Delegasi dari 30 Negara Akan Hadir di Pemakaman Ayatullah Khamenei

Seperti apa proses pemakaman Ayatullah Khamenei?

Diterbitkan 01 Juli 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Pemerintah Iran menyatakan lebih dari 30 negara telah menyatakan kesediaannya mengirimkan delegasi untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang akan berlangsung pada awal Juli.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan upacara tersebut menjadi agenda terpenting bagi Iran dalam beberapa hari ke depan dan diperkirakan akan dihadiri perwakilan dari negara-negara di kawasan maupun luar kawasan.

"Seluruh negara tetangga akan mengirimkan perwakilan," kata Baghaei dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan, kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi ke Irak baru-baru ini juga bertujuan mengoordinasikan pelaksanaan sebagian rangkaian upacara yang akan digelar di negara tersebut, dikutip dari Antara News, Rabu (1/7).

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Iran sekaligus Kepala Panitia Penyelenggara Pemakaman, Ali Akbar Pourjamshidian, mengatakan selain lebih dari 30 negara, tokoh-tokoh agama dari lebih dari 90 negara juga telah menyatakan kesiapan menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi Khamenei.

Menurut Pourjamshidian, upacara penghormatan internasional akan digelar di Teheran pada Jumat (3/7) dan dihadiri para kepala negara, pejabat pemerintahan, serta tokoh agama dari berbagai negara.

Rangkaian penghormatan di Teheran akan berlanjut pada Sabtu (4/7) hingga Minggu (5/7) di aula salat Mosalla Imam Khomeini. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7) dengan perkiraan dihadiri massa dalam jumlah besar dari Iran maupun negara lain.

Setelah itu, upacara penghormatan akan digelar di Kota Qom pada 7 Juli. Sehari kemudian, jenazah Khamenei akan dibawa ke Irak untuk mengikuti rangkaian prosesi lanjutan sebelum akhirnya dimakamkan di Kota Mashhad, Iran timur laut, pada 9 Juli.

Ali Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah kematiannya, Majelis Ahli Iran pada Maret lalu memilih putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.