Pria di Ghana Klaim sebagai Nabi, Prediksi Banjir Bandang dan Bangun Bahtera Raksasa Jelang Natal

Pengakuan nabi modern dari Ghana mengaku natal tahun ini jadi tanda banjir besar. Dari mana keyakinan itu berasal?

Diterbitkan 16 Desember 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Accra - Seorang pria dari Ghana mengaku dirinya sebagai nabi dan membawa perintah dari Tuhan untuk membangun bahtera kayu raksasa, yang bertujuan menyelamatkan umat manusia dari banjir besar dan diprediksi akan dimulai pada 25 Desember mendatang.

Ebo Noah yang berasal dari Afrika Barat meyakini bahwa perayaan natal yang penuh kebahagiaan sebagai tanda awal dari banjir tiga tahun yang akan menutupi Bumi dan lautan. Perintah untuk membangun bahtera raksasa pun diumumkan melalui khotbah tentang banjir besar yang akan datang sejak Agustus, seperti yang dikutip dari laman Oddity Central, Selasa (16/12/2025).

Namanya dikenal dengan beragam panggilan di media maya, seperti Ebo Jesus dan Igbo Noah, yang mengklaim bahwa dirinya dipilih untuk mengambil alih peran Nabi Nuh, dengan tugas menyelamatkan seluruh manusia dan spesies hewan dari banjir yang akan dimulai pada Natal tahun ini.

Selain itu, kapasitas di bahtera hanya dapat menampung beberapa ribu orang, sementara beberapa sumber lain mengatakan bahwa kapasitasnya mencapai hingga 600 juta orang.

Dari perkataan yang terdengar mustahil telah mengundang banyak ejekan di media sosial, ada yang bertanya apakah bahtera tersebut dilengkapi Wi-Fi atau para penumpangnya bisa menggunakan Cash App.

Anehnya, tidak banyak orang yang benar-benar mengetahui identitas asli dan lokasi sebenarnya, tetapi ia memiliki ratusan ribu pengikut di media sosial.

Meski menghadapi ejekan dan tawa di media sosial. Hal tersebut tidak menghalangi misinya, ia mengatakan bahwa hewan-hewan seperti kambing dan burung mulai berdatangan ke lokasi bahtera.

Namun, apa yang diklaim ini tetap belum dipastikan, karena bahtera itu terlihat seperti perahu kayu besar yang nyaris tidak mampu menampung puluhan orang, apalagi ratusan jiwa.