Liputan6.com, Jakarta Kata "bubub" belakangan menjadi salah satu istilah paling banyak dicari di media sosial, terutama oleh pengguna TikTok dan Instagram. Bubub artinya adalah istilah dalam bahasa gaul yang digunakan untuk merujuk kepada pacar atau kekasih.
Bubub adalah istilah dalam bahasa gaul yang digunakan untuk merujuk kepada pacar atau kekasih, terutama sebagai panggilan sayang yang dianggap unik dan menggemaskan. Banyak pasangan muda kini menggunakan kata ini sebagai pengganti panggilan konvensional seperti "sayang" atau "baby".
Secara definitif, bubub artinya dapat dijelaskan sebagai istilah kasih sayang yang merupakan variasi kreatif dari kata "baby" dalam bahasa Inggris, dan kata ini tidak akan ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karena merupakan bahasa gaul yang berkembang secara organik di media sosial. Dilansir dari Psychology Today, panggilan sayang, seperti halnya julukan, merupakan metode yang sangat universal untuk menunjukkan kasih sayang dan memproyeksikan kelembutan.
Advertisement
Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (1/7/2026).Â
Pengertian dan Definisi Bubub dalam Bahasa Gaul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4438685/original/055810400_1684899839-adorable-couple-with-rose-hands.jpg)
Untuk memahami secara utuh apa itu bubub, penting untuk membedakan makna harfiah dan makna dalam konteks bahasa gaul. Secara harfiah, kata "bubu" merujuk pada alat penangkap ikan tradisional yang terbuat dari anyaman bambu, juga dikenal dengan sebutan "lukah" di beberapa daerah seperti Minangkabau, namun dalam konteks bahasa gaul dan percintaan, "bubu" memiliki makna yang jauh berbeda — yakni sebagai panggilan sayang untuk pasangan, mirip seperti "sayang", "beb", atau "honey".
Bubub berfungsi sebagai panggilan sayang yang setara dengan istilah lain seperti "sayang", "baby", "babe", atau "ayang", dan keunikan bubub terletak pada bunyi yang dianggap lebih lucu dan menggemaskan dibandingkan panggilan konvensional lainnya, mencerminkan keinginan pasangan muda untuk memiliki panggilan yang eksklusif. Dalam praktiknya, kata ini bisa digunakan baik oleh perempuan maupun laki-laki untuk memanggil pasangan mereka.
Mengacu pada buku Merayakan Keberagaman Berbahasa karya Faqih, dkk., bahasa gaul merupakan bahasa tidak baku yang digunakan oleh kelompok sosial tertentu dalam situasi nonformal, dan fenomena bubub menjadi contoh nyata bagaimana media sosial mempercepat penyebaran dan adopsi istilah-istilah baru dalam komunikasi sehari-hari.
Menariknya, bubub juga memiliki makna kedua di kalangan sebagian pengguna media sosial. Kata ini sering digunakan saat mengucapkan selamat tidur ke teman dekat dan keluarga, berasal dari bahasa gaul yang berarti "selamat tidur" atau "mengantuk" dengan nuansa lucu dan menggemaskan. Konteks penggunaan inilah yang membuat bahasa gaul di WhatsApp dan media sosial terus berkembang.
Advertisement
Asal-usul Kata Bubub yang Viral di TikTok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261766/original/073879100_1750687085-medium-shot-couple-laughing-couch.jpg)
Viralnya istilah bubub tidak bisa dilepaskan dari peran platform TikTok sebagai katalis utama penyebaran bahasa gaul. Berdasarkan penelusuran terhadap konten-konten viral, bubub viral di TikTok berawal dari video prank yang diunggah Sarah Misel melalui akun TikToknya, di mana ia menulis "Prank panggil bubub temen di depan umum".
