AS dan Iran Berhenti Saling Serang

Diplomat AS mengklaim serangan terhadap Iran dihentikan untuk memberikan jalan bagi negosiasi.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Iran akan menghentikan serangannya apabila Amerika Serikat (AS) juga menghentikan serangan terhadap negara itu. Demikian kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Minggu (26/7/2026).

Pentagon menghentikan operasi pengeboman terhadap Iran pada Jumat (24/7) malam setelah 13 malam berturut-turut melancarkan serangan udara yang semakin intensif terhadap Iran. Tidak ada serangan AS yang dilaporkan pada Sabtu (25/7) dan Minggu.

Iran, yang sebelumnya membalas setiap rangkaian serangan AS dengan menyerang negara-negara tetangga tempat pangkalan militer AS berada, juga tidak melancarkan serangan selama dua hari terakhir.

Pejabat Iran yang berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan itu mengungkapkan Teheran tetap berpegang pada prinsip "serangan dibalas serangan".

"Jika serangan berhenti, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan itu telah disampaikan kepada AS," katanya kepada Reuters.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Mike Waltz menuturkan kepada Fox News Sunday dan sejumlah media AS lainnya bahwa Presiden Donald Trump memutuskan menghentikan sementara serangan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi upaya diplomasi.

"Dia memberi ruang bagi perundingan, memberi sedikit kesempatan agar prosesnya berjalan," sebut Waltz tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat militer AS memperingatkan bahwa pengeboman selama dua pekan terakhir telah menghabiskan sebagian besar sasaran yang sebelumnya disiapkan. Washington menyebut operasi itu bertujuan menangkal ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut sempit yang menjadi salah satu titik konflik utama dalam perang tersebut.

Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan dimulainya kembali operasi tempur berskala besar masih menjadi pilihan.

Namun, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine dilaporkan telah secara pribadi memperingatkan Trump bahwa langkah tersebut mengandung risiko karena dapat semakin mengurangi persediaan amunisi.

Persediaan itu disebut juga mencakup rudal pencegat yang digunakan sistem pertahanan udara AS di Timur Tengah.

 

Iran Ragukan Kesungguhan AS

Dalam program "Meet the Press" di NBC, Waltz mengatakan militer AS "memiliki semua yang dibutuhkan".

Namun, ia juga mengatakan Menteri Pertahanan Pete Hegseth "mewarisi persediaan senjata yang telah terkuras" ketika mulai menjabat dalam pemerintahan Trump.

Sumber senior Iran yang juga meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan Teheran tidak banyak berharap bahwa keputusan Trump menghentikan sementara serangan menandai perubahan besar dalam posisi perundingan AS.

"Penghentian serangan ini lebih banyak disambut dengan keraguan daripada optimisme. Pandangan yang berkembang adalah bahwa jeda tersebut bersifat taktis, bukan sungguh-sungguh," menurut sumber itu.

"Iran telah memiliki cukup banyak pengalaman pahit dengan tipu daya AS."

Â