Indonesia-China Gelar 2 Pertemuan Strategis di Jakarta

Dua pertemuan strategis Indonesia-China, Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) dan 2+2, digelar di Jakarta.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan China akan memperkuat hubungan bilateral melalui pertemuan Dialog Strategis Komprehensif atau Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) yang digelar di Jakarta. Pertemuan tersebut akan berlangsung bersamaan dengan Pertemuan 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Adapun pertemuan CSD akan dilakukan besok Jumat (21/8/2026), pagi di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Sedangkan Pertemuan 2+2 akan digelar pada sore harinya.

Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri Arifianto Sofiyanto mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting karena merupakan CSD pertama yang dilakukan Indonesia dengan negara lain.

“Ini merupakan pertemuan pendana Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) antara Indonesia dan RRT, dan juga merupakan pertemuan CSD Indonesia pertama dengan negara lain,” kata Arifianto di kantor Kemlu, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, Indonesia sebelumnya telah memiliki sejumlah kesepakatan dengan negara lain untuk membentuk CSD. Namun, kesepakatan pertama yang diwujudkan adalah dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kesepakatan tersebut dicapai saat Menteri Luar Negeri Indonesia melakukan kunjungan ke Beijing pada tahun lalu. Pertemuan kali ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke China pada November 2024.

“Ini jadi merupakan tindak lanjut dari dua kunjungan penting tersebut,” ujar Arifianto.

 

 

 

 

Pilar Kemitraan Indonesia-China

Arifianto menjelaskan CSD merupakan dialog di tingkat strategis dengan negara mitra yang memiliki hubungan Comprehensive Strategic Partnership dengan Indonesia.

Namun, tidak semua negara yang memiliki status tersebut secara otomatis menjalankan CSD. Menurut dia, forum ini diperuntukkan bagi negara-negara yang dipandang memiliki kemitraan secara komprehensif dan strategis dengan Indonesia, salah satunya China.

Dalam hubungan dengan China, Indonesia memiliki lima pilar kerja sama. Kelima pilar tersebut mencakup politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, serta keamanan.

Kelima pilar tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam CSD. Namun, bobot pembahasannya dapat berbeda sesuai kesepakatan kedua negara.

Untuk CSD kali ini, Indonesia dan China sepakat memberikan perhatian lebih besar pada kemitraan ekonomi.

“Untuk pembahasan CSD kali ini, disepakati akan mengutamakan pada kemitraan ekonomi,” kata Arifianto.

Dia menambahkan, mekanisme atau pembahasan lebih lanjut dalam CSD juga akan ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Untuk mendukung pembahasan CSD, delegasi China juga akan melibatkan sejumlah pejabat di bidang ekonomi, termasuk pejabat setingkat wakil menteri (wamen).

“Untuk CSD kali ini, pihak RRT, dia juga didampingi oleh sejumlah setingkat wamen dan pejabat di level ekonomi,” katanya.

Indonesia juga tengah mengundang wakil-wakil menteri di bidang ekonomi untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Para pejabat tersebut akan menjadi counterpart atau mitra pembahasan bagi wakil menteri dari China.

 

 

Pertemuan 2+2 Fokus Pertahanan dan Keamanan

Selain CSD, Indonesia dan China juga akan menggelar pertemuan 2+2. Arifianto mengatakan pertemuan tersebut merupakan pertemuan kedua antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

Pertemuan CSD dan 2+2 sengaja digelar secara berurutan atau back-to-back. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan keterbatasan waktu para menteri dari kedua negara.

“Memang kita coba supaya akan terus secara back-to-back mengingat availability dari keempat menteri ini sangat sulit,” kata Arifianto.

Menurut dia, pola tersebut diharapkan dapat membuat pertemuan berjalan lebih efisien sehingga keempat menteri dapat bertemu tanpa harus memisahkan pelaksanaan CSD dan pertemuan 2+2.

“Sehingga ketika kita coba berupaya untuk seefisien mungkin agar keempat menteri ini dapat bertemu tanpa harus memisahkan antara CSD dengan 2+2,” ujarnya.

Sementara itu, agenda 2+2 akan lebih diarahkan pada isu politik, pertahanan, dan keamanan. Fokus tersebut sesuai dengan format pertemuan yang mempertemukan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara.

“Lalu untuk yang 2+2, ini akan lebih membahas sebagaimana 2+2 lainnya, lebih kepada politik pertahanan dan keamanan, karena memang sesuai namanya, joint foreign and defense ministry meeting, jadi memang fokusnya di sana,” ujar Arifianto.

Dengan format tersebut, CSD Indonesia-China diharapkan menjadi forum untuk membahas hubungan kedua negara secara lebih luas, terutama dalam memperkuat kemitraan ekonomi, sementara pertemuan 2+2 memberikan ruang bagi pembahasan di bidang politik, pertahanan, dan keamanan.

 

 

  • salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    salah satu negara yang dilintasi dengan garis khatulistiwa. Negara ini memiliki Batik sebagai ikon budayanya.
    Indonesia
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • liputan6
    Ekonomi adalah ilmu tentang asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan.
    ekonomi
  • Kemlu
  • RRT
  • tiongkok