Liputan6.com, Jakarta Istilah stecu belakangan ini viral di media sosial, terutama TikTok, dan membuat banyak orang penasaran dengan maknanya. Stecu artinya adalah singkatan dari "stelan cuek," sebuah istilah yang menggambarkan sikap seseorang yang sengaja bersikap cuek atau acuh tak acuh, biasanya untuk menjaga citra atau menguji keseriusan seseorang.
Popularitas kata ini melejit berkat lagu "Stecu Stecu" yang dinyanyikan oleh Faris Adam, yang dirilis pada 5 Maret 2025 di YouTube dan kini telah ditonton lebih dari 54 juta kali. Lagu dengan dialek khas Indonesia Timur ini berhasil menjadi tren nasional, sehingga banyak orang kemudian mencari tahu stecu artinya secara lebih mendalam.
Apa Itu Stecu? Pengertian Lengkap Istilah Stelan Cuek
Secara literal, kata stecu merupakan akronim dari "stelan cuek" atau "setelan cuek." Dalam konteks linguistik bahasa gaul Indonesia, kata "stelan" merujuk pada gaya, sikap, atau perilaku yang dipasang seseorang dalam situasi tertentu. Sementara itu, kata "cuek" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai sikap tidak peduli atau masa bodoh. Ketika digabungkan, stecu menggambarkan seseorang yang memasang sikap acuh tak acuh secara sengaja, meskipun sebenarnya menyimpan ketertarikan atau perhatian di balik sikap dingin tersebut. Istilah ini lantas menjadi bagian dari kosakata gaul anak muda yang digunakan secara luas di berbagai platform digital.
Dalam buku Bhinneka: Enam Belas Karangan tentang Agama, Sastra, dan Bahasa di Indonesia karya Henri Chambert-Loir, disebutkan bahwa kata "cuek" sendiri mulai digunakan secara luas di kalangan remaja dan akhirnya masuk ke dalam bahasa Indonesia sehari-hari tanpa penjelasan makna karena dianggap sudah dipahami secara umum. Akar historis ini menunjukkan bahwa istilah stecu sejatinya berangkat dari tradisi bahasa prokem yang telah lama berkembang di Indonesia sejak era 80-an hingga 90-an.
Lebih jauh, makna stecu tidak terbatas pada konteks percintaan semata. Dalam penggunaan yang lebih luas, istilah ini juga dapat merujuk pada gaya berpenampilan yang terlihat santai namun tetap menarik perhatian. Seseorang yang tampil kasual dengan percaya diri dan tetap memancarkan aura positif kerap disebut memiliki setelan cuek yang kuat. Dimensi ganda inilah yang membuat stecu menjadi konsep multifaset, mencakup sikap mental sekaligus presentasi fisik yang effortless namun memikat.
Advertisement
Asal-Usul Stecu: Dari Lagu Faris Adam hingga Fenomena Viral
Popularitas istilah stecu tidak muncul begitu saja dari ruang hampa. Kata ini meledak ke permukaan berkat sebuah lagu berjudul "Stecu Stecu" yang dinyanyikan oleh Faris Adam, seorang musisi muda asal Indonesia Timur. Lagu ini bahkan berhasil meraih peringkat ke-8 dalam daftar Top 10 Lagu Paling Viral di TikTok tahun 2025 secara global. Berikut adalah sejumlah fakta penting seputar asal-usul stecu yang perlu diketahui.
- Lagu dirilis pada 5 Maret 2025. Lagu "Stecu Stecu" merupakan karya milik Faris Adam dengan penggalan lirik viral "kalo memang cocok bisa datang ke rumah," dan sejak dirilis berhasil meraih jutaan tayangan penonton yang terus bertambah.
- Faris Adam berasal dari Ternate, Maluku Utara. Penyanyi muda ini telah aktif berkarya menciptakan sejumlah lagu daerah sebelum akhirnya merasakan sensasi viralitas nasional melalui lagu Stecu Stecu. Keberhasilannya membuktikan bahwa musik dari wilayah Indonesia Timur memiliki daya tarik yang mampu menembus batas geografis.
- Lirik menggunakan dialek khas Indonesia Timur. Lirik lagu ini menggunakan bahasa sehari-hari yang banyak digunakan di Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua, memberikan sentuhan autentik yang membedakannya dari lagu-lagu populer lainnya.
