Prabowo Minta Mobil Nasional Dipercepat, Ada Tugas Khusus untuk Kampus

Prabowo memanggil Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Dia meminta Brian mendukung percepatan program industri dan hilirisasi.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 09:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo tekankan SDM perguruan tinggi dukung percepatan industrialisasi.
  • Kurikulum kampus harus disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
  • Pemerintah dorong akselerasi industri farmasi, mobil nasional, dan hilirisasi.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Presiden menekankan percepatan industrialisasi harus didukung kesiapan sumber daya manusia dari perguruan tinggi untuk mengisi kebutuhan pengembangan.

Arahan itu menyoroti kecocokan kompetensi lulusan dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri. Selain isu SDM, Kepala Negara juga meminta percepatan pengembangan berbagai sektor industri dan program hilirisasi.

Brian menyampaikan Presiden mendorong akselerasi di sejumlah bidang strategis yang sudah berjalan.

"Banyak program mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, pengembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain, program-program hilirisasi itu bisa dipercepat," kata Brian kepada wartawan usai pertemuan.

Setelah membahas arahan percepatan program, kata Brian, pembahasan beralih pada kesiapan tenaga kerja terampil untuk menopang industrialisasi.

Brian menjelaskan Presiden meminta kampus-kampus menyesuaikan kurikulum dan output pendidikan dengan kebutuhan sektor-sektor prioritas yang dikembangkan pemerintah.

"Kami diminta memastikan SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita nantinya betul-betul bisa memenuhi kebutuhan untuk pengembangan industrialisasi yang memang tidak sedikit," ujarnya

 

Kebutuhan SDM untuk Industri

Ia merinci kebutuhan SDM meliputi berbagai bidang yang tengah digarap pemerintah. Untuk memastikan ketersediaan tenaga ahli berjalan seiring dengan percepatan pengembangan industri, Kemendiktisaintek akan memetakan kebutuhan kompetensi agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. 

"Yang mulai dari mineral, kemudian ada aquaculture, aquafarming juga banyak, kemudian hilirisasi," katanya.

Brian mencontohkan ketidaksesuaian yang kerap muncul antara kebutuhan dan pasokan lulusan.

"Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya enggak sesuai. Jadi kita diminta menghitung itu, memastikan kebutuhan SDM bisa mendukung industrialisasi yang baik," ujar Brian.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6