Kursi Penumpang di Ratusan Pesawat Boeing 737 MAX Salah Pasang

Cacat manufaktur ini diidentifikasi sebagai kegagalan sistem pasak pengunci belakang untuk menancap sempurna pada area lantai kabin.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Senin (27/7/2026) menyatakan kursi penumpang di ratusan pesawat Boeing 737 MAX yang terdaftar di AS tidak dipasang dengan benar dan harus diperbaiki.

Dalam usulan aturan keselamatan penerbangan tersebut, FAA menyatakan telah menerima laporan bahwa sejumlah rangkaian kursi penumpang tidak terpasang dengan benar pada rel pemasangan di lantai kabin.

Setiap pesawat 737 MAX dapat memiliki hingga 69 rangkaian kursi penumpang yang dipasang pada rel tersebut.

Akibatnya, rangkaian kursi berisiko terlepas saat terjadi peningkatan beban, turbulensi, atau pendaratan darurat.

"Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mencederai penumpang dan awak saat pendaratan darurat atau menghalangi lorong sehingga memperlambat evakuasi," kata FAA seperti dilansir CNA.

Rancangan aturan keselamatan itu akan berlaku bagi 453 pesawat yang terdaftar di AS. Kewenangan FAA hanya mencakup maskapai AS, tetapi regulator penerbangan negara lain biasanya mengikuti aturan FAA jika ketentuan tersebut juga berlaku.

FAA memperkirakan perbaikan setiap rangkaian kursi membutuhkan waktu sekitar satu jam kerja dan tidak memerlukan penggantian komponen.

Namun, lembaga tersebut tidak menyebutkan tenggat waktu bagi maskapai untuk menyelesaikan perbaikan.

Usulan aturan itu muncul ketika Boeing tengah berupaya meningkatkan kualitas produksi dan menambah jumlah pesawat yang dihasilkan di bawah kepemimpinan CEO Kelly Ortberg.

Masalah kualitas produksi Boeing mencuat pada awal 2024 setelah panel penutup pintu pada pesawat 737 MAX milik Alaska Airlines yang masih tergolong baru terlepas saat penerbangan.

Juru bicara Boeing mengatakan melalui surel bahwa produsen pesawat tersebut telah mengeluarkan panduan kepada para operator mengenai masalah itu pada Desember 2025.

"Kami mendukung langkah FAA untuk mewajibkan penerapan panduan tersebut," ungkap juru bicara Boeing.