Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 55 Orang

Lebih dari 31 orang dilaporkan masing hilang.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 11:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Jumlah korban tewas akibat gempa Filipina bertambah menjadi 55 orang pada Jumat (12/6/2026). Di tengah hujan dan gempa susulan yang masih terjadi, tim penyelamat terus membuka akses jalan serta mencari puluhan orang yang masih hilang.

Gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Mindanao pada Senin (8/6), menyebabkan bangunan runtuh dan memicu tanah longsor di pulau tersebut. Gempa juga memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah di kawasan.

Berdasarkan data pemerintah yang dirilis Jumat, jumlah korban tewas bertambah delapan orang. Sementara itu, 31 orang masih dinyatakan hilang seiring terus masuknya laporan dari berbagai daerah. Demikian seperti dikutip dari CNA.

Di Provinsi Sarangani, salah satu wilayah yang paling parah terdampak, akses ke banyak lokasi yang sebelumnya terputus kini telah kembali terbuka. Meski demikian, helikopter masih digunakan untuk menyalurkan makanan dan air bersih kepada warga yang terisolasi dan belum mendapatkan pasokan listrik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Sarangani Rene Punzalan mengatakan hujan dan gempa susulan masih menghambat upaya pencarian dan evakuasi.

"Gempa susulan masih memperlambat pekerjaan kami. Selain itu, tadi malam juga turun hujan sehingga kami harus menghentikan operasi untuk sementara waktu," kata Punzalan.

Menurut dia, alat berat terus dikerahkan untuk menyingkirkan bongkahan batu besar yang menutup sejumlah jalur.

Punzalan mengakui peluang menemukan korban selamat semakin kecil karena sudah beberapa hari berlalu sejak gempa terjadi.

"Sudah banyak hari berlalu sejak gempa terjadi, jadi akan menjadi keajaiban jika ada di antara mereka yang masih bisa ditemukan hidup," ujarnya.

"Tujuan kami sekarang hanyalah mengevakuasi jenazah mereka."

Pada Rabu (10/6), Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengunjungi General Santos, kota terbesar di wilayah terdampak. Ia meninjau sekolah yang mengalami kerusakan dan lokasi distribusi bantuan bagi warga.

Marcos juga menyatakan pemerintah akan mengalokasikan dana 100 juta peso atau sekitar US$ 1,6 juta untuk membangun kembali balai kota yang rusak.