Ketua Penyelenggara Ujian Masuk Perguruan Tinggi Korea Selatan Mundur setelah Tes Bahasa Inggris Dinilai Terlalu Sulit

Lulus ujian, yang disebut Suneung ini, sangat menentukan masuknya seseorang ke universitas-universitas bergengsi, dan dianggap sebagai jalan untuk naik kelas sosial, mencapai stabilitas ekonomi, hingga memperoleh pasangan yang baik.

Diterbitkan 13 Desember 2025, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Ketua penyelenggara ujian masuk universitas Korea Selatan yang terkenal sangat melelahkan telah mengundurkan diri—setelah muncul keluhan bahwa tes bahasa Inggris yang ia rancang terlalu sulit.

Tahun ini, hanya sekitar 3 persen peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi pada tes bahasa Inggris—angka terendah sejak penerapan sistem penilaian berbasis standar pada 2018.

Para siswa diberi waktu 70 menit untuk menjawab 45 pertanyaan. Salah satu yang paling disorot meminta mereka menilai pemikiran para filsuf politik Immanuel Kant dan Thomas Hobbes terkait rule of law (supremasi hukum). Pertanyaan lain menuntut mereka memikirkan hakikat waktu dan jam, sementara satu lagi mempertanyakan bagaimana konsep eksistensi dapat diterapkan pada avatar dalam gim video.

Melansir The Guardian, pertanyaan-pertanyaan itu memicu reaksi keras di negara yang begitu serius menghadapi ujian ini, sampai-sampai penerbangan di seluruh negeri dihentikan selama 35 menit saat tes mendengarkan bahasa Inggris berlangsung demi menghindari gangguan suara.

Sebagai tanggapan atas kritik, Kepala Institut Kurikulum dan Evaluasi Korea, Oh Seung-keol, mengundurkan diri. Ia mengatakan merasa sangat bertanggung jawab atas bagian bahasa Inggris dalam ujian, yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip penilaian berbasis standar.

Ia juga meminta maaf karena menimbulkan kekhawatiran bagi para peserta ujian dan orang tua mereka, serta menyebabkan kebingungan dalam proses masuk perguruan tinggi.

Lembaga itu kemudian menyampaikan permintaan maaf terpisah, menyatakan mereka menganggap serius kritik bahwa tes tersebut tidak memiliki tingkat kesulitan yang tepat dan tidak mendukung tujuan mengurangi beban akademik siswa.

 

 

Membingungkan

Penggunaan istilah gabungan "culturtainment" dalam ujian yang sama turut menimbulkan kebingungan—bahkan bagi akademisi yang menciptakan kata tersebut.

Stuart Moss, dosen senior di Leeds Beckett University di Inggris, mengatakan ia sangat terkejut melihat kata itu dipakai. Ia menambahkan bahwa kata ini seharusnya tidak dimasukkan dalam ujian karena tidak umum digunakan dalam bahasa Inggris.

Tekanan besar dalam sistem pendidikan Korea Selatan yang sangat kompetitif sebagian dianggap sebagai penyebab tingginya tingkat depresi remaja dan angka bunuh diri di negara tersebut.

Bulan ini, majelis nasional Korea Selatan mengesahkan perubahan undang-undang yang melarang lembaga pendidikan bahasa Inggris swasta mengadakan tes seleksi bagi anak-anak prasekolah.

Nilai ujian sudah lama menjadi isu yang sangat sensitif dan diawasi ketat. Minggu ini, keponakan pimpinan Samsung Electronics, Lee Jae-yong—yang berasal dari salah satu keluarga paling berpengaruh dan kaya di Korea Selatan—menjadi sorotan setelah ia dilaporkan hanya gagal satu pertanyaan dalam ujian, namun tetap lolos masuk ke universitas terbaik di negara itu, Seoul National University.