Sukses

Meditasi Menarik Cinta Belum Tentu Bikin Gebetan Tergila-gila, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda pernah mendengar meditasi love attraction yang diklaim mampu "menarik" jodoh yang diinginkan, mungkin selama ini ada salah kaprah dalam pengertian serta praktiknya. Karena, pasangan yang akan datang mungkin saja bukan gebetan atau orang yang disukai saat ini.

Praktisi meditasi Cindy Gozali mengatakan, emosi kita seperti magnet. Sehingga, kita menarik semua yang dirasakan. Namun, dalam hal meditasi love attraction, kita juga menghormati keinginan orang lain.

"Kita bisa mengirimkan cinta kasih. Tetapi kalau love attraction yang benar, kita juga menghormati keinginan orang lain," kata Cindy yang juga Managing Director dari The Golden Space Indonesia ini kepada Health Liputan6.com beberapa waktu lalu di Jakarta. Ditulis Minggu (11/11/2018).

"Jadi kalau kita suka sama orang terus kita memang bisa mengharapkan orang itu suka balik. Tapi orang itu kan juga mempunyai kebebasan untuk memilih. Kita belajar untuk menghormati itu," ujar Cindy.

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tidak Terpaku di Satu Orang

Cindy mengatakan, jika kita ingin memiliki pasangan yang ideal, sebaiknya tidak terpaku di satu orang saja. Namun, kita harus memfokuskan diri pada karakter dari pasangan yang diinginkan.

"Jadi kita mau-nya orang yang seperti apa. (Misalnya) saya mau pasangan yang bahagia, mau yang tanggung jawab, jadi terserah kita maunya apa," papar Cindy.

Selama ini, banyak orang salah dalam memahami teknik meditasi yang bisa dianggap mampu menarik pasangan. Hal tersebut dikarenakan kita sering terpaku pada satu orang saja.

"Mungkin Tuhan punya rencana yang lebih baik sama kita. Tapi karena kita maunya hanya dengan orang ini, kita jadi tidak dapat yang terbaik," ujar Cindy.

"Love attraction itu kan bekerja dengan memanifestasi emosi kita," tambahnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jangan Pendam Emosi Negatif, Ini Penyakit yang Bisa Ditimbulkan