Liputan6.com, Quito - Presiden Ekuador Daniel Noboa mengklaim bahwa ia telah menjadi target tiga kali percobaan pembunuhan dalam satu bulan terakhir. Dalam wawancaranya dengan CNN pada Kamis (23/10/2025), Noboa menyebut upaya terbaru dilakukan melalui pemberian berupa selai dan cokelat yang mengandung bahan kimia beracun.
Menurut Noboa, hadiah-hadiah yang diterimanya di acara publik itu mengandung konsentrasi yang sangat tinggi dari tiga bahan kimia, dan hampir tidak mungkin ketiganya hadir bersamaan pada kadar seperti itu kecuali memang dicampurkan. Ia menegaskan bahwa hal itu merupakan bukti kuat bahwa pemberian tersebut telah disabotase.
Klaim ini muncul setelah dua dugaan serangan sebelumnya. Dalam salah satu kejadian, kerumunan massa melempari batu ke arah mobil Noboa di provinsi Cañar. Menteri Energi Ines Manzano mengatakan bahwa bekas peluru ditemukan di kendaraan tersebut. Beberapa hari sebelumnya, menurut Noboa, massa lain melemparkan bom molotov dan roket rakitan ke arah mobil yang ia tumpangi.
Advertisement
Menanggapi skeptisisme publik terkait minimnya bukti, Noboa menegaskan ancaman terhadap dirinya nyata.
Ia mengatakan kepada CNN, "Itu bukan hanya tongkat dan batu. Ada roket rakitan, bom molotov, proyektil yang masih bisa membunuhmu … dan dari ketinggian mereka melempari batu ke kaca depan dan kap mobil. Jika salah satu roket rakitan itu mengenai dada atau kepala, itu akan membunuhmu."
Dukungan Publik Menurun
Noboa, pengusaha berusia 37 tahun dan pewaris kerajaan pisang terbesar di Ekuador, memenangkan masa jabatan penuh pertamanya tahun ini dengan janji memerangi "narkoteroris" -Â kelompok kriminal bersenjata dan kartel narkoba yang ia anggap sebagai teroris - yang telah mengubah Ekuador dari negara damai menjadi salah satu dengan tingkat pembunuhan tertinggi di Amerika Latin.
Seiring waktu, ia mempertahankan pendekatan keras terhadap kejahatan yang menjadi ciri khas kampanyenya, namun kini menghadapi penurunan dukungan publik dan meningkatnya ketidakpuasan sosial. Menurut lembaga survei Cedatos, tingkat persetujuan terhadapnya turun dari 81 persen pada Februari 2024 menjadi sekitar 50 persen saat ini.
Meskipun angka itu masih relatif tinggi untuk ukuran Ekuador, Noboa kini berhadapan dengan penentangan dari kelompok masyarakat adat dan organisasi sipil atas kebijakan sepihak serta upayanya memperluas kekuasaan eksekutif.
Salah satu kebijakan yang paling memicu protes adalah pencabutan subsidi solar, yang memukul masyarakat pedesaan. Ia juga dikecam karena menggabungkan lembaga pengawas lingkungan ke dalam kementerian pertambangan, yang dianggap dapat melemahkan pengawasan, serta karena menyerang lembaga peradilan setelah Mahkamah Konstitusi menolak sejumlah kebijakan keamanan termasuk kekebalan hukum bagi aparat penegak hukum.
Dalam menghadapi gelombang protes, Noboa memberlakukan status darurat di berbagai provinsi dan mengancam akan mengerahkan militer untuk membubarkan blokade. Setelah ketegangan mereda, ia menurunkan harga solar dalam dua tahap, pada Desember dan Februari.
Advertisement
Hubungan Hangat dengan Amerika Serikat
Meski militer telah dikerahkan secara luas, angka kekerasan di Ekuador justru meningkat. Pembunuhan naik 40 persen dalam tujuh bulan pertama tahun 2025. Pekan lalu, ledakan bom mobil mengguncang Guayaquil dan menewaskan satu orang, sementara dua pembantaian terjadi di penjara pada September.
Dalam wawancara yang sama, Noboa mengakui peningkatan angka pembunuhan, tetapi menegaskan bahwa sebagian besar korban kini adalah anggota kelompok kriminal.
"Angkanya mirip dengan tahun 2023. Bedanya, pada 2023, enam dari 10 korban memiliki catatan kriminal. Sekarang, sembilan dari 10 yang tewas juga memiliki catatan kriminal. Mereka saling membunuh," ujarnya.
Namun, sejumlah analis menilai pendekatan keras tersebut tidak efektif. John Paul Pinto, analis politik di Quito, mengatakan bahwa Noboa menganggap penggunaan tentara sebagai solusi terbaik untuk melawan narkoba padahal menurutnya, itu strategi yang buruk dan tidak berhasil.
Pinto menekankan bahwa keamanan tidak hanya soal tentara, polisi, atau intelijen, tetapi juga penyelesaian masalah ekonomi dan sosial serta keterlibatan sektor swasta.
Kebijakan Noboa yang paling kontroversial saat ini adalah rencana perubahan konstitusi yang akan memungkinkan militer asing menempati pangkalan di Ekuador, yang akan diputuskan melalui referendum bulan depan. Ia bahkan telah menyiapkan rencana untuk pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di wilayah pesisir Ekuador.
Noboa juga semakin mempererat hubungan dengan Presiden Donald Trump, memujinya di media sosial dan menyatakan, "Ekuador berdiri teguh dalam perjuangan global melawan perdagangan narkoba."
Ia menegaskan kepada CNN bahwa ia mendukung kerja sama dengan Amerika Serikat dalam perang melawan narkoba, dengan mengatakan, "Perdagangan narkoba memengaruhi seluruh masyarakat dan kami telah mengajukan permohonan resmi untuk melakukan operasi bersama dengan pasukan Amerika Serikat."
Menurut analis Laura Lizarazo dari Control Risks, peningkatan kekerasan tidak akan membuat Noboa mengubah pendekatannya.
"Bagi pemerintahan Noboa, peristiwa-peristiwa itu bukan tanda kegagalan strategi keamanan, melainkan alasan untuk memperkuat langkah-langkah yang lebih agresif terhadap kelompok kriminal terorganisir," ungkap Lizarazo.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4612440/original/085661200_1697447039-download.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715568/original/030962100_1782809839-IMG_0030.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689478/original/041298400_1782749054-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_21.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5004749/original/093594200_1731553174-20241114-Trump_Bertemu_Biden-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)