Liputan6.com, Jakarta Dunia hewan menyimpan keanekaragaman yang luar biasa, mulai dari organisme bersel satu di dasar laut hingga mamalia raksasa yang mengarungi samudra. Terdapat sekitar sembilan juta spesies hewan di dalam kingdom Animalia, dan memahami jenis jenis hewan menjadi langkah awal untuk mengenal kehidupan di planet ini secara lebih mendalam.
Klasifikasi hewan merupakan proses mengidentifikasi, memberi nama, dan mengorganisasi spesies hewan ke dalam kelompok-kelompok tertentu. Pengetahuan tentang jenis jenis hewan tidak hanya penting bagi ilmu biologi, tetapi juga mendukung upaya konservasi dan pelestarian lingkungan di seluruh dunia.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari satu juta spesies, dan masih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan. Melansir dari A-Z Animals, sistem klasifikasi hewan dimulai dari tingkat paling luas yaitu kingdom, kemudian dipersempit menjadi filum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies - sebuah struktur hierarkis yang membantu manusia memahami hubungan evolusioner antarspesies.
Advertisement
Pengertian dan Sistem Klasifikasi Jenis Jenis Hewan
Sebelum mempelajari pengelompokan secara rinci, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan klasifikasi hewan dan mengapa sistem ini dibuat. Dalam ilmu biologi, seluruh hewan termasuk dalam kingdom Animalia yang merupakan salah satu dari enam kingdom makhluk hidup.
Organisme yang diklasifikasikan dalam kingdom Animalia bersifat heterotrof dan eukariotik multiseluler - artinya mereka bergantung pada sumber eksternal untuk memperoleh nutrisi dan memiliki sel dengan inti yang terspesialisasi. Hewan di dalam kingdom ini meliputi ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
Carl Linnaeus menciptakan sistem taksonomi pada abad ke-18 yang masih digunakan hingga saat ini. Sistem ini menetapkan bahwa setiap hewan memiliki nama Latin atau nama ilmiah yang unik, terlepas dari nama umum lokal dan bahasa setempat. Tingkatan klasifikasi dalam taksonomi meliputi domain, kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies.
Baca juga: Contoh Hewan Vertebrata, Ciri-Ciri, dan Jenisnya yang Perlu Diketahui
Terdapat beberapa pendekatan utama dalam mengklasifikasikan jenis jenis hewan, di antaranya:
- Berdasarkan tulang belakang - dibagi menjadi vertebrata (bertulang belakang) dan invertebrata (tanpa tulang belakang).
- Berdasarkan jenis makanan - mencakup herbivora, karnivora, dan omnivora.
- Berdasarkan habitat - meliputi hewan darat, air, dan amfibi.
- Berdasarkan cara berkembang biak - terdiri dari ovipar, vivipar, dan ovovivipar.
- Berdasarkan regulasi suhu tubuh - dibedakan menjadi berdarah panas (homoioterm) dan berdarah dingin (poikiloterm).
- Berdasarkan filum - seperti Chordata, Arthropoda, Mollusca, dan sebagainya.
Advertisement
Jenis Jenis Hewan Berdasarkan Tulang Belakang: Vertebrata dan Invertebrata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782976/original/024885800_1782895209-ChatGPT_Image_Jul_1__2026__03_39_41_PM.jpg)
Salah satu cara paling mendasar dalam mengelompokkan jenis jenis hewan adalah berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang. Pembagian ini menghasilkan dua kelompok besar yang membentuk fondasi pemahaman zoologi modern.
Golongan invertebrata menyusun mayoritas besar hewan di planet Bumi, sekitar 97 persen. Sementara itu, berdasarkan data dari Deep Sea World, diperkirakan terdapat sekitar 66.800 spesies vertebrata, dibandingkan lebih dari 1,3 juta invertebrata.
Hewan Vertebrata
Vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang atau kolom vertebral, yang berfungsi menyokong tubuh dan melindungi organ vital seperti sumsum tulang belakang. Vertebrata diklasifikasikan ke dalam lima kelompok utama: mamalia, reptil, amfibi, burung, dan ikan.
Kelima kelas vertebrata tersebut memiliki karakteristik berbeda:
- Pisces (Ikan) - Ikan merupakan jenis hewan vertebrata yang hidup di air dan bernapas menggunakan insang. Ikan termasuk hewan berdarah dingin. Contoh: lele, gurami, tongkol, dan hiu.
- Amphibia (Amfibi) - Hewan amfibi memiliki keunikan tersendiri karena hidup di dua alam, yaitu air dan darat. Contoh: katak, kodok, dan salamander.
- Reptilia (Reptil) - Reptil adalah vertebrata berdarah dingin yang merayap dan menggali tanah dengan sisik epidermal, serta kebanyakan ditemukan di bagian dunia yang lebih hangat. Contoh: kadal, ular, buaya, dan kura-kura.