- Lebih dari 557 ribu video TikTok menggunakan lagu ini. Lebih dari 557 ribu video di TikTok menggunakan lagu ini sebagai background music, dengan berbagai variasi konten mulai dari dance challenge hingga video couple goals yang membuat istilah stecu semakin dikenal luas.
- Figur publik turut mempopulerkan. Kehadiran beberapa figur publik, seperti Jennifer Coppen dan Justin Hubner, yang turut menggunakan lagu ini di media sosial mereka juga berkontribusi pada popularitasnya.
- Video musik ditonton ratusan juta kali. Hingga akhir tahun 2025, video musiknya telah ditonton sekitar 185 juta kali di YouTube, sebuah pencapaian luar biasa untuk sebuah lagu dengan dialek daerah. Lagu ini juga menjadi salah satu sound viral TikTok yang paling banyak digunakan sepanjang 2025.
- Memperkaya khazanah budaya nasional. Kesuksesan lagu "Stecu Stecu" membuktikan bahwa musik daerah dapat bersaing dengan musik-musik populer lainnya, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia Timur kepada khalayak yang lebih luas melalui berbagai media termasuk musik. Fenomena ini sejalan dengan viralnya istilah-istilah daerah lain seperti babayo dari bahasa Minang yang juga menembus popularitas nasional lewat TikTok.
Konteks Penggunaan Stecu dalam Berbagai Situasi
Memahami stecu artinya saja tentu belum cukup tanpa mengetahui bagaimana istilah ini diterapkan dalam komunikasi nyata. Kata stecu ternyata sangat fleksibel dan dapat digunakan dalam beragam konteks percakapan, mulai dari urusan asmara hingga penilaian gaya hidup. Berdasarkan pengamatan redaksi terhadap penggunaan istilah ini di media sosial, berikut adalah beberapa konteks utama pemakaian stecu di kalangan anak muda.
- Konteks Asmara dan Pendekatan (PDKT). Ini adalah konteks paling umum sesuai dengan tema lagu aslinya. Contoh penggunaan: "Dia selalu pasang stecu kalau ketemu aku, padahal di chat ramah banget." Sikap stecu di sini merujuk pada strategi jual mahal untuk menguji keseriusan calon pasangan.
- Konteks Gaya Berpenampilan. Stecu juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berpakaian kasual namun tetap stylish. Misalnya: "Gaya lo stecu banget hari ini, simpel tapi keren." Penggunaan ini menekankan konsep effortless cool yang sedang tren di kalangan anak muda.
- Konteks Caption dan Konten Media Sosial. Banyak kreator konten menggunakan stecu sebagai caption di video TikTok maupun Instagram. Contoh: "Lagi mode stecu dulu, biar nggak disangka gampang baper." Penggunaan ini menunjukkan bagaimana istilah gaul menjadi bagian dari identitas digital.
- Konteks Komentar dan Sindiran Halus. Stecu kerap dipakai untuk mengomentari perilaku seseorang yang terkesan sok cuek. Contoh: "Yang di video ini stecu-nya juara, gengsi tingkat dewa tapi tetap bikin penasaran." Penggunaan ini sering kali bernuansa humor dan menghibur.
- Konteks Percakapan Sehari-hari. Di luar media sosial, stecu juga mulai masuk ke dalam percakapan langsung antarremaja. Misalnya: "Jangan stecu mulu sama dia, nanti kebablasan malah kehilangan." Istilah ini menjadi bagian dari ekspresi linguistik generasi Z, sama halnya dengan istilah YTTA atau YGY yang juga populer di kalangan anak muda.
Advertisement
Psikologi di Balik Sikap Stecu dan Fenomena Bahasa Gaul Digital
Di balik popularitas istilah stecu, terdapat landasan psikologis yang menarik untuk dikaji. Strategi bersikap jual mahal atau playing hard to get telah menjadi objek penelitian akademis selama beberapa dekade. Harry Reis, profesor psikologi di University of Rochester, dikutip dari University of Rochester News menyatakan, "Bersikap jual mahal membuat seseorang tampak lebih diminati—kami menyebutnya memiliki nilai pasangan yang lebih tinggi."
Mengacu pada riset yang dipublikasikan oleh Elliot Aronson dan Darwyn Linder pada tahun 1965, teori gain-loss menjelaskan bahwa seseorang akan merasa lebih tertarik kepada individu yang awalnya bersikap negatif lalu berangsur-angsur menjadi positif, dibandingkan dengan individu yang bersikap positif sejak awal. Prinsip inilah yang secara tidak langsung mendasari daya pikat sikap stecu: ketika seseorang yang semula cuek tiba-tiba menunjukkan perhatian, respons emosional yang dirasakan pihak lain cenderung jauh lebih kuat dan berkesan.
