Kesaksian Gempa Venezuela: Saya Pikir Bakal Tertimpa Gedung Roboh

Gempa sempat memicu peringatan tsunami, namun kemudian sudah dinyatakan berakhir.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 10:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Caracas - Jurnalis Nicole Kolster sedang berada di rumahnya di Caracas, ibu kota Venezuela, ketika apartemennya mulai berguncang hebat.

"Saya melihat jendela-jendela bergoyang dan satu-satunya hal yang terpikir oleh saya adalah berlindung di dekat pintu depan, di sisi dinding batu," kenangnya seperti dilaporkan BBC.

Dua gempa besar mengguncang kota itu hanya berselang beberapa detik pada Rabu (24/6/2026). Gempa pertama magnitudo 7,2, disusul gempa kedua magnitudo 7,5.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan bangunan-bangunan yang roboh dan warga berkumpul di jalanan. Namun, jumlah korban maupun tingkat kerusakan secara keseluruhan hingga kini masih belum diketahui.

"Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya rasakan seumur hidup," kata Kolster. "Guncangannya begitu kuat hingga saya pikir gedung akan roboh menimpa saya."

Kolster mengatakan ia terus berlindung di dekat pintu depan, merapat ke dinding batu di apartemennya yang berada di lantai tujuh, selama cukup lama. Ia baru keluar setelah mendengar para tetangganya berteriak meminta semua orang segera mengungsi.

"Satu jam setelah gempa, semua orang masih bertahan di luar sambil menunggu situasi aman jika terjadi gempa susulan," ujar jurnalis yang tinggal di Palos Grandes, kawasan elite di pusat Caracas yang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Gempa terjadi pada hari kerja. Namun, banyak warga berada di rumah karena Venezuela sedang memperingati hari libur nasional untuk mengenang Pertempuran Carabobo pada 1821, kemenangan penting pemimpin kemerdekaan Venezuela, Simon Bolívar, atas kekuatan kolonial Spanyol.

Foto dan video dari wilayah terdampak memperlihatkan sebagian warga menangis, sementara yang lain saling berpelukan di jalanan.

"Ada orang-orang yang sangat sedih dan merasa tidak berdaya karena tidak sempat menyelamatkan hewan peliharaan mereka," kata Kolster.

"Yang lain berusaha mengeluarkan mobil dari ruang bawah tanah gedung karena khawatir gempa susulan akan memperburuk keadaan."

Ia juga mengatakan, dari reruntuhan sebuah bangunan yang roboh di dekat lokasi, terdengar teriakan meminta tolong.

Maria Elise, warga lain di Palos Grandes, mengatakan guncangan menyebabkan sejumlah dinding apartemennya retak.

"Tiang listrik di luar roboh. Kami tidak memiliki aliran listrik maupun sinyal komunikasi," tuturnya kepada BBC. 

 

Lebih Dahsyat dari Gempa 1967

Ini bukan pertama kalinya ibu kota Venezuela diguncang gempa besar.

Pada 1967, gempa magnitudo 6,6 mengguncang Caracas, menewaskan lebih dari 200 orang dan menghancurkan sejumlah bangunan di Palos Grandes dan kawasan elite Altamira.

Namun, menurut beberapa warga yang pernah mengalami gempa tersebut, guncangan kali ini terasa lebih dahsyat.

"Terdengar suara benturan yang sangat keras. Barang-barang di rumah berjatuhan, termasuk wadah minuman di dalam lemari es. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini," kata Coro Martinez, warga berusia 56 tahun di Caracas bagian timur, kepada Reuters.

Sementara itu, pensiunan berusia 80 tahun Maria Romero mengatakan, "Gempa ini sangat mengerikan, bahkan lebih buruk daripada yang terjadi pada 1967."