Filipina Berlakukan 4 Hari Kerja dalam Sepekan Imbas Perang Iran

Presiden Filipina menggarisbawahi bahwa negaranya adalah korban perang yang sedang berkecamuk di Timur Tengah.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Pemerintah Filipina memutuskan untuk menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu di kantor-kantor pemerintah mulai Senin (9/3/2026), sebagai langkah menghadapi lonjakan harga bahan bakar yang dipicu oleh perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., mengumumkan kebijakan tersebut pada Jumat (6/3)). Kebijakan ini menjadi bagian dari serangkaian langkah pemerintah untuk meredam dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Marcos memperingatkan bahwa penutupan efektif Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia—akan menyebabkan kenaikan tajam harga bahan bakar di Filipina pada pekan ini.

Menurut pemerintah, harga bensin diperkirakan naik sebesar 7,48 peso per liter, sementara harga solar akan meningkat hingga 17,28 peso per liter. Adapun harga minyak tanah diprediksi melonjak sebesar 32,35 peso per liter, atau setara sekitar 13 hingga 55 sen dolar AS.

"Kita adalah korban dari perang yang bukan pilihan kita," kata Marcos dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari CNA, seraya menambahkan bahwa belum ada kepastian kapan konflik tersebut akan berakhir.

“Namun kita dapat mengendalikan bagaimana kita melindungi rakyat Filipina,” ujarnya.

 

Bersifat Sementara

Filipina mengimpor sebagian besar minyak mentahnya dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, Filipina masih bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak untuk menghasilkan energi listrik.

Di sisi lain, konflik menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan keamanan pekerjaan lebih dari dua juta warga Filipina yang bekerja di negara-negara Timur Tengah.

Selain menerapkan pekan kerja empat hari di kantor pemerintah, Presiden Marcos memerintahkan pula seluruh lembaga pemerintah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan listrik sebesar 10 hingga 20 persen.

Pemerintah melarang pula pelaksanaan perjalanan studi, kegiatan pembentukan tim (team-building), serta rapat-rapat yang sebenarnya dapat dilakukan secara daring.

Lebih lanjut, Marcos meminta Kongres untuk memberikan kewenangan kepadanya guna menurunkan pajak cukai atas produk minyak bumi apabila harga minyak mentah dunia melampaui 80 dolar AS per barel.

Ia juga mengusulkan perubahan terhadap undang-undang biofuel agar pemerintah dapat menggunakan bioetanol yang lebih murah untuk dicampurkan dengan produk minyak bumi.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah Filipina berencana memberikan subsidi bahan bakar serta bantuan tunai kepada sektor-sektor yang terdampak oleh lonjakan harga energi. Namun, Marcos belum merinci mekanisme maupun besaran bantuan tersebut.

Presiden Marcos menegaskan bahwa kebijakan pekan kerja empat hari di kantor pemerintah bersifat sementara, meskipun ia belum menyebutkan kapan kebijakan tersebut akan berakhir.

Sementara itu, layanan-layanan garis depan seperti petugas pelayanan publik, polisi, dan pemadam kebakaran tidak akan mengikuti kebijakan pekan kerja empat hari tersebut dan tetap bekerja seperti biasa.