Sukses

Ekspresi Leo, Pasien OCA Anak Saat Pertama Kali Melihat

Liputan6.com, Jakarta Tawa Leopold Wilbur Reppond kembali terdengar kala sang ibu memakaikan ia kacamata berwarna biru. Sejak didiagnosis menderita gangguan langka berupa oculocutaneous albinisme, Leo yang masih berumur empat bulan tak dapat melihat sama sekali.

Leo lahir dengan Oculocutaneous albinisme (OCA), kondisi yang memengaruhi warna rambut, kulit, dan kesehatan mata sehingga pasien tidak dapat melihat dengan baik. Kondisi ini telah memengaruhi 20.000 orang anak di AS, salah satunya adalah Leo, putra Leo David (39) dan Erin (35) dari Seattle, Washington, Amerika Serikat.

"Saya tak dapat menahan emosi yang begitu menyentuh ini. Anda tidak dapat mengantisipasi ketika sesuatu terjadi seperti ini. Ini sangat mengharukan," kata Leo David dikutip dari Daily Mail, Sabtu (9/4/2016).

Kacamata khusus buatan perusahaan kacamata di AS, Miraflex, yang kini dikenakan Leo adalah pemberian dokter spesialis mata anak dari Los Angeles, Kenneth Wright. Kacamata itu menggunakan lensa normal tapi terbuat dari karet dan tidak memiliki sekrup dan engsel yang aman dipakai anak-anak seusia Leo.

Erin hanya berkata, "Hai, sayang," sambil memandangi sang buah hati yang terlihat menggemaskan dengan kacamata itu.

Butuh waktu bagi Leo untuk beradaptasi dengan kacamata itu. Baik Erin dan Leo David berusaha meletakkan kacamata di posisi yang pas agar Leo merasa nyaman.

"Dia bisa melihat kami sekarang. Dia mulai melihat benda-benda yang ada di depannya untuk pertama kali," kata Leo yang berencana meletakkan jenggot di pipi sebelah kanan sang anak untuk melatih sensorik Leo.

Namun, perjuangan Leo dan istri tak berhenti sampai di sini. Sebab, orang dengan OCA menghadapi kondisi yang cukup parah di kemudian hari. Leo berisiko mengalami kanker dan melanoma karena kulitnya yang putih.

Karena pigmen dan iris rentan menghilang dari mata pasien OCA, Leo juga berisiko mengalami gangguan penglihatan dan kepekaan terhadap cahaya.