- Aves (Burung) - Aves adalah klasifikasi hewan yang termasuk pada burung, dengan sekitar 10.000 spesies di seluruh dunia yang menempati hampir semua habitat bumi. Contoh: elang, merpati, dan penguin.
- Mammalia (Mamalia) - Mamalia adalah kategori untuk hewan yang menyusui dan merupakan salah satu spesies yang paling berkembang dalam kelas vertebrata, dicirikan oleh adanya kelenjar susu. Contoh: kucing, gajah, paus, dan manusia.
Baca juga: 10 Ciri-Ciri Vertebrata yang Wajib Diketahui
Hewan Invertebrata
Invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang, termasuk hewan dengan tubuh lunak atau kerangka luar. Meskipun sering dianggap kurang kompleks, invertebrata justru menampilkan keragaman luar biasa. Arthropoda merupakan filum terbesar dalam kingdom Animalia, mencakup serangga, arachnida, dan krustasea.
Kelompok utama invertebrata meliputi:
- Arthropoda - Serangga, laba-laba, kepiting, dan udang. Mereka membentuk kelompok terbesar dalam kingdom Animalia dan sebagian besar serangga termasuk dalam filum ini.
- Mollusca - Mollusca merupakan filum terbesar kedua setelah Arthropoda, dengan sekitar 85.000 spesies yang telah dikenali. Contoh: siput, kerang, cumi-cumi, dan gurita.
- Echinodermata - Ekinodermata adalah hewan berkulit duri yang hidup secara eksklusif di habitat laut. Contoh: bintang laut dan teripang.
- Cnidaria - Ubur-ubur, anemon laut, dan karang.
- Annelida - Annelida ditemukan di berbagai habitat seperti darat, air tawar, dan laut, dengan tubuh simetris bilateral. Contoh: cacing tanah dan lintah.
- Porifera - Spons laut yang hidup menetap di dasar laut.
Baca juga: 12 Contoh Hewan Invertebrata yang Menarik untuk Dipelajari
Vertebrata berdarah dingin seperti ikan, amfibi, dan reptil tidak dapat mengatur suhu tubuh secara internal - suhu tubuh mereka berubah mengikuti lingkungan. Sebaliknya, vertebrata berdarah panas seperti burung dan mamalia mempertahankan suhu tubuh konstan menggunakan lapisan lemak, bulu, atau rambut.
Jenis Jenis Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1772001/original/013440900_1510814370-494856046.jpg)
Pengelompokan hewan berdasarkan jenis makanan merupakan salah satu klasifikasi yang paling mudah dipahami. Hewan dikategorikan sebagai herbivora, karnivora, dan omnivora - herbivora mengonsumsi tumbuhan, karnivora mengonsumsi daging, sedangkan omnivora memakan keduanya.
Perbedaan jenis makanan ini turut memengaruhi struktur fisik hewan, mulai dari bentuk gigi, cakar, hingga sistem pencernaan yang dimilikinya. Berikut penjelasan masing-masing kelompok jenis jenis hewan berdasarkan makanannya.
1. Herbivora (Pemakan Tumbuhan)
Herbivora adalah hewan yang hanya makan tumbuhan dan tidak memakan daging. Ciri khas hewan herbivora antara lain memiliki gigi geraham yang lebar untuk mengunyah dedaunan, sistem pencernaan yang panjang, dan umumnya bersifat jinak. Contoh hewan herbivora meliputi sapi, kambing, kerbau, jerapah, kelinci, rusa, dan zebra.
Baca juga: Herbivora adalah Hewan Pemakan Tumbuhan, Kenali Bedanya dengan Karnivora dan Omnivora
2. Karnivora (Pemakan Daging)
Karnivora memiliki taring dan cakar yang sangat berguna - taring berfungsi untuk merobek daging dari mangsa, sementara cakar untuk mencengkeram mangsa saat berburu. Beberapa karnivora hanya dapat bertahan hidup dengan memakan daging dan disebut karnivora obligat - tubuh mereka tidak dapat mencerna tanaman dengan baik sehingga tanaman tidak menyediakan nutrisi yang cukup.
Contoh hewan karnivora: singa, harimau, buaya, ular, elang, hiu, dan kucing. Menariknya, dalam rantai makanan, karnivora menempati posisi sebagai konsumen tingkat tinggi yang berperan mengontrol populasi herbivora.