Dalam video tersebut, Sarah sedang makan di sebuah restoran dengan seorang pria yang diduga pacarnya, lalu saat memesan untuk pria di sampingnya, Sarah menyebutnya sebagai "teman" kepada pelayan — membuat pria itu langsung menoleh dengan wajah tidak terima dan berkata "Pacar". Momen spontan ini menjadi pemicu viral yang mengantarkan kata "bubub" ke telinga jutaan pengguna TikTok.
Sebelum meledak di TikTok, panggilan serupa sebenarnya sudah digunakan dalam lingkup yang lebih terbatas. Beberapa figur publik Indonesia telah terlebih dahulu mempopulerkan variasi panggilan ini, termasuk penyanyi Afgan yang kerap menyapa Rossa dengan sebutan "bubu" di berbagai kesempatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas bahasa dalam hubungan romantis bukanlah hal baru, namun media sosial mempercepat penyebarannya secara drastis.
Psikologi di Balik Panggilan Sayang seperti Bubub
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2990588/original/088647200_1575869508-woman-4292182_1920.jpg)
Fenomena bubub bukan sekadar tren bahasa. Di balik panggilan-panggilan sayang yang terdengar menggemaskan itu, terdapat landasan psikologis yang menarik untuk dikaji. Berikut beberapa temuan penting dari para ahli tentang mengapa pasangan menggunakan panggilan khusus:
- Tanda hubungan yang sehat. Ketika pasangan semakin dekat dan hubungan mereka berkembang, penggunaan idiom personal dan lelucon internal meningkat; riset menunjukkan bahwa penggunaan idiom personal merupakan tanda solidaritas dalam hubungan.
- Menciptakan dunia pribadi. Sebagaimana dilaporkan The Swaddle, panggilan sayang, lelucon internal, bahkan gurauan — semua perangkat linguistik ini membantu pasangan menciptakan dunia pribadi hanya untuk berdua, bebas dari realitas kehidupan dewasa yang melelahkan.
- Berkaitan dengan ikatan masa kecil. Dean Falk, pakar neuroantropologi dari Florida State University, dikutip dari The Swaddle menyatakan, "Pasangan yang berbicara dengan cara ini mengenang kembali pengalaman mereka sendiri saat masih bayi dan cinta pertama mereka, yaitu ibu mereka."
- Meningkatkan kepuasan hubungan. Satu studi dari tahun 1993, yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Connections, mempelajari 154 pasangan dan menemukan bahwa pasangan yang puas melaporkan lebih banyak ungkapan sayang dibandingkan mereka yang tidak puas.
- Penguatan identitas pasangan. Psikolog percaya bahwa panggilan sayang bukan soal kurangnya daya tarik nama asli, melainkan tentang keintiman bahasa bersama — dan pasangan yang menggunakan panggilan sayang cenderung lebih sehat secara emosional.
- Melawan kejenuhan era digital. Ian Kerner, seorang terapis hubungan, dikutip dari Scientific American menyatakan, "Dengan kehidupan yang semakin publik, julukan intim antar pasangan menjadi semakin penting untuk membedakan keintiman palsu media sosial dari keintiman nyata hubungan manusia langsung."
Temuan-temuan ini menjelaskan mengapa panggilan lucu untuk pacar seperti bubub bukan sekadar gaya-gayaan. Di balik bunyi yang terdengar kekanak-kanakan, terdapat mekanisme psikologis yang memperkuat ikatan emosional pasangan.
Advertisement
Cara Menggunakan Bubub dalam Percakapan Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243612/original/060774400_1749110121-couple-sharing-tender-public-intimacy-moments__2_.jpg)
Bagi yang baru mengenal istilah ini, memahami konteks penggunaan bubub menjadi penting agar tidak salah tempat. Kata bubub paling sering muncul dalam percakapan informal antara pasangan, baik melalui chat WhatsApp, Instagram Direct Message, maupun konten TikTok. Penggunaan ini menunjukkan pemahaman pengguna tentang register bahasa yang tepat untuk situasi tertentu.
Berikut beberapa contoh penggunaan kata bubub dalam kehidupan sehari-hari:
- "Hai bubub, aku kangen."
- "Aku mau makan bareng bubub."
