Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya selalu berinteraksi dengan berbagai jenis-jenis teks tanpa disadari. Mulai dari membaca petunjuk penggunaan produk, menikmati cerita pendek, hingga menyimak berita di media daring, di mana semuanya merupakan wujud teks dengan struktur dan tujuan berbeda.
Memahami jenis-jenis teks menjadi keterampilan penting bukan hanya di bangku sekolah, tetapi juga dalam kehidupan profesional. Kemampuan mengidentifikasi dan menyusun teks dengan tepat, akan membantu seseorang menjadi pembaca dan penulis yang lebih kritis dalam menyerap informasi.
Memahami berbagai struktur teks yang mendasari setiap jenis tulisan akan membantu siswa mengorganisasikan pekerjaan mereka secara efektif, sehingga tulisan yang dihasilkan sesuai dengan tujuannya. Paparan beragam genre teks juga akan melatih seseorang menjadi pembaca dan penulis yang adaptif di masa depan.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2026).
Pengertian Teks dalam Bahasa Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4673173/original/052062800_1701670655-beautiful-arrangement-different-books.jpg)
Sebelum mendalami berbagai macam jenisnya, penting untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan teks. Dengan memahami signifikansi setiap tipe teks, pendidik dapat menyesuaikan strategi pengajaran mereka untuk memenuhi tuntutan spesifik dari konteks tertulis yang berbeda.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang, kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan, bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran dan berpidato, serta wacana tertulis. Definisi ini menunjukkan bahwa teks memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari karya sastra hingga naskah akademis.
Ekspositori merupakan tipe teks paling umum yang digunakan dalam buku teks dan ruang kelas sains, matematika, dan studi sosial, sedangkan teks sastra dan naratif mendominasi kurikulum bahasa. Hal ini memperlihatkan bahwa setiap jenis teks memiliki domain penggunaan spesifiknya masing-masing. Siswa di sekolah biasanya diminta menulis berbagai jenis teks yang berbeda, mulai dari esai, eksperimen, laporan informasi, ulasan buku, recount, instruksi, narasi, dan sebagainya, tergantung pada mata pelajaran yang dipelajari.
Pemahaman ini menjelaskan mengapa setiap pelajar perlu mengenali jenis-jenis teks dan cara membuatnya dengan baik.
Advertisement
Jenis Jenis Teks dalam Bahasa Indonesia dan Penjelasannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3379810/original/076752600_1613607510-photo-1598646506778-56bb7a4660a9__1_.jpg)
Dalam kurikulum bahasa Indonesia, terdapat beragam jenis teks yang masing-masing memiliki tujuan komunikatif, struktur, dan kaidah kebahasaan tersendiri. Berdasarkan struktur generik dan fitur bahasa yang dominan digunakan, teks dibagi menjadi beberapa tipe seperti naratif, recount, deskriptif, report, eksplanasi, eksposisi, prosedur, diskusi, ulasan, anekdot dan lainnya. Berikut pembahasan lengkap mengenai jenis jenis teks yang paling umum ditemui.
-
Teks Narasi - Teks narasi berisi cerita dengan rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis. Unsur penting dalam teks ini mencakup kejadian, tokoh, alur, serta latar waktu dan tempat. Strukturnya terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda atau reorientasi. Teks narasi bisa berupa cerita fiksi seperti dongeng maupun non-fiksi seperti biografi.
-
Teks Deskripsi - Teks deskripsi bertujuan menggambarkan suatu objek, tempat, atau suasana secara rinci sehingga pembaca seolah-olah mengalaminya secara langsung. Teks deskripsi menggunakan detail sensorik seperti warna, aroma, dan tekstur untuk menciptakan gambaran yang hidup di benak pembaca.
-
Teks Eksposisi - Teks eksposisi memaparkan informasi atau pengetahuan secara singkat, padat, dan jelas. Strukturnya terdiri dari tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. Teks eksposisi bersifat informatif dan sering ditemukan dalam artikel ilmiah populer serta materi pembelajaran.
