Filipina Protes Peluncuran Roket China Usai Puingnya Picu Kepanikan

Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, namun saat itu puing roket China jatuh jauh dari wilayah Filipina.

Diterbitkan 06 Agustus 2025, 12:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Filipina pada Selasa (5/8/2025), mengecam peluncuran roket terbaru oleh China yang mengakibatkan jatuhnya puing yang berasal dari roket tersebut di dekat sebuah provinsi di Filipina bagian barat. Pihak berwenang mengatakan insiden ini memicu kepanikan dan menimbulkan bahaya bagi masyarakat, kapal, dan pesawat.

Penasihat Keamanan Nasional Filipina Eduardo Ano menyebutkan, tidak ada laporan langsung mengenai korban luka atau kerusakan akibat puing roket yang jatuh di dekat Provinsi Palawan pada Senin (4/8) malam. Namun, dia menambahkan bahwa puing-puing ini jelas menimbulkan bahaya dan risiko terhadap wilayah daratan serta kapal, pesawat, kapal nelayan, dan kapal lainnya di dekat zona jatuh yang diperkirakan.

"Kami mengecam dengan tegas pengujian yang tidak bertanggung jawab oleh Republik Rakyat China atas roket Long March 12-nya, yang menyebabkan kepanikan di masyarakat dan membahayakan warga Palawan," kata Ano seperti dilansir AP.

China sejauh ini belum merespons protes Filipina.

Masyarakat merasa panik setelah mendengar ledakan keras pada Senin malam di Kota Puerto Princesa, Palawan, dan kota-kota terdekat, ungkap Ano, seraya menambahkan bahwa warga setempat juga melihat bola api melintasi langit yang kemudian meledak dan menyebabkan tanah bergetar.

Kantor Berita Resmi China, Xinhua, melaporkan bahwa roket Long March-12 diluncurkan pada Senin malam dari lokasi peluncuran komersial di Hainan dan berhasil mengangkut sekelompok satelit internet ke orbit yang telah ditentukan. Ini merupakan misi ke-587 dari seri roket Long March.

Belum jelas apakah pihak berwenang China telah memberi tahu negara-negara tetangga seperti Filipina tentang kemungkinan adanya puing dari peluncuran roket terbarunya.

Badan Antariksa Filipina pada Senin menyatakan bahwa puing dari peluncuran roket diperkirakan jatuh di dua zona, yaitu sekitar 39 kilometer dari Kota Puerto Princesa di Palawan dan 33 kilometer dari Taman Alam Terumbu Karang Tubbataha, sebuah kawasan terumbu karang di Laut Sulu lepas pantai timur Palawan yang populer di kalangan penyelam dan konservasionis.

"Puing roket yang tidak terbakar, seperti booster dan fairing, dirancang untuk dibuang saat roket memasuki luar angkasa," sebut Badan Antariksa Filipina. "Meskipun tidak diproyeksikan akan jatuh di daratan atau daerah berpenduduk, puing yang jatuh tetap menimbulkan bahaya dan potensi risiko bagi kapal, pesawat, kapal nelayan, dan kapal lain yang melintasi zona jatuh."

Ano menyebutkan, pesawat dan kapal Filipina telah dikerahkan pada Selasa untuk mencari puing roket tersebut. Dia meminta masyarakat untuk segera memberi tahu pihak berwenang jika menemukan puing apa pun, namun memperingatkan agar tidak menyentuhnya karena kemungkinan mengandung sisa bahan bakar beracun.