- "Bubub, kamu cantik banget."
- "Selamat malam, bubub. Mimpi indah ya."
- "Bubub udah sampai rumah belum?"
Variasi penggunaan bubub juga mencakup modifikasi lebih lanjut seperti "bubub sayang", "bubub ku", atau kombinasi dengan emoji tertentu untuk memperkuat nuansa kasih sayang, menunjukkan bagaimana pengguna bahasa gaul terus berinovasi dalam ekspresi mereka. Dalam konteks caption foto pasangan di Instagram, kata bubub juga kerap disisipkan untuk menambah kesan romantis.
Meski begitu, ada batas yang perlu diperhatikan. Penggunaan bahasa gaul seperti "bubu" tidak masalah selama tidak mengganggu komunikasi formal atau akademis, dan tetap penting untuk menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam konteks resmi. Istilah ini sebaiknya hanya digunakan dalam situasi personal dan santai, bukan dalam lingkungan profesional.
Panggilan Sayang di Berbagai Negara dan Perbedaannya dengan Bubub
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232964/original/011591300_1748256430-steptodown.com369502.jpg)
Fenomena panggilan sayang bukan hanya milik Indonesia. Setiap budaya memiliki cara unik untuk mengekspresikan kasih sayang melalui panggilan khusus. Mengacu pada data dari berbagai sumber internasional, berikut perbandingan panggilan sayang di beberapa negara:
- Prancis — "Mon Petit Chou" yang berarti kubis kecilku atau kue sus.
- Belanda — "Dropje" yang berarti permen, biasa digunakan untuk memanggil kekasih perempuan.
- Spanyol — "Media Naranja" yang berarti setengah jeruk — menyiratkan bahwa bersama-sama mereka membentuk satu jeruk utuh.
- Thailand — "Chang Noi" yang berarti gajah kecil.
- Arab — "Ghazal" yang berarti kijang.
- Italia — "Orsacchiotto" yang berarti beruang kecil.
- Jerman — "Spatz" yang berarti burung gereja.
- Korea — "Yeobo" yang berarti sayang, atau "oppa" untuk kakak laki-laki.
Meski berbeda-beda, pada intinya panggilan sayang di berbagai negara memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada pasangan, dan keragaman ini menunjukkan bahwa cinta memiliki "bahasa" universal yang dipahami di seluruh dunia.
Indonesia sendiri memiliki kekayaan tradisi panggilan sayang lintas budaya. Suku Jawa menggunakan "mas" dan "dik", suku Sunda dengan "aa/akang" dan "eneng", suku Batak dengan "amang" dan "inang", suku Minang dengan "uda" dan "uni", hingga suku Betawi dengan "abang" dan "eneng". Bubub hadir sebagai panggilan sayang generasi digital yang melengkapi warisan linguistik ini.
Mengutip studi dari University of Oxford yang dirujuk finimi.de, julukan-julukan humoris seperti "cuddly monster" atau "cuddly bear" ternyata memiliki efek yang sangat positif terhadap hubungan pasangan. Hal ini sejalan dengan popularitas bubub yang terdengar lucu namun penuh makna.
Advertisement
Dampak Media Sosial terhadap Evolusi Bahasa Gaul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2736322/original/011557200_1550899448-photo-1543269865-4430f94492b9.jpg)
Bubub hanyalah satu dari sekian banyak istilah gaul yang lahir dan berkembang pesat berkat media sosial. Temuan dari riset linguistik menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya mendorong perkembangan pesat bahasa gaul, tetapi juga mengaburkan batas antara penggunaan bahasa informal dan formal, seiring ekspresi daring semakin merambah komunikasi arus utama.
Platform seperti TikTok memiliki peran sentral dalam mempercepat siklus hidup sebuah istilah. Platform seperti TikTok dan Instagram memicu penyebaran bahasa gaul, memudahkan tren untuk menjadi viral dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, sementara evolusi dari konektivitas tatap muka ke daring secara signifikan memengaruhi bagaimana bahasa gaul lahir dan berkembang. Selain bubub, Indonesia juga telah menyaksikan viralnya kata plenger, YTTA, YGY, hingga yapping sebagai bukti dinamisnya bahasa di era digital.
