Uni Emirat Arab Klaim Cegat Sebagian Besar dari 346 Rudal dan Drone yang Diluncurkan Iran

Uni Emirat Arab adalah salah satu dari negara yang menjadi target serangan balasan Iran karena memiliki pangkalan AS.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 07:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Abu Dhabi - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa pihaknya berhasil mencegat sebagian besar dari total 346 rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan Iran ke wilayahnya. Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi, yang bertujuan mengganti rezim di negara itu.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah secara daring oleh Kementerian Pertahanan UEA disebutkan bahwa dari 137 rudal yang ditembakkan Iran, sebanyak 132 rudal berhasil dicegat. Sementara itu, dari 209 drone yang diluncurkan, sebanyak 195 unit juga berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Demikian seperti dikutip dari laporan The Guardian.

Serangan tersebut menargetkan wilayah UEA, termasuk kawasan yang menjadi lokasi Pangkalan Udara Al Dhafra di dekat Abu Dhabi. Pangkalan tersebut diketahui menjadi tempat penempatan sekitar 5.000 personel militer AS.

Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa pihaknya saat ini berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala potensi ancaman. Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resminya, kementerian menyampaikan bahwa seluruh langkah yang diperlukan telah dan akan terus diambil guna menghadapi segala upaya yang mengganggu keamanan dan stabilitas negara.

"Keselamatan warga negara, penduduk, dan para pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah UEA menekankan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.      

Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi pada Minggu (1/3/2026) pagi menyatakan bahwa satu orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone. Insiden tersebut merupakan serangan kedua yang menargetkan bandara komersial di Uni Emirat Arab dalam 24 jam terakhir.

Bandara itu merupakan markas maskapai Etihad Airways serta menjadi pusat transit yang menghubungkan penerbangan antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Pihak bandara menyebutkan bahwa korban yang meninggal dunia adalah warga negara dari sebuah negara Asia yang tidak disebutkan namanya.

 Â