Liputan6.com, Washington, DC - Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak menginginkan pertemuan yang sia-sia setelah rencana untuk mengadakan pembicaraan tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Hongaria untuk membahas perang di Ukraina dibatalkan.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada hari Selasa (21/10/2025), presiden Amerika Serikat itu mengindikasikan bahwa titik perbedaan utama tetap pada penolakan Rusia untuk menghentikan pertempuran di sepanjang garis depan saat ini.Â
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang pejabat Gedung Putih menuturkan bahwa tidak ada rencana untuk pertemuan Trump–Putin dalam waktu dekat, meskipun pada hari Kamis (16/10) Trump mengungkapkan bahwa dirinya dan Putin akan mengadakan pembicaraan di Budapest dalam waktu dua minggu ke depan.Â
Advertisement
Trump dan Putin terakhir kali bertemu di Alaska pada bulan Agustus tanpa membuahkan hasil konkret apa pun. Keputusan Gedung Putih untuk membatalkan rencana pertemuan berikutnya antara Trump dan Putin dipandang sebagai upaya untuk menghindari skenario serupa.
"Saya kira Rusia menginginkan terlalu banyak dan akhirnya menjadi jelas bagi pihak Amerika Serikat bahwa tidak akan ada kesepakatan yang dapat dicapai Trump di Budapest," ujar seorang diplomat senior Eropa kepada Reuters.Â
Semula, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dijadwalkan bertemu minggu ini untuk mempersiapkan tatap muka Trump-Putin. Namun, belakangan Gedung Putih mengatakan keduanya telah melakukan pembicaraan telepon yang produktif dan pertemuan langsung tidak lagi diperlukan.
Penolakan Rusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237323/original/016506200_1748590192-20250530-Serangan_Ukraina-AFP_2.jpg)
Pada hari Senin (20/10), Trump menyatakan mendukung proposal gencatan senjata yang didukung oleh Ukraina dan para pemimpin Eropa untuk membekukan konflik di sepanjang garis depan saat ini.
Rusia berulang kali menolak gagasan untuk membekukan garis kontak saat ini.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa gagasan tersebut telah berulang kali diajukan, namun Rusia tetap teguh pada pendiriannya.
"Rusia hanya tertarik pada perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan," ujar Sergei Lavrov pada hari Selasa, dengan mengisyaratkan bahwa pembekuan garis depan hanya akan menghasilkan gencatan senjata sementara.
Penyebab mendasar dari konflik perlu diselesaikan, lanjut Lavrov — menggunakan istilah khas Kremlin untuk merujuk pada serangkaian tuntutan yang mencakup pengakuan atas kedaulatan penuh Rusia terhadap wilayah Donbas serta demiliterisasi Ukraina — hal yang sama sekali tidak dapat diterima bagi Ukraina dan sekutunya.
Trump sendiri pada dasarnya mengusulkan gencatan senjata permanen di mana Rusia tidak perlu menarik pasukannya dari wilayah yang sudah dikuasai, Ukraina tidak kehilangan wilayah lebih jauh, dan pertempuran dihentikan seperti keadaan saat ini. Namun, ini sangat kontroversial, karena bagi Ukraina dan sekutunya, hal itu berarti mengakui pendudukan Rusia secara de facto. Sementara bagi Rusia, itu berarti membekukan keuntungan militernya tanpa mencapai tujuannya sepenuhnya.
Â
Â
Advertisement
Desakan Trump ke Ukraina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167217/original/075396600_1742344098-Untitled.jpg)
Para pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan bersama dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Selasa yang menegaskan bahwa setiap pembicaraan untuk mengakhiri perang harus dimulai dengan membekukan garis depan saat ini. Mereka menuduh Rusia tidak serius tentang perdamaian.
Zelenskyy mengatakan bahwa pembahasan mengenai garis depan merupakan awal dari diplomasi, yang justru dihindari oleh Rusia dengan segala cara. Menurutnya, satu-satunya hal yang dapat menarik perhatian Rusia secara serius adalah pasokan senjata jarak jauh ke Ukraina.Â
Trump membicarakan rencana pertemuan di ibu kota Hongaria melalui sambungan telepon dengan Putin pada Kamis pekan lalu, sehari sebelum bertatap muka dengan Zelenskyy di Gedung Putih.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa pembicaraan Trump-Zelenskyy berlangsung dalam suasana tegang, dengan sejumlah sumber menyatakan bahwa Trump mendesak Zelenskyy menyerahkan sebagian besar wilayah di kawasan timur Donetsk dan Luhansk — yang secara kolektif dikenal sebagai Donbas — sebagai bagian dari kesepakatan dengan Rusia.
Namun, Zelenskyy selalu menegaskan bahwa Ukraina tidak dapat melepaskan bagian Donbas yang masih dikuasainya, dengan alasan bahwa Rusia bisa saja menggunakan wilayah tersebut sebagai landasan untuk serangan lebih lanjut di masa depan.
Panggilan telepon tidak terjadwal Putin dengan Trump pada hari Kamis lalu terjadi setelah muncul spekulasi bahwa Amerika Serikat sedang bersiap untuk mengirim rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina — yang berpotensi mampu menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.
Zelenskyy mengatakan bahwa isu mengenai rudal Tomahawk itulah yang memaksa Rusia mau terlibat dalam pembicaraan.
Meskipun ia tidak memperoleh hasil konkret dari pertemuannya di Gedung Putih, Zelenskyy menambahkan bahwa pembicaraan mengenai rudal ternyata menjadi investasi kuat dalam diplomasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1407600/original/044869100_1479293912-Vladimir_Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308645/original/046383000_1785153827-yacht_Motor_A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5147244/original/044397400_1740964383-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391478/original/062207700_1761327201-000_787T9XG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308186/original/095175200_1785131660-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308084/original/023605700_1785127567-Korban_perang_AS-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4373616/original/042892900_1679963213-Israel-Netanyahu-AFP-800x500-780x470.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308036/original/083725000_1785126311-Penembakan_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524833/original/035238900_1773017298-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520902/original/004648400_1772664808-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306680/original/030542900_1784889398-Untitled.jpg)