Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menggeser sementara separator Transjakarta di Jalan Jenderal Gatot Subroto sisi utara, untuk mendukung pekerjaan pembangunan dan peningkatan trotoar serta bangunan pelengkap di kawasan tersebut.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, penggeseran separator dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan dan mengikuti tahapan pekerjaan. Selama pekerjaan berlangsung, bus Transjakarta akan berbagi lajur dengan kendaraan lainnya (mix traffic) pada area yang terdampak rekayasa lalu lintas.
“Penggeseran separator ini merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas untuk memberikan ruang bagi pekerjaan trotoar sekaligus menjaga konsistensi lajur. Pengaturannya kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan dan akan terus dievaluasi agar mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan,” kata Budi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Advertisement
Budi menyampaikan, pekerjaan berlangsung di Jalan Jenderal Gatot Subroto sisi utara, mulai dari depan K-Link Tower hingga simpang Pancoran depan Graha Mustika.
Adapun pekerjaan dilakukan secara bertahap dalam tiga segmen. Segmen pertama berada dari Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter dan berlangsung pada 1 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
Kemudian, segmen kedua berada dari Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika sepanjang sekitar 200 meter yang dikerjakan pada 13 September hingga 31 Oktober 2026.
Sementara itu, segmen ketiga berada dari depan K-Link Tower hingga Jalan Dukuh Patra sepanjang sekitar 200 meter dan dikerjakan pada 4 Oktober hingga 14 November 2026.
“Pada pekerjaan peningkatan trotoar juga dilakukan pekerjaan saluran dan selama pekerjaan berlangsung akan terdapat pengurangan atau penyempitan badan jalan untuk kebutuhan pagar pengaman pekerjaan,” jelas Budi.
Pelebaran Jalan
Ia menyebut area pekerjaan juga akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas, termasuk melalui penyesuaian dimensi pagar kerja.
Pada segmen sisi utara Halte Transjakarta Pancoran, juga dilakukan pelebaran jalan untuk mengoptimalkan konsistensi lajur.
Lebih lanjut, Budi menegaskan penggeseran separator Transjakarta bersifat sementara dan akan dikembalikan seperti semula setelah Dinas Bina Marga menyelesaikan pekerjaan pembangunan dan peningkatan trotoar.
“Dinas Perhubungan mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara di sekitar lokasi pekerjaan,” kata Budi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326998/original/002739300_1787046240-Screenshot_2026-08-18_162316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326567/original/092602700_1787027929-Screenshot_2026-08-18_110108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4308949/original/005498300_1675159370-Tarif_integrasi_transportasi_umum_di_jakarta_masih_di_kaji_pemprov_DKI-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322673/original/000633800_1786553365-Warga_jalan_kaki_di_jalur_langit_imbas_TransJakarta_mogok.jpeg)