Perempuan Florida Terinfeksi Bakteri Resisten Antibiotik Usai Konsumsi Daging Mentah Hampir 1 Kg per Hari

Bagaimana hasil pemeriksaan membuatnya berhenti mengonsumsi daging mentah sejak kecil ini?

Diterbitkan 16 Januari 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Seorang perempuan di Florida, Amerika Serikat, dilaporkan mengalami infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik setelah mengonsumsi daging mentah dalam jumlah besar setiap hari. Kasus ini memicu peringatan dari para ahli kesehatan mengenai risiko serius konsumsi daging tanpa dimasak.

Perempuan tersebut, Wendy Marshall (28), diketahui mengonsumsi sekitar dua pon atau hampir satu kilogram daging mentah per hari. Ia menjadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari pola dietnya. Marshall, yang merupakan pemilik toko tato, menjadi sorotan publik setelah kebiasaan makannya ditampilkan dalam program televisi My Strange Addiction.

Dalam tayangan tersebut, Marshall terlihat mengonsumsi berbagai jenis daging sapi mentah, mulai dari daging giling, daging olahan, hingga steak utuh yang dimakan tanpa dimasak. Ia bahkan menyebut semakin segar daging—termasuk yang masih berlumur darah—semakin baik untuk dikonsumsi, seperti dilaporkan New York Post, Jumat (16/1/2026).

Marshall juga mengaku kerap merobek daging langsung dari tulangnya. Dalam salah satu adegan, ia tampak melahap potongan steak berlemak secara langsung ke dalam mulutnya.

Meski mengklaim pola makan tersebut merupakan bagian dari diet yang juga mencakup konsumsi jeroan, para ahli kesehatan mengingatkan bahaya daging mentah bagi tubuh. Daging yang tidak dimasak berisiko mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan Escherichia coli, serta parasit seperti Trichinella yang dapat menyebabkan infeksi serius.

Marshall mengatakan kebiasaan tersebut telah ia jalani sejak kecil. Ia menyebut kebiasaan makan daging mentah bermula dari momen kebersamaan dengan neneknya, ketika mereka sering menghabiskan waktu bersama sambil makan.

Dalam klip eksklusif yang dirilis New York Post, Marshall menyatakan kebiasaan tersebut menjadi cara membangun ikatan keluarga. Namun, neneknya meninggal dunia sekitar lima tahun lalu akibat kanker kandung kemih. Meski demikian, Marshall tetap mempertahankan kebiasaan mengonsumsi daging mentah hingga kini, meski berdampak pada kesehatannya.

Kesehatannya Jadi Ancaman

Bagaimanapun juga, melihat istrinya yang gemar mengonsumsi daging mentah, Robert bersama keluarganya khawatir dan mendorong Marshall untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatannya. Melalui pengujian sampel dari tinja, hasil pemeriksaan dari tubuhnya yang terus menerima daging tanpa dimasak ini menunjukkan jika Marshall mengalami infeksi E. coli kronis di usus besar.

Namun, ia mengaku sama sekali tidak merasakan gejala seperti mual, muntah, diare, ataupun demam selama melakukan kebiasaan makan tersebut. Padahal, gejala akibat mengonsumsi daging mentah pada umumnya dapat muncul setelah beberapa jam atau hari terkena paparan bakteri. Sehingga kondisinya ini memiliki kemungkinan jika ia menjadi resisten terhadap antibiotik.

Setelah mengetahui kondisinya cukup berpotensi menimbulkan risiko pada kesehatan di masa mendatang dan ketakutannya jika antibiotik tidak dapat berfungsi padanya saat ia mengalami masalah kesehatan serius, ia berjanji menjalani pola hidup yang lebih sehat dengan membatasi dan mengatur jumlah konsumsi daging giling.

Tidak hanya itu saja, ia mulai memilih daging sapi yang berasal dari ternak dengan pakan rumput.

"Saya tidak akan berhenti makan daging mentah, (tetapi) saya berencana untuk makan daging sapi yang diberi makan rumput, hanya dari sumber yang baik," janjinya.

Dari janjinya untuk mengurangi konsumsi daging mentah bukan berarti ia tidak akan mencobanya lagi di masa depan, di mana ia akan selektif dalam memilih daging mentah, terkecuali daging giling tidak lagi akan dikonsumsinya demi menjaga kesehatan serta ingin tetap menemani pertumbuhan anak-anaknya, dan juga hidup bersama suami, dan keluarganya.