Sukses

Unggah Foto Anak di Sosmed, Apa Bahayanya?

Liputan6.com, New York Berbagi segala sesuatu tentang si buah hati ke media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram merupakan hal biasa yang dilakukan orangtua masa kini. Namun, berdasarkan hasil jajak pendapat University of Michigan C.S. Mott Children’s Hospital, banyak orangtua juga menganggap ini berlebihan.

Sekitar 75 persen orangtua yang terlibat dalam jajak pendapat ini merasa para orangtua yang mereka temui di media sosial terlalu kerap berbagi cerita memalukan, bahkan gambar tidak pantas serta informasi yang sifatnya pribadi seperti alamat rumah. Ini jelas memunculkan kekhawatiran. Saat anak-anak besar, mereka akan malu atas perbuatan ortu mereka di Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya.

Selain itu, ilmuwan Departemen Kesehatan Anak dari dari University Michigan, Sarah Clark mengingatkan orangtua untuk menjaga privasi anak. "Kami tidak melarang berbagi pengalaman parenting, namun unggahlah cerita maupun foto dengan cara bijaksana. Atur mana yang baik," terang Clark.

Tak dimungkiri, keberadaan media sosial membuat para ortu muda terbantu. Hampir 70 persen orangtua yang terlibat dalam penelitian menggunakan sosial media untuk mendapat saran dari orangtua lain. 62 persen orangtua merasa kekhawatiran mereka berkurang setelah menggunggah kegelisahan dan mendapat jawaban dari ortu lain.

"Media sosial membuat orangtua saling terhubung. Meski tidak menjawab semua pertanyaan, tapi Anda juga bisa mendapatkan tips dari orangtua lain," jelas Clark seperti dilansir NY Daily News, Rabu (18/3/2015).

 

BERANI BERUBAH: Soto Gratis Warga Isoman