Tren di China, Anjing Bisa Masuk Taman Kanak-kanak

Di China, anjing mulai ikut sejumlah program di taman kanak-kanak.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 09:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing- Tren penitipan hewan peliharaan di China berkembang ke level baru. Sejumlah pemilik anjing kini mendaftarkan hewan kesayangannya ke program prasekolah khusus yang menawarkan aktivitas harian layaknya pendidikan anak usia dini (PAUD).

Salah satu fasilitas yang menarik perhatian adalah Paw, sebuah pusat penitipan anjing yang menyediakan berbagai kegiatan terjadwal mulai dari sesi bermain, olahraga, waktu istirahat, hingga aktivitas sosial bersama anjing lainnya.

Dilansir AOL, Selasa (16/6/2026) anjing-anjing yang terdaftar di Paw datang setiap hari sekitar pukul 09.00 pagi dan dijemput kembali oleh pemiliknya pada malam hari sekitar pukul 19.00.

Selama berada di fasilitas tersebut, mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti permainan interaktif, latihan rintangan, tidur siang, berjalan di treadmill khusus anjing, hingga menikmati suasana yang diiringi musik klasik. Pengelola menegaskan program tersebut berfokus pada stimulasi dan sosialisasi, bukan pelatihan disiplin yang keras.

Fenomena ini mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan China yang semakin memandang hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga.

Banyak pemilik hewan rela mengeluarkan biaya besar untuk memastikan anjing mereka mendapatkan perawatan yang baik, kesempatan bersosialisasi, serta aktivitas yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

Salah satu pemilik anjing, Qian Yi, mengaku menghabiskan sekitar 4.000 yuan atau sekitar Rp 9 juta per bulan untuk kebutuhan Border Collie peliharaannya.

Biaya Penitipan

Biaya tersebut mencakup layanan penitipan, makanan, perawatan kesehatan, berenang, hingga aktivitas bermain di taman khusus anjing.

Pertumbuhan layanan seperti Paw juga sejalan dengan pesatnya perkembangan industri hewan peliharaan di China.

Berdasarkan data perusahaan riset Pet Data, nilai pasar konsumsi hewan peliharaan di wilayah perkotaan China diperkirakan mencapai 312,6 miliar yuan pada 2025. Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 405 miliar yuan pada 2028.

Peningkatan tersebut didorong oleh perubahan pola konsumsi generasi muda yang semakin mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan hewan peliharaan.

Pendiri Paw, Jann Zhang, mengatakan ide mendirikan fasilitas tersebut muncul dari pengalaman pribadinya saat kesulitan menemukan tempat yang dapat membantu anjing Golden Retriever miliknya mengatasi kecemasan dan kurangnya interaksi sosial.

Menurut Zhang, kebutuhan serupa ternyata dirasakan banyak pemilik hewan peliharaan lainnya.

Sejak dibuka, jumlah pelanggan Paw terus bertambah. Jika pada awal operasional hanya melayani kurang dari 20 anjing, kini fasilitas tersebut telah memiliki sekitar 200 pelanggan tetap.

Pertumbuhan itu menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap layanan premium bagi hewan peliharaan di China, seiring perubahan pandangan masyarakat yang semakin menempatkan anjing dan kucing sebagai anggota keluarga yang perlu memperoleh perhatian serta kualitas hidup yang lebih baik.