-
Teks Eksplanasi - Teks eksplanasi menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena, baik alam maupun sosial, berdasarkan hubungan sebab-akibat. Strukturnya meliputi pernyataan umum, deretan penjelasan, dan interpretasi. Jenis teks ini banyak digunakan untuk menjelaskan peristiwa seperti proses terjadinya hujan atau gempa bumi.
-
Teks Prosedur - Teks prosedur berisi langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jenis teks prosedur menggunakan kalimat imperatif, kata kerja aktif, dan konjungsi temporal seperti "selanjutnya" dan "kemudian" untuk memandu pembaca secara berurutan.
-
Teks Argumentasi - Teks argumentasi menyampaikan pendapat penulis yang didukung bukti, data, dan penalaran logis guna meyakinkan pembaca. Teks argumentasi berbeda dari eksposisi karena lebih menekankan upaya mempengaruhi sudut pandang pembaca melalui alasan yang kuat.
-
Teks Persuasi - Teks persuasi berisi ajakan, bujukan, atau imbauan kepada pembaca untuk melakukan sesuatu. Bahasa yang digunakan bersifat sugestif dan sering ditemukan dalam iklan, kampanye sosial, serta artikel motivasi.
-
Teks Anekdot - Teks anekdot merupakan cerita singkat yang mengandung unsur humor sekaligus kritik sosial. Teks anekdot memiliki struktur yang terdiri dari abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Walaupun pendek, teks ini menyimpan pesan tajam yang disampaikan secara halus.
-
Teks Berita - Teks berita melaporkan kejadian atau peristiwa aktual dan faktual kepada masyarakat. Teks ini harus memenuhi unsur 5W+1H dan bersifat berimbang, lengkap, serta menarik.
-
Teks Laporan Hasil Observasi - Teks laporan hasil observasi menyajikan data pengamatan terhadap suatu objek secara objektif dan sistematis. Teks observasi menggunakan bahasa baku, kalimat definisi, serta istilah teknis yang berkaitan dengan objek yang diamati.
-
Teks Ulasan - Teks ulasan atau resensi adalah tulisan kritis yang disusun berdasarkan hasil penilaian terhadap suatu karya seperti buku, film, atau musik. Meskipun bersifat opini, penulisan teks ulasan tetap harus didasarkan pada fakta dan menggunakan bahasa yang sopan.
-
Teks Diskusi - Teks diskusi menyajikan tinjauan terhadap suatu isu dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu sisi yang mendukung dan menentang. Strukturnya meliputi isu, argumen pendukung, argumen penentang, serta kesimpulan atau rekomendasi.
Baca juga: 15 Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya
Struktur Umum Berbagai Jenis Teks
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3444536/original/081531200_1619778442-photo-1553729784-e91953dec042.jpg)
Setiap jenis teks dalam bahasa Indonesia memiliki struktur penyusun yang khas. Memahami struktur ini akan mempermudah seseorang dalam menyusun maupun menganalisis berbagai jenis jenis teks. Sebagaimana disampaikan kemdikbud.go.id, struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun, dan memahaminya menjadi kunci dalam penulisan yang efektif.
Memahami berbagai struktur teks yang mendasari akan menyediakan sarana yang efektif bagi siswa untuk mengorganisasikan pekerjaan mereka, sehingga memastikan tulisan yang dihasilkan sesuai dengan tujuannya. Berikut rangkuman struktur dari beberapa jenis teks utama:
- Teks Narasi: Orientasi - Komplikasi - Resolusi - Koda (Reorientasi)
- Teks Deskripsi: Identifikasi - Deskripsi Bagian - Simpulan/Kesan
- Teks Eksposisi: Tesis - Argumentasi - Penegasan Ulang
- Teks Eksplanasi: Pernyataan Umum - Rangkaian Penjelasan - Interpretasi
- Teks Prosedur: Tujuan - Material - Langkah-langkah - Penutup
- Teks Anekdot: Abstraksi - Orientasi - Krisis - Reaksi - Koda
- Teks Argumentasi: Pendahuluan - Tubuh Argumen - Kesimpulan
- Teks Persuasi: Pengenalan Isu - Rangkaian Argumen - Ajakan - Penegasan Ulang
Baca juga: Naratif adalah Teks yang Bercerita, Begini Cara Membuatnya
Advertisement
Perbedaan Antara Jenis Teks yang Sering Tertukar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277413/original/089283200_1672391054-pexels-streetwindy-2912515.jpg)
Beberapa jenis teks memiliki kemiripan yang kerap membuat pelajar dan pembaca umum keliru membedakannya. Memahami perbedaan mendasar antara jenis jenis teks yang mirip ini akan meningkatkan ketajaman analisis dalam membaca maupun menulis. Berdasarkan yang dihimpun redaksi, berikut beberapa pasangan teks yang sering disamakan padahal berbeda.
