Peserta Magang Nasional Bisa Dapat Gaji Rp 3,5 Juta sampai Rp 6 Juta

Selain memperoleh gaji, peserta magang nasional akan mendapatkan pendampingan dari mentor.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 18:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 dengan kuota 150 ribu orang. Bagi peserta magang, pemerintah akan memberikan gaji berkisar Rp 3,5 juta sampai Rp 6 juta per bulan.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 sampai Rp6 juta per-bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada Senin lalu.

Selain memperoleh gaji, peserta magang nasional akan mendapatkan pendampingan dari mentor atau pekerja senior untuk meningkatkan keterampilan kerja. Mereka akan mengikuti masa magang selama enam bulan di perusahaan mitra. 

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel," kata Teddy.

Program Magang Nasional merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang mulai dijalankan sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program itu bertujuan menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih mudah memasuki dunia kerja dan menyasar lulusan sarjana, penyandang disabilitas, serta peserta dari berbagai profesi.

"Salah satu 'PR' pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Pada 2026, jumlah peserta PMN ditingkatkan menjadi 150 ribu orang dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. Mereka akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan milik BUMN maupun swasta di berbagai daerah.

Peserta Angkatan Pertama Langsung Jadi Pegawai Tetap

Pemerintah menilai pelaksanaan Program Magang Nasional pada tahun pertama menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Menurut Teddy, dari 100 ribu peserta yang mengikuti PMN pada 2025, sekitar 30 persen atau kurang lebih 30 ribu orang langsung direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Sementara itu, sekitar 30 persen lainnya masih menunggu proses rekrutmen dan diperkirakan akan memperoleh pekerjaan dalam waktu dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.

"Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," kata Teddy.

Melalui peningkatan jumlah peserta pada 2026, pemerintah berharap Program Magang Nasional semakin efektif menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan dunia industri. Selain meningkatkan keterampilan kerja, program ini juga diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja muda, termasuk lulusan baru dan penyandang disabilitas, sehingga mereka lebih siap bersaing di pasar kerja nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6