Situs Pemakaman 2.500 Tahun di India Ungkap Praktik Unik, Tembikar Disusun Terbalik

Pemakaman kuno ini simpan kejanggalan. Kenapa pot disusun terbalik?

Diterbitkan 26 April 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Sebuah situs pemakaman kuno berusia sekitar 2.500 tahun ditemukan di wilayah Bhandara, dengan temuan tidak biasa yang menarik perhatian para arkeolog. Puluhan bejana tembikar ditemukan dalam posisi terbalik, memunculkan pertanyaan baru terkait praktik penguburan masyarakat masa lalu.

Penggalian dilakukan di kawasan Virli Khandar, Pauni, di bawah pengawasan Rashtrasant Tukadoji Maharaj Nagpur University (RTMNU). Tim peneliti menemukan struktur pemakaman komposit yang tergolong langka, lengkap dengan artefak logam, perhiasan batu mulia, serta fragmen tulang manusia.

Situs ini pertama kali diidentifikasi pada 2008, namun baru menjadi sorotan setelah ditemukannya arsitektur megalitik khas berupa lingkaran batu dan menhir—batu tegak tinggi yang menjadi penanda pemakaman. Struktur tersebut menunjukkan kombinasi dua tradisi penguburan yang berbeda dalam satu lokasi.

Profesor Sahu, yang memimpin penelitian, menjelaskan bahwa keunikan pola pemakaman menjadi salah satu alasan utama lokasi ini dipilih untuk digali. “Kami menemukan lingkaran batu dengan menhir di dalamnya, yang menunjukkan struktur megalitik komposit,” ujarnya, dikutip dari The Indian Express, Minggu (26/4/2026).

Melalui pemetaan menggunakan drone, tim berhasil mengidentifikasi 69 titik makam dan mulai mengeksplorasi empat di antaranya. Dari penggalian tersebut, ditemukan berbagai artefak yang memperkaya pemahaman tentang praktik pemakaman di kawasan Vidarbha. 

Temuan paling mencolok adalah puluhan bejana tembikar yang disusun terbalik—sebuah praktik yang belum pernah tercatat sebelumnya di wilayah tersebut. Para arkeolog menduga bejana itu digunakan sebagai wadah makanan atau cairan untuk bekal kubur.

Bejana-bejana tersebut tetap stabil karena diletakkan di atas lapisan tanah liat hitam yang lengket. Peneliti kini tengah melakukan analisis residu kimia untuk mengetahui isi dari wadah tersebut.

Menurut Sahu, praktik ini mencerminkan keyakinan kuat masyarakat kuno terhadap kehidupan setelah kematian. Penanggalan menggunakan metode Accelerator Mass Spectrometry (AMS) terhadap sampel arang menunjukkan situs ini berasal dari sekitar 2.500 tahun lalu.

Meski penggalian yang dimulai sejak Maret hampir rampung, temuan di Virli Khandar dinilai menjadi kunci penting untuk memahami dinamika budaya megalitik di kawasan tersebut.