18 Juni 1815: Pertempuran Waterloo Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Pertempuran Waterloo ini terjadi pada 18 Juni 1815.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Brussels - Tanggal 18 Juni 1815 menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Eropa. Pada hari itu, pasukan Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo, sebuah peristiwa yang mengakhiri dominasi sang kaisar dan menutup era Kekaisaran Prancis di bawah kepemimpinannya.

Pertempuran berlangsung di dekat Desa Waterloo, yang kini berada di wilayah Belgia. Napoleon memimpin pasukan Prancis menghadapi koalisi Sekutu yang dipimpin Duke of Wellington dari Inggris Raya dan Jenderal Gebhard Leberecht von Blücher dari Prusia.

Dalam pertempuran tersebut, Napoleon berupaya memecah pertahanan lawan melalui serangkaian serangan. Namun, pasukan Sekutu berhasil bertahan hingga bala bantuan Prusia tiba di medan tempur. Kehadiran pasukan tambahan itu menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertempuran, dikutip dari laman EBSCO, Kamis (18/6/2026).

Pada tahap akhir pertempuran, Napoleon mengerahkan Garda Kekaisaran, unit elite yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai kekuatan paling tangguh dalam militernya. Namun, serangan tersebut berhasil dipatahkan pasukan Sekutu dan memicu runtuhnya barisan tentara Prancis.

Kekalahan itu menimbulkan korban besar di kedua pihak. Sekitar 25.000 tentara Prancis dilaporkan tewas atau terluka, sementara pasukan Sekutu kehilangan sekitar 15.000 personel.

Pertempuran Waterloo sekaligus mengakhiri upaya Napoleon untuk membangun kembali kekuasaannya setelah kembali dari pengasingan di Pulau Elba dalam periode yang dikenal sebagai "Seratus Hari" (Hundred Days).

Usai kekalahan tersebut, Napoleon turun takhta untuk kedua kalinya dan kemudian diasingkan ke Pulau Saint Helena di Samudra Atlantik Selatan. Ia menghabiskan sisa hidupnya di pulau terpencil itu hingga meninggal dunia pada 1821.

Di sisi lain, kemenangan di Waterloo mengangkat Duke of Wellington sebagai pahlawan nasional Inggris. Pertempuran tersebut juga menjadi tonggak penting dalam pembentukan kembali tatanan politik Eropa abad ke-19, yang kemudian ditegaskan melalui berbagai kesepakatan diplomatik pasca-perang.

Hingga kini, Pertempuran Waterloo dikenang sebagai salah satu pertempuran paling berpengaruh dalam sejarah dunia karena menandai berakhirnya era Napoleon dan membuka babak baru dalam politik Eropa.