Tanpa Disadari, Benda-Benda Ini Bisa Jadi Perantara Penularan Pneumonia

Penularan pneumonia bisa terjadi lewat benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu, saklar lampu, hingga mainan anak-anak.

Diterbitkan 11 November 2025, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang bisa disebabkan oleh berbagai jenis kuman, salah satunya bakteri Streptococcus pneumoniae. 

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, meski anak-anak cenderung lebih rentan.

Gejala pneumonia umumnya meliputi demam, kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk, sakit kepala, menurunnya nafsu makan, serta rasa lemas dan lesu. 

Dokter spesialis anak Kanya Ayu Paramastri mengatakan penularan pneumonia bisa sangat mudah, penting untuk memahami bagaimana penyakit ini menyebar, terutama dari hal-hal yang sering kita sentuh setiap hari. Mulai dari percik remik, percikan halus yang keluar dari hidung atau mulut saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan saat berbicara dan bernyanyi.

“Sekali kita bersin, virus, bakteri, pokoknya semua kuman dari hidung dan itu tuh bisa traveling sampai sekian meter ke depan. Jadi penularannya itu sangat mudah sekali,” jelas Kanya dalam kegiatan Media Session World Pneumonia Day 2025 “Unlocking Every Breath: Together Against Pneumonia”, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Selain itu, Kanya juga mengingatkan, menyentuh benda yang sama dengan orang yang terinfeksi dapat menjadi jalur penularan yang sering tidak disadari. 

“Menyentuh benda yang sama. Perlawanan dari orang yang terinfeksi menyentuh satu benda, sehingga orang lain menyentuh benda tersebut, terus menyentuh dirinya,” katanya.

Tanpa Disadari 2 Benda Ini Jadi Sumber Penularan Pneumonia

Dari sekian banyak benda di sekitar, ternyata ada dua yang paling sering menjadi tempat berpindahnya kuman penyebab penyakit. 

“Ada dua benda yang selalu kita sentuh tanpa kita sadari bahwa itu menjadi penular penyakit apapun terbanyak, dua, gagang pintu, saklar lampu,” ungkapnya.

Kedua benda ini memang sering disentuh banyak orang setiap hari, baik di rumah, sekolah, kantor, maupun tempat umum lainnya. 

Kuman yang menempel di permukaan bisa berpindah dari satu tangan ke tangan lain, lalu masuk ke tubuh saat seseorang tanpa sadar menyentuh mulut atau hidungnya.

Di lingkungan sekolah atau tempat bermain anak-anak, risiko penularan bahkan bisa lebih tinggi. Mainan, meja, dan kursi yang digunakan bersama juga dapat menjadi media penyebaran kuman. 

Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan anak untuk mencuci tangan setelah bermain menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.

Menjaga Kebersihan dan Mencegah Penularan

Penularan pneumonia biasanya terjadi melalui cairan yang mengandung kuman di udara saat seseorang batuk atau bersin, serta melalui benda yang disentuh bersama. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan dari kebiasaan sehari-hari.

Etika batuk dan bersin, memakai masker, serta berhati-hati dalam menyentuh benda di tempat umum adalah langkah dasar yang sangat penting. 

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah pneumonia. 

Selain vaksinasi, langkah pencegahan lainnya meliputi mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air, menjaga pola hidup sehat dengan tidak merokok, berolahraga teratur, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit juga menjadi bagian penting dari pencegahan pneumonia.