Pertama, perbedaan antara teks narasi dan teks recount. Hal yang membuat teks narasi dan recount berbeda terletak pada struktur penyusunannya, di mana teks narasi menggunakan konflik di antara para tokoh, baik konflik alam, konflik sosial, maupun konflik psikologis. Sementara teks recount lebih berfokus pada penceritaan ulang pengalaman tanpa harus ada konflik di dalamnya. Narasi biasanya ditemukan dalam buku cerita dan dongeng, sedangkan recount hadir dalam bentuk biografi atau catatan perjalanan.
Kedua, perbedaan antara teks eksposisi dan teks argumentasi. Meskipun keduanya menggunakan fakta dan data, teks eksposisi bertujuan menjelaskan informasi secara netral, sementara teks argumentasi berusaha meyakinkan pembaca terhadap sudut pandang tertentu. Sebagaimana dilaporkan San Jose State University Writing Center, tulisan argumentatif memang sejalan dengan suatu sikap tetapi tidak bermaksud membujuk audiens untuk membuat keputusan emosional - ia mengumpulkan dan menyajikan bukti agar pembaca dapat membuat keputusan yang terinformasi.
Ketiga, perbedaan antara teks persuasi dan teks argumentasi. Teks persuasi lebih menekankan ajakan emosional dan sering menggunakan bahasa yang sugestif, sedangkan teks argumentasi mengutamakan penalaran logis. Keduanya memang sama-sama ingin mempengaruhi pembaca, namun pendekatan dan cara penyampaiannya berbeda secara fundamental.
Keempat, perbedaan antara teks deskripsi dan teks laporan observasi. Teks deskripsi menggambarkan satu objek spesifik dari sudut pandang subjektif penulis, sedangkan teks laporan observasi menyajikan informasi secara umum dan objektif berdasarkan pengamatan ilmiah. Teks deskripsi bertujuan menciptakan gambaran yang hidup bagi pembaca, sementara teks laporan lebih mengutamakan keakuratan data.
Fungsi dan Manfaat Memahami Jenis Jenis Teks
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4640169/original/003058700_1699419384-pexels-lisa-fotios-1485114.jpg)
Penguasaan terhadap berbagai jenis jenis teks memberikan manfaat nyata yang melampaui sekadar kebutuhan akademis. Keterampilan ini menjadi bekal penting dalam dunia profesional maupun interaksi sosial sehari-hari.
Pelajar bahasa memerlukan dukungan untuk mengorganisasikan tutur dan tulisan mereka, memilih bahasa yang tepat, dan pada akhirnya mampu berbicara dan menulis secara mandiri, dan kesadaran akan tipe-tipe teks yang harus diproduksi memungkinkan pengajar menyediakan dukungan tersebut serta merencanakan tugas pembelajaran.
Dari sudut pandang praktis, kemampuan mengenali jenis teks yang tepat akan membantu seseorang menyampaikan pesan secara efektif. Seorang pekerja yang memahami teks prosedur akan mampu menulis panduan kerja yang jelas. Seorang jurnalis yang menguasai teks berita akan menghasilkan laporan yang faktual dan berimbang. Seorang guru yang memahami teks eksplanasi dapat menjelaskan fenomena kompleks dengan cara yang mudah dimengerti oleh siswa.
