China Hukum Mati 2 Mantan Menteri Pertahanan terkait Kasus Suap

Siapa saja dua mantan Menhan China yang dimaksud?

Diterbitkan 08 Mei 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Pengadilan militer China menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan dua tahun kepada dua mantan menteri pertahanan negara itu pada Kamis (8/5/2026), setelah keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus suap. Demikian menurut kantor berita resmi Xinhua.

Pengadilan menyatakan Wei Fenghe terbukti menerima suap dan menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan dua tahun. Pengadilan juga menyatakan Li Shangfu bersalah karena menerima dan memberi suap, serta menjatuhkan hukuman yang sama kepadanya.

Di China, hukuman mati dengan penangguhan umumnya kemudian diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Putusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kampanye pembersihan pejabat senior yang dijalankan Presiden China Xi Jinping. Xi memulai kampanye antikorupsi lebih dari satu dekade lalu dan upaya itu terus berlangsung tanpa henti, yang berpuncak pada pencopotan jenderal berpangkat tertinggi dan jajaran pimpinan militer China pada Januari lalu.

Komisi Militer Pusat China yang sangat berpengaruh, yang sebelumnya memiliki 11 anggota, kini hanya menyisakan satu anggota selain Xi sendiri.

Wei menjabat sebagai menteri pertahanan dari 2018 hingga 2023. Li menggantikannya, namun hanya menjabat selama beberapa bulan sebelum menghilang dari hadapan publik. Ia kemudian dicopot dari jabatannya pada Oktober 2023.

Li menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai spesialis di bidang rudal dan pengadaan di Tentara Pembebasan Rakyat China. Ia pernah dikenai sanksi perjalanan dan keuangan oleh Amerika Serikat terkait pembelian perangkat keras militer Rusia.

Partai Komunis China mengeluarkan kedua tokoh tersebut dari keanggotaan partai pada 2024, yang sekaligus memastikan nasib politik mereka.

Pengganti Li, Dong Jun, masih menjabat sebagai menteri pertahanan. Namun, para pakar mencatat bahwa ia tidak ditunjuk sebagai anggota Komisi Militer Pusat yang sebelumnya sangat berpengaruh, padahal jabatan tersebut biasanya juga disandang oleh seorang menteri pertahanan.