Omri Gillath, profesor psikologi di University of Kansas, dikutip dari University of Kansas News menyatakan, "Perilaku jual mahal tampaknya berfungsi sebagai strategi untuk melindungi diri dan mengelola perilaku calon pasangan." Merujuk laporan Psychology Today, merasa tidak yakin tentang ketertarikan seseorang justru berpotensi meningkatkan daya tarik, dan bersikap selektif atau cukup jual mahal tampaknya paling efektif dalam meningkatkan minat lawan pendekatan.
Sementara itu, dari perspektif sosiolinguistik, fenomena stecu juga mencerminkan evolusi bahasa gaul di era digital. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di International Journal of English Linguistics, Literature, and Education (IJELLE), akronim merupakan jenis slang yang paling sering digunakan oleh Generasi Z dengan proporsi 30 persen, karena dinilai praktis, ringkas, dan efektif dalam menyampaikan pesan sesuai dengan preferensi komunikasi cepat dan kreatif generasi muda. Stecu, sebagai akronim dari "stelan cuek," adalah contoh sempurna dari tren ini. Seperti yang diberitakan HigherVisibility, platform TikTok telah memperkuat efek penyebaran bahasa gaul, menciptakan kata-kata eksklusif bagi Gen Z dan menciptakan ulang makna serta penggunaan slang yang sudah ada, sehingga dalam banyak kasus bahasa yang digunakan di TikTok menjadi eksklusif dan membuat orang di luar platform kesulitan memahami maknanya. Istilah stecu berdiri sejajar dengan fenomena bahasa gaul viral lainnya seperti plenger dan berbagai istilah slang yang terus bermunculan setiap tahunnya di lanskap digital Indonesia.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Stecu
Apa arti stecu dalam bahasa gaul?
Stecu adalah singkatan dari "stelan cuek" atau "setelan cuek." Istilah ini menggambarkan sikap seseorang yang sengaja bersikap tidak peduli atau acuh tak acuh, padahal sebenarnya menyimpan ketertarikan atau perhatian. Stecu populer di kalangan anak muda Indonesia, terutama setelah lagu "Stecu Stecu" karya Faris Adam viral di TikTok pada 2025.
Siapa penyanyi lagu Stecu Stecu dan dari mana asalnya?
Lagu "Stecu Stecu" dinyanyikan oleh Faris Adam, seorang musisi muda asal Ternate, Maluku Utara. Lagu ini dirilis pada 5 Maret 2025 dan menggunakan dialek khas Indonesia Timur yang membuat iramanya terasa unik dan catchy. Keberhasilan lagu ini membuktikan potensi besar musik daerah untuk bersaing di panggung nasional maupun global.
Apakah sikap stecu bisa berdampak negatif dalam hubungan?
Meskipun sikap stecu atau jual mahal bisa menjadi strategi yang menarik dalam fase awal pendekatan, terlalu berlebihan bersikap cuek justru berisiko menimbulkan kesalahpahaman dan membuat orang lain kehilangan minat. Kuncinya adalah keseimbangan: tunjukkan ketertarikan secara proporsional agar komunikasi tetap sehat dan tidak menimbulkan luka bagi pihak manapun.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578183/original/046780700_1782536493-SyW1NoAkdL8yHQQQNbIjj2vQ5TjaRpS1b1Y4tp4d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715347/original/057741800_1782800457-d35lrsFBeyzTItG8vT5bowBUk5f7MOA89iSP3ucR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715336/original/036239900_1782800444-ZQAriodL5E6sJYR3ln4xgeNTOQYAPPKu2wG8rniW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712344/original/003015400_1782793845-r1iGTiw7v5WSq45CebqR4WsLqecMpB6TT7szDMS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521709/original/032237800_1772698219-Taurus__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528963/original/099087500_1773301598-Cancer_Revised.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782501/original/035219800_1782889426-a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782634/original/092750000_1782892851-ey7CxqMV9KmtJDJkvn0D6ofalT9u69ABPp7CdNI2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782626/original/046907300_1782892844-c6C6O8NzO6lFydNEIBGFAzVsdaehJYPLfTp45W7U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715334/original/094390000_1782800441-Hx79znEuh8ih29U65ibGD5RjJY8Em9Vt8IUT5M5V.jpg)