Memperkenalkan siswa pada sebanyak mungkin genre yang berbeda dan memberikan kesempatan, untuk mengeksplorasi cara kerja tipe-tipe teks ini akan sangat membantu mereka berkembang menjadi pembaca dan penulis yang adaptif dan terorganisasi di masa depan. Manfaat ini berlaku tidak hanya untuk pelajar, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan literasi secara menyeluruh.
Secara ringkas, beberapa fungsi utama penguasaan jenis jenis teks meliputi:
- Fungsi informatif - Teks seperti eksposisi, laporan, dan berita membantu menyampaikan informasi secara akurat dan terstruktur kepada khalayak.
- Fungsi persuasif - Teks persuasi dan argumentasi memungkinkan seseorang meyakinkan atau mempengaruhi pembaca melalui alasan yang logis maupun pendekatan emosional.
- Fungsi ekspresif - Teks narasi dan deskripsi menjadi wahana bagi penulis untuk mengekspresikan pengalaman, perasaan, dan sudut pandang pribadinya.
- Fungsi estetis - Cerita pendek, puisi, dan anekdot memberikan pengalaman estetis serta hiburan bagi pembacanya.
- Fungsi kritis - Teks ulasan dan anekdot memfasilitasi penyampaian kritik sosial secara elegan terhadap berbagai fenomena di masyarakat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Jenis Teks
Apa saja jenis jenis teks yang paling umum dalam bahasa Indonesia?
Jenis jenis teks yang paling umum dipelajari dalam bahasa Indonesia meliputi teks narasi, teks deskripsi, teks eksposisi, teks eksplanasi, teks prosedur, teks argumentasi, teks persuasi, teks anekdot, teks berita, teks laporan hasil observasi, teks ulasan, dan teks diskusi. Masing-masing teks memiliki struktur, tujuan komunikatif, dan kaidah kebahasaan yang berbeda satu sama lain.
Bagaimana cara membedakan teks eksposisi dengan teks argumentasi?
Teks eksposisi bertujuan memaparkan informasi atau pengetahuan secara netral dan objektif tanpa bermaksud mempengaruhi pembaca. Sebaliknya, teks argumentasi secara tegas berupaya meyakinkan pembaca terhadap satu sudut pandang tertentu melalui penggunaan bukti, data, dan penalaran logis. Meskipun sama-sama menggunakan fakta, pendekatan dan tujuan akhir keduanya berbeda secara mendasar.
Mengapa penting memahami berbagai jenis jenis teks?
Memahami jenis jenis teks penting karena setiap konteks komunikasi memerlukan jenis teks yang berbeda agar pesan tersampaikan secara efektif. Di dunia akademis, penguasaan ini membantu siswa menulis tugas dengan tepat. Di dunia profesional, kemampuan ini memungkinkan seseorang menyusun laporan, proposal, atau petunjuk kerja yang sesuai standar. Penguasaan ragam teks juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam memahami berbagai informasi yang ditemui sehari-hari.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3343519/original/085931300_1610080803-photo-1544716278-ca5e3f4abd8c__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209656/original/078578800_1746439053-woman-remove-crumbs-from-face-man_23-2147744400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782636/original/051812900_1782892854-0aOdDnmwPIlTqeQQkj4b6Ad1wbNIbvUZ7t67aRla.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779515/original/044507500_1710993660-portrait-happy-asian-woman-smiling-posing-confident-cross-arms-chest-standing-against-studio-background_1258-88983.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712368/original/055759900_1782793856-LJHSsGi7quLvhlLrIcPa5UU01yZJdcey25h8dLpw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782572/original/051758500_1782891615-Jalur_Kebun_dari_Pecahan_Keramik_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715339/original/056073700_1782800448-2PliZJ0iapE5V8J5ohlMIYyE0qwgo456sIBjaHYJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782512/original/094817500_1782889663-menyukai-ketenangan-1782377327740_169.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782226/original/099823200_1782880271-white-wings-DXIyGnuxGXg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776331/original/050485200_1782875017-16810947309602545474.jpeg)