Mengenal Abebuo: Seni Unik yang Menghiasi Peti Mati di Ghana

Apa makna dibalik peti mati yang didesain dengan berbagai bentuk dan warna di Ghana?

Diterbitkan 28 November 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Accra - Tidak semua peti memiliki hal-hal yang berbau duka. Di Ghana, peti mati justru dilukis dengan warna-warna terang, seperti ada yang melukis seekor ikan merah muda raksasa, merak warna-warni, atau diukir dengan bentuk pesawat terbang yang ditambah bendera nasional.

Berbagai lukisan berwarna di Accra sering kali dikenal sebagai Abebuo yang berarti "peribahasa" untuk peti mati fantasi. Meski menjadi tempat kediaman jenazah, suasana keceriaan atau keinginan dari kehidupan sebelumnya harus tetap menemani kematian yang membuatnya tinggal dalam kegelapan.

Seperti seorang petani mungkin tidak dimakamkan dalam bentuk mobil, tetapi mungkin peti matinya berbentuk seperti peralatan yang ia gunakan semasa hidupnya.

Dikutip dari laman WTOP, Jumat (28/11/2025), meski berasal dari masyarakat Ga di Accra, pemahamannya ini menjadi meluas yang menawarkan alternatif penuh warna dibandingkan kotak kayu sederhana. Pilihan desain juga sangat bergantung pada masing-masing orang, contohnya dari bentuk singa untuk kepala suku yang melambangkan kekuasaan.

Tradisi Penuh Warna

Sementara itu, di Labadi, pinggiran kota Accra, keluarga kerajaan terikat pada lambang mereka, yang akan mengukir ayam jantan. Dalam keputusannya pun tidak sembarangan karena peti mati ini mencerminkan identitas, pekerjaan, dan status.

Biaya yang dikeluarkan mulai dari sekitar 700 dolar AS (sekitar Rp11,6 juta) tergantung pada jenis kayu dan kerumitannya, dan waktu yang dibutuhkan juga sekitar dua minggu.

Pemakaman di Ghana selalu menghidupkan keceriaan dengan beragam warna seakan menjadi perayaan kehidupan.

Upacara pemakaman menampilkan musik, tarian, dan pameran budaya. Untuk keluarga, tujuan dari perayaan sebagai penghormatan, sementara para kolektor melihatnya sebagai karya seni.

 

 

Jadi Pereda Kesedihan

Seorang pembuat peti mati, Nicolas Ablorh Annan, mengatakan bahwa tradisi ini telah menjadi bisnis keluarga yang diteruskan oleh nenek moyangnya.

Menurut Eric Kpakpo Adotey, seorang tukang kayu ahli peti mati fantasi, menjelaskan bahwa orang-orang akan lupa sejenak apa yang ada di dalamnya, kesedihan mereka perlahan mereda dan mulai terpikat oleh keahlian warna dan imajinasi desain peti mati.

Perpaduan air mata dan senyum dari tawa melihat peti mati fantasi tidak membuat mereka yang ditinggalkan menjadi sedih, justru menghadirkan cerita kehidupan seseorang yang telah meninggal melalui warna, bentuk, dan lukisan yang tergambarkan di peti kayu.