Baca juga: Karnivora Adalah Pemakan Daging, Ketahui Kedudukannya di Rantai Makanan
3. Omnivora (Pemakan Segala)
Omnivora adalah organisme yang makanannya terdiri dari tumbuhan dan hewan - mereka berbeda dari herbivora dan karnivora, bahkan sumber makanan lain termasuk ganggang, jamur, dan bakteri juga bisa dimasukkan ke dalam makanan mereka. Tidak seperti herbivora yang punya gigi khusus untuk makan tumbuhan dan karnivora yang memiliki gigi dirancang khusus untuk makan daging, hewan omnivora memiliki gigi yang sesuai untuk kedua jenis makanan.
Contoh hewan omnivora adalah beruang, babi, ayam, bebek, tikus, dan manusia. Dalam ekosistem, hewan omnivora memiliki keunggulan adaptasi karena fleksibilitas pola makannya.
Baca juga: 7 Contoh Hewan Omnivora, Pahami Juga Pengertian dan Ciri-Cirinya
Advertisement
Jenis Jenis Hewan Berdasarkan Habitatnya
Habitat merupakan faktor penting yang memengaruhi evolusi dan adaptasi hewan selama jutaan tahun. Berbagai jenis jenis hewan telah mengembangkan kemampuan unik untuk bertahan hidup di lingkungan tertentu, mulai dari kedalaman samudra hingga puncak pegunungan tertinggi.
Berikut klasifikasi jenis jenis hewan berdasarkan tempat hidupnya:
- Hewan Darat (Terestrial) - Hewan yang menjalani seluruh siklus hidupnya di daratan. Contoh: singa, gajah, harimau, dan rusa. Mereka bernapas dengan paru-paru dan memiliki anggota gerak untuk berjalan atau berlari.
- Hewan Air (Akuatik) - Hewan yang hidup di lingkungan perairan, baik air tawar maupun air laut. Contoh: ikan mas, hiu, paus, dan gurita. Mereka umumnya bernapas dengan insang dan memiliki sirip untuk berenang.
- Hewan Amfibi - Hewan amfibi hidup di dua alam, yaitu air dan darat, dengan alat pernapasan berupa insang dan paru-paru. Contoh: katak, kodok, dan salamander.
- Hewan Udara (Aerial) - Hewan yang menghabiskan sebagian besar waktunya terbang di udara. Contoh: elang, burung kolibri, dan kelelawar.
- Hewan Arboreal - Hewan yang hidup di atas pohon. Contoh: monyet, koala, dan tupai. Binturong juga termasuk hewan arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktu di kanopi hutan.
- Hewan Penggali (Fossorial) - Hewan yang hidup di dalam tanah. Contoh: cacing tanah, tikus tanah, dan kelabang.
- Hewan Air Payau - Hewan yang hidup di wilayah pertemuan air tawar dan air laut (muara). Contoh: buaya muara dan beberapa jenis ikan.
Baca juga: Contoh Hewan Amfibi di Sekitar Kita, Pahami Pengertian dan Ciri-Cirinya
Â
Jenis Jenis Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biak
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3106423/original/023538500_1587318492-4.jpg)
Cara berkembang biak menjadi aspek fundamental dalam pengelompokan jenis jenis hewan. Setiap metode reproduksi mencerminkan adaptasi evolusioner yang memungkinkan spesies tertentu bertahan dalam kondisi lingkungan yang beragam.Â
Terdapat tiga kategori utama cara berkembang biak hewan:
1. Ovipar (Bertelur)
Hewan ovipar berkembang biak dengan cara bertelur, di mana embrio berkembang di luar tubuh induk. Proses pembuahan pada hewan ovipar bisa terjadi secara internal maupun eksternal. Contoh hewan ovipar: ayam, bebek, penyu, buaya, ikan, dan sebagian besar serangga.
2. Vivipar (Melahirkan)
Hewan vivipar berkembang biak dengan cara melahirkan, di mana embrio tumbuh di dalam rahim induk betina sampai siap dilahirkan. Umumnya, hewan mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan dan tubuhnya banyak ditutupi oleh rambut. Contoh hewan vivipar: kucing, gajah, lumba-lumba, sapi, dan harimau.
3. Ovovivipar (Bertelur dan Melahirkan)
Istilah ovovivipar berasal dari kata 'ovum' yang berarti telur, dan 'vivipar' yang berarti melahirkan - hewan ovovivipar menggabungkan dua metode reproduksi yaitu bertelur dan melahirkan. Telur berkembang di dalam tubuh induk dan menetas saat keluar. Contoh hewan ovovivipar: beberapa jenis hiu, ular derik, dan kadal tertentu.
Baca juga: 13 Contoh Hewan Ovovivipar, Kenali Ciri-cirinya
Â
Advertisement
Jenis Jenis Hewan Langka yang Dilindungi di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4068034/original/043228500_1656552613-pexels-jeffry-surianto-8856172.jpg)
Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, namun banyak spesies yang kini terancam punah. Indonesia memang terkenal dengan daftar panjang satwa liar terancam punah - menurut IUCN, sekitar 184 jenis mamalia, 119 jenis burung, 32 jenis reptil, 32 jenis amfibi, dan 140 jenis satwa lainnya di Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat rentan.