Sebagaimana dikutip dari ResearchGate, sifat global platform media sosial memungkinkan globalisasi bahasa gaul yang cepat, melampaui batas regional dan linguistik, dan media sosial memainkan peran krusial dalam membentuk penggunaan bahasa modern serta berkontribusi pada evolusi bahasa yang berkelanjutan di era digital. Fenomena ini membuat setiap generasi memiliki kosakata gaul khasnya sendiri.
Perkembangan pesat komunikasi digital secara signifikan memengaruhi evolusi bahasa, terutama di kalangan generasi muda, dengan interaksi daring, media sosial, dan platform pesan instan yang mendorong kemunculan bahasa gaul baru, singkatan, dan struktur linguistik yang membentuk komunikasi modern — termasuk implikasi sosiolinguistik seperti pembentukan identitas dan pertukaran budaya. Dalam konteks Indonesia, istilah seperti curcol, GWS, dan NT telah menjadi bagian dari leksikon digital yang terus berkembang.
Meski demikian, para ahli bahasa tetap mengingatkan pentingnya keseimbangan. Bahasa gaul adalah bentuk kreativitas berbahasa yang wajar terjadi, terutama di kalangan anak muda, dan fenomena ini menunjukkan bahwa bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang, namun penggunaan bahasa gaul tidak masalah selama tidak mengganggu komunikasi formal. Pada akhirnya, istilah seperti bubub menjadi cerminan bagaimana generasi muda Indonesia menavigasi identitas mereka di persimpangan antara kreativitas bahasa, budaya digital, dan ekspresi kasih sayang yang otentik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bubub Artinya Apa dalam Bahasa Gaul
Apa yang dimaksud dengan bubub dalam bahasa gaul?
Bubub adalah istilah dalam bahasa gaul yang digunakan untuk merujuk kepada pacar atau kekasih, dan bagi generasi muda serta netizen yang aktif di dunia maya, kata ini mungkin sudah tidak asing lagi. Kata ini merupakan variasi kreatif dari "baby" dalam bahasa Inggris yang dipopulerkan melalui TikTok dan digunakan sebagai panggilan sayang antarpassangan.
Apakah bubub hanya digunakan oleh perempuan untuk memanggil pasangannya?
Dalam konteks penggunaan, bubub memang lebih sering digunakan oleh perempuan untuk memanggil pasangan laki-lakinya, meskipun tidak menutup kemungkinan digunakan sebaliknya karena fleksibilitas penggunaan ini menunjukkan sifat inklusif dari bahasa gaul yang dapat diadaptasi sesuai preferensi masing-masing pasangan. Jadi tidak ada aturan baku tentang siapa yang boleh menggunakan panggilan ini.
Apakah penggunaan panggilan sayang seperti bubub benar-benar berdampak positif bagi hubungan?
Riset menunjukkan bahwa ketika pasangan semakin dekat dan hubungan mereka berkembang, penggunaan idiom personal dan lelucon internal meningkat, dan penggunaan idiom personal merupakan tanda solidaritas hubungan. Namun, penting untuk memastikan bahwa kedua pihak merasa nyaman dengan panggilan tersebut, karena memaksakan penggunaan istilah tertentu justru bisa berdampak negatif.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209656/original/078578800_1746439053-woman-remove-crumbs-from-face-man_23-2147744400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779515/original/044507500_1710993660-portrait-happy-asian-woman-smiling-posing-confident-cross-arms-chest-standing-against-studio-background_1258-88983.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712368/original/055759900_1782793856-LJHSsGi7quLvhlLrIcPa5UU01yZJdcey25h8dLpw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782572/original/051758500_1782891615-Jalur_Kebun_dari_Pecahan_Keramik_Bekas.jpeg)