Balap Rusa Kutub di Finlandia Kembali Digelar, Tradisi Musim Dingin Tarik Ribuan Penonton

Ajang balapan rusa kutub tradisional menjadi salah satu atraksi musim dingin yang menarik perhatian warga dan wisatawan di Finlandia.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Helsinki - Balapan rusa kutub tradisional kembali digelar di wilayah utara Finlandia, menghadirkan tontonan unik ketika para peserta meluncur di atas salju sambil ditarik rusa kutub mereka. Kompetisi khas kawasan Arktik ini menjadi bagian dari tradisi musim dingin yang terus menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan mancanegara.

Sekitar 1.000 orang menghadiri perlombaan yang berlangsung di wilayah Salla, sebuah daerah terpencil di dekat perbatasan Rusia, sekitar 264 kilometer timur laut Oulu. Meski suhu sangat dingin, para penonton tetap memadati lokasi untuk menyaksikan rusa kutub berlari kencang di lintasan salju sambil menarik pawang yang berdiri di atas ski.

Para penonton datang dari berbagai negara, termasuk Italia, Norwegia, Jerman, dan Prancis. Mereka bersorak ketika rusa kutub melesat menuju garis akhir, sementara pawang berusaha menjaga keseimbangan di belakangnya.

Peternakan rusa kutub telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan di kawasan Skandinavia, terutama bagi masyarakat adat Sami yang tinggal di wilayah utara Finlandia.

Ketua Salla Reindeer Cup, Lasse Aatsinki, mengatakan tradisi balap rusa kutub di Salla telah berlangsung sejak 1950-an.

“Dulu para pria menghabiskan musim dingin di hutan tanpa kendaraan seperti sekarang. Menjelang akhir musim dingin, rusa kutub berada dalam kondisi terbaiknya, sehingga mereka mulai membalapkannya,” kata Aatsinki.

Kini, balap rusa kutub berkembang menjadi kompetisi yang lebih terorganisasi dengan aturan yang jelas. Rusa kutub jantan yang digunakan dalam perlombaan telah dilatih khusus untuk berlari di lintasan salju.

 

Sorak Penonton Meriahkan Balapan Rusa Kutub

Perlombaan diawali dengan babak kualifikasi atau seri panas. Dalam tahap ini, rusa kutub harus menyelesaikan lintasan sepanjang satu kilometer dalam waktu 1 menit 19 detik atau lebih cepat untuk dapat melaju ke tahap berikutnya. Hanya rusa tercepat yang berhak melanjutkan ke perlombaan utama.

Menurut Aatsinki, keberhasilan dalam balap rusa kutub tidak hanya bergantung pada kecepatan, tetapi juga karakter hewan tersebut.

“Ini seperti ilmu tersendiri. Rusa harus mampu menghadapi banyak hal—keramaian penonton, kehadiran rusa lain, suara bising, dan berbagai gerakan di sekitarnya,” ujarnya. “Setiap pemilik biasanya memiliki cara tersendiri dalam melatih rusa mereka, dan trik itu sering dirahasiakan.”

Sepanjang perlombaan, penonton menyemangati peserta dengan teriakan “hyvä, hyvä” dan “mene, mene”—yang berarti “bagus, bagus” dan “ayo, ayo” dalam bahasa Finlandia—ketika rusa kutub melaju di lintasan terakhir.

Di sela-sela perlombaan, para pengunjung juga menghangatkan diri dengan hidangan lokal seperti sup rusa kutub dan kampanisu, kue tradisional khas Salla yang menjadi bagian dari pengalaman budaya musim dingin di kawasan tersebut.