sementara orang dengan diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan, syaratnya dengan indeks glikemiknya yang rendah. Jadi pada saat dikonsumsi tidak langsung menaikkan kadar gula darah.
"Contohnya apa? Contohnya adalah apel kalau enggak pir, kalau enggak jeruk atau misalnya alpukat. Hindari buah-buahan yang mempunyai indeks glikemik tinggi kayak misalnya mangga, pisang atau anggur," tutur Lina.
Lina menyarankan seluruh buah dengan indeks glikemiknya yang rendah tersebut sebaiknya dikonsumsi secara utuh. Artinya, tidak diolah terlebih dahulu seperti di jus.
Sebab ucap Lina, acap kali buah yang diolah dengan di jus akan ditambah dengan gula dan cairan kental manis. Hal itu malahan sebut Lina dapat mempertinggi kadar gula dalam tubuh secara tetiba.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
![Manfaat Plant-Forward Diet [Dok/freepik.com]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Xf62VI63ZGC31alZUZ8P4zUDe2Y=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360022/original/091534000_1758696916-high-angle-plate-with-keto-diet-food-nuts-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316263/original/023764600_1785919066-IMG_20260804_144353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315655/original/084357100_1785847807-IMG_20260804_144818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315520/original/015626300_1785839283-IMG_20260804_131907.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143503/original/050417500_1740541323-diabetes-3426247_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441401/original/072207200_1619532374-Ilustrasi_pembekuan_lemak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298678/original/030095500_1784179616-Ilustrasi_Ramen__Makan_Ramen__Ramen_Korea__Mi_Ramen_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280563/original/043936100_1752231994-Diabetes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688850/original/076075000_1702775467-obat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288377/original/037473300_1783315734-Prof._dr._Dante_Saksono_Harbuwono__Sp.PD-KEMD__Ph.D.__Ketua_Himpunan_Studi_Obesitas_Indonesia__HISOBI___3_.jpg)