Emir Qatar Pimpin Doa Jenazah 6 Korban Tewas Serangan Israel di Doha

Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memimpin doa bersama puluhan pelayat.

Diterbitkan 12 September 2025, 14:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Doha - Doha berduka setelah enam peti jenazah dibawa ke Masjid Sheikh Mohammed bin Abdul Wahhab pada Rabu (10/9/2025). Satu di antaranya berbalut bendera Qatar, sementara lima lainnya dengan bendera Palestina.

Di hadapan peti-peti jenazah itu, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memimpin doa bersama puluhan pelayat. Sebagian hadir mengenakan jubah putih tradisional, sementara lainnya berseragam militer.

Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Qatar, para korban akan dimakamkan di Pemakaman Mesaimeer usai salat jenazah. Untuk menjaga keamanan, aparat menyiagakan pos pemeriksaan di jalan-jalan menuju masjid.

Jenazah-jenazah tersebut merupakan korban serangan udara Israel di ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa lalu. Serangan itu menargetkan para pemimpin Hamas, meski kelompok tersebut menyatakan pejabat tingginya selamat.

Hamas mengonfirmasi lima anggotanya tewas, termasuk Hamam — putra negosiator senior Khalil al-Hayya, direktur kantor Hayya, Jihad Labad, serta tiga pengawal: Ahmad Mamlouk, Abdallah Abdelwahd, dan Mumen Hassoun. Selain itu, seorang prajurit Qatar, Kopral Badr Saad Mohammed al-Humaidi al-Dosari, juga turut menjadi korban.

Dalam wawancara dengan CNN, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan belum dapat memastikan kondisi Khalil al-Hayya, yang tidak tampak dalam rekaman pemakaman. Ia menegaskan serangan Israel ini telah menghancurkan harapan pembebasan sandera Israel di Gaza.

“Qatar kini sedang mengevaluasi kembali segalanya terkait peran kami sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata,” ujar Sheikh Mohammed.

 

Guncangan di Kawasan Teluk

Sejak 2012, Doha menjadi tuan rumah kantor politik Hamas dengan restu Amerika Serikat, yang menganggap keberadaan itu penting untuk menjaga jalur komunikasi. Namun, serangan Israel kali ini — yang pertama kali menghantam wilayah Teluk — mengguncang kawasan yang selama ini relatif terlindungi dari konflik bersenjata di Timur Tengah.

Sheikh Mohammed menyerukan respons kolektif dari dunia Arab dan Islam. Ia mengusulkan penyelenggaraan pertemuan puncak Arab-Islam di Doha untuk menentukan langkah bersama menghadapi serangan tersebut.

Aksi Israel itu menuai kecaman internasional dan mengingatkan kembali pada peristiwa Juli 2024, ketika mantan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas dalam serangan di Iran yang juga dikaitkan dengan Israel. Saat itu, Haniyeh dimakamkan di Qatar.