Swiss Akan Lindungi Putin dari Penangkapan Jika Hadiri Perundingan Damai Rusia-Ukraina di Jenewa

Putin hingga saat ini masih menjadi subjek surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Diterbitkan 21 Agustus 2025, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jenewa - Swiss menyatakan siap memberikan kekebalan hukum dari upaya penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin apabila ia menghadiri perundingan damai di Jenewa. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis.

"Tujuan untuk menyambut Presiden Putin ke Swiss tanpa penangkapannya 100 persen dapat dicapai," kata Cassis, dikutip dari laman Kyivindependent, Kamis (21/8/2025).

Ia menegaskan, kekebalan tersebut hanya berlaku untuk kehadiran resmi dalam perundingan damai, bukan untuk kunjungan pribadi.

Pernyataan ini muncul di tengah dorongan baru untuk mempertemukan langsung Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan Putin. Upaya mediasi terutama dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah sekutu Eropa Kyiv, dengan Swiss diajukan sebagai salah satu calon tuan rumah pertemuan tersebut.

Putin saat ini masih menjadi subjek surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan keterlibatannya dalam penculikan serta deportasi massal anak-anak Ukraina ke Rusia.

Sebagai negara penandatangan Statuta Roma, Swiss secara hukum berkewajiban menegakkan perintah itu. Namun, Cassis menyebut pengecualian khusus bisa diberlakukan jika menyangkut perundingan damai resmi.

Menurut data Ukraina, lebih dari 19.500 anak telah diculik oleh Rusia sejak invasi skala penuh dimulai, lalu dipindahkan secara paksa ke Rusia, wilayah Ukraina yang diduduki, atau Belarus. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 1.545 anak yang berhasil dipulangkan.

Tahun lalu, Swiss juga menjadi tuan rumah KTT Perdamaian Ukraina pada Juni 2024, yang dihadiri sekitar 100 negara dan organisasi internasional. Sebanyak 78 negara serta empat organisasi menandatangani komunike bersama, menyerukan agar Rusia membebaskan semua tawanan perang dan memulangkan seluruh anak Ukraina yang dideportasi.