Jalani Puasa Ramadan dengan Tepat, Peluang Kehamilan Bisa Meningkat

Manfaat puasa Ramadan ternyata bisa meningkatkan peluang kehamilan terutama pada perempuan yagn PCOS.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ramadan bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan secara umum tapi ternyata bisa mendukung kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki. Kondisi ini meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.

Manfaat tersebut bisa didapatkan bila suami dan istri menjalani puasa dengan cara yang sehat. Termasuk asupan nutrisi yang tepat saat buka dan sahur seperti disampaikan dokter obstetri dan ginekologi Ganot Sumulyo dari Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University.

Ganot mengatakan puasa dapat membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron serta mendukung proses ovulasi yang lebih sehat melalui penurunan resistensi insulin. Kondisi ini sangat bermanfaat bagi perempuan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS).

“Puasa, khususnya puasa intermiten atau puasa Ramadan, dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi penderita PCOS, seperti membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi lebih stabil,” jelas Ganot mengutip laman IPB.

Kadar insulin yang tinggi dapat memicu ovarium memproduksi androgen atau hormon testosteron secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat memperparah gejala PCOS dan mengganggu ovulasi.

“Puasa juga dapat menurunkan kadar luteinizing hormone (LH) dan androgen, serta membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron yang dapat memperbaiki siklus menstruasi dan mendukung ovulasi yang lebih teratur,” ungkap Ganot.

 

Manfaat Puasa Ramadan untuk Kesehatan Reproduksi Pria

Puasa juga berdampak positif terhadap kesehatan reproduksi pria, terutama pada mereka yang mengalami obesitas, resistensi insulin, atau kadar testosteron rendah. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kecukupan nutrisi selama berpuasa.

“Yang penting adalah menjaga asupan protein, lemak sehat, serta mikronutrien seperti zinc dan vitamin D saat puasa,” ujarnya.

Bagi pria dengan gangguan kualitas sperma, Ganot menyarankan untuk menghindari rokok, alkohol, makanan bakaran, serta stres kronis yang dapat mengganggu proses spermatogenesis.

 

Menu Sahur dan Buka Puasa Bagi Pasangan yang Promil di Bulan Puasa

Pasangan yang sedang menjalani promil saat puasa agar membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

“Makanan berlemak seperti gorengan, gula berlebih, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi perlu dihindari karena dapat menurunkan kualitas sperma,” paparnya.

Ganot merekomendasikan pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas sperma dan ovulasi, antara lain:

  • protein berkualitas tinggi seperti daging tanpa lemak, ikan berlemak, telur, tahu, dan tempe
  • lemak sehat seperti omega-3, minyak zaitun extra virgin, dan alpukat
  • karbohidrat kompleks seperti oat, quinoa, dan beras merah
  • sayur dan buah kaya antioksidan, sumber zinc dan folat, selenium, CoQ10, serta
  • susu dan produk fermentasi seperti yogurt, kefir, dan tempe.
  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • Kehamilan
  • Peluang Kehamilan
  • health