Berikut beberapa jenis jenis hewan langka yang dilindungi di Indonesia:
- Komodo (Varanus komodoensis) - Komodo adalah salah satu hewan darat terbesar di dunia yang langka bahkan hampir punah, merupakan hewan endemik yang hidup di Pulau Komodo, Rinca, Padar, serta Flores.
- Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) - Badak Jawa atau badak bercula satu merupakan hewan langka yang banyak ditemukan di Pulau Jawa, dengan populasi yang dari tahun ke tahun mengalami penyusutan.
- Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) - Satu-satunya subspesies harimau yang masih bertahan hidup di Indonesia, menghuni hutan-hutan Sumatera.
- Orangutan Kalimantan dan Sumatera - Orangutan Sumatera merupakan salah satu spesies orangutan yang terancam punah dan hanya ditemukan di Kepulauan Sumatera.
- Burung Cendrawasih - Cendrawasih adalah spesies endemik dari keluarga Paradisaeidae yang dapat ditemukan di Papua, dengan bulu berornamen halus berwarna cerah dan ekor panjang.
- Anoa - Anoa adalah hewan langka yang berasal dari Sulawesi, merupakan kerbau dengan ukuran yang sangat kecil yang tinggal di dataran rendah dan dataran tinggi.
- Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) - Burung endemik Bali yang populasinya sangat sedikit akibat perburuan liar dan lambatnya proses berkembang biak.
- Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) - Subspesies gajah Asia yang terancam punah akibat deforestasi dan konflik dengan manusia.
Baca juga: 6 Hewan Endemik Indonesia yang Dinyatakan Punah
Upaya pelestarian menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Indonesia dan banyak organisasi konservasi telah mengambil tindakan untuk melindungi satwa langka dan habitatnya, termasuk menjadikan sejumlah spesies dilindungi secara hukum. Keberadaan suaka margasatwa dan taman nasional menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian fauna Indonesia.
Baca juga: Vertebrata adalah Hewan Bertulang Belakang, Ini Ciri, Kelompok, dan Contohnya
Baca juga: 8 Ciri Hewan Reptil, Ketahui Keistimewaannya
Baca juga: Omnivora adalah Pemakan Segala, Kenali Ciri-Ciri dan Contohnya
Memahami jenis jenis hewan secara menyeluruh bukan sekadar pengetahuan akademis. Setiap klasifikasi membantu kita melihat betapa kompleks dan indahnya jaringan kehidupan di Bumi. Dengan pengetahuan ini, diharapkan setiap orang lebih peduli terhadap kelestarian satwa dan ekosistem yang menjadi rumah bersama seluruh makhluk hidup.
Pertanyaan Seputar Jenis Jenis Hewan
Apa perbedaan utama antara hewan vertebrata dan invertebrata?
Perbedaan paling mendasar terletak pada ada atau tidaknya tulang belakang. Hewan dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama: vertebrata dan invertebrata. Vertebrata memiliki kerangka dalam (endoskeleton) yang menyokong tubuh, sementara invertebrata umumnya memiliki kerangka luar (eksoskeleton) atau tubuh lunak tanpa kerangka internal. Vertebrata mencakup ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia, sedangkan invertebrata meliputi serangga, cacing, ubur-ubur, dan gurita.
Mengapa hewan dikelompokkan berdasarkan jenis makanannya?
Pengelompokan berdasarkan jenis makanan membantu memahami peran setiap hewan dalam rantai makanan dan keseimbangan ekosistem. Herbivora berperan sebagai konsumen primer yang memakan tumbuhan, karnivora sebagai predator yang mengontrol populasi herbivora, dan omnivora sebagai hewan fleksibel yang dapat mengonsumsi kedua jenis makanan. Klasifikasi ini juga mencerminkan perbedaan struktur fisik hewan, seperti bentuk gigi dan sistem pencernaan.
Apa saja hewan langka di Indonesia yang paling terancam punah?
Indonesia memiliki banyak hewan langka yang terancam punah, di antaranya Badak Jawa yang populasinya sangat sedikit, Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera dan Kalimantan, Komodo, dan Jalak Bali.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782692/original/060555100_1782894733-28413fbe-5051-4e4e-a29a-c39b74dba762.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578183/original/046780700_1782536493-SyW1NoAkdL8yHQQQNbIjj2vQ5TjaRpS1b1Y4tp4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715347/original/057741800_1782800457-d35lrsFBeyzTItG8vT5bowBUk5f7MOA89iSP3ucR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715336/original/036239900_1782800444-ZQAriodL5E6sJYR3ln4xgeNTOQYAPPKu2wG8rniW.jpg)