Makin Panas, Israel Siapkan Perang Tiga Pekan ke Depan untuk Lawan Iran

Israel menyebut pihaknya masih memiliki ribuan target yang akan mereka serang di Iran.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 13:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Israel menyatakan telah menyiapkan rencana operasi militer terperinci untuk setidaknya tiga pekan ke depan dalam konflik melawan Iran, di tengah rangkaian serangan udara terbaru yang menghantam sejumlah wilayah Iran.

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, mengatakan negaranya masih memiliki ribuan target di Iran yang akan disasar, termasuk infrastruktur rudal balistik, fasilitas nuklir, serta aparat keamanan, dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (17/3/2026).

“Kami ingin memastikan rezim ini selemah mungkin, dengan menurunkan seluruh kemampuan militernya,” ujar Shoshani kepada wartawan.

Konflik antara Israel dan Iran yang didukung Amerika Serikat kini memasuki pekan ketiga tanpa tanda-tanda mereda. Situasi ini turut berdampak besar terhadap jalur energi global, terutama setelah terganggunya Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Gangguan tersebut memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan tekanan inflasi di berbagai negara.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu menyerukan pembentukan koalisi internasional untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan masa depan NATO akan terancam jika negara anggotanya tidak memberikan dukungan.

Namun hingga kini, sejumlah sekutu utama AS masih berhati-hati dan lebih memilih mendorong solusi diplomatik dibandingkan keterlibatan militer langsung.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak mengajukan gencatan senjata maupun membuka jalur komunikasi dengan Washington. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan Teheran tetap siap mempertahankan diri di tengah serangan yang terus berlangsung.

Ia juga menuding sejumlah negara di kawasan yang menjadi tuan rumah pasukan AS turut berperan dalam serangan terhadap Iran.

 

 

Serangan Terbaru

Serangan udara terbaru dilaporkan menewaskan dan melukai warga sipil di sejumlah wilayah Iran. Kantor berita negara melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan tujuh lainnya terluka dalam serangan di Provinsi Markazi, Iran tengah. Sementara laporan lain menyebut adanya korban sipil di Teheran, meski jumlah pastinya belum dipastikan.

Tim penyelamat dari Bulan Sabit Merah Iran masih berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan di ibu kota.

Militer Israel mengklaim telah melakukan serangan ke sejumlah kota besar Iran, termasuk Teheran, Shiraz, dan Tabriz. Selain itu, Israel juga menargetkan fasilitas yang dikaitkan dengan program luar angkasa Iran, termasuk pusat penelitian yang terlibat dalam pengembangan satelit.

Di tengah serangan tersebut, seorang warga Teheran mengaku kondisi di ibu kota semakin mencekam, dengan gangguan internet yang membuat warga terisolasi.

Sementara itu, Iran membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan, termasuk Tel Aviv, pangkalan militer AS di Teluk, serta fasilitas energi.

Serangan drone Iran menyebabkan penghentian sementara operasi di Bandara Internasional Dubai setelah insiden kebakaran di fasilitas penyimpanan bahan bakar di sekitarnya. Operasi di pelabuhan Fujairah, salah satu jalur utama ekspor minyak Uni Emirat Arab, juga sempat ditangguhkan.

Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat puluhan drone di wilayah timurnya, sementara ledakan juga terdengar di ibu kota Qatar, Doha.

Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak dunia yang sebelumnya menembus 100 dolar AS per barel sempat turun setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington tidak keberatan jika sebagian kapal pengangkut bahan bakar Iran tetap melintas di Selat Hormuz.

Meski demikian, situasi di kawasan masih sangat fluktuatif, dengan risiko eskalasi yang terus membayangi stabilitas energi dan keamanan global.