Liputan6.com, Jakarta Laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau laporan dari hasil pengamatan langsung terhadap suatu objek. Mempelajari contoh teks laporan hasil observasi tumbuhan menjadi kebutuhan esensial bagi siswa yang sedang mengerjakan tugas Bahasa Indonesia di jenjang SMP maupun SMA.
Teks laporan hasil observasi merupakan jenis tulisan yang memaparkan hasil pengamatan secara objektif dan sistematis, dengan tujuan memberikan informasi yang akurat dan terperinci mengenai suatu objek atau fenomena yang diamati. Tumbuhan termasuk salah satu objek observasi yang paling sering dipilih karena mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Teks laporan hasil observasi tanaman adalah tulisan yang menggambarkan hasil pengamatan terhadap tumbuhan secara sistematis dan objektif, dengan struktur laporan terdiri dari definisi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Ragam contoh teks laporan hasil observasi tumbuhan dalam pembahasan berikut dapat dijadikan acuan untuk keperluan akademis maupun praktis.
Advertisement
Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (25/6/026).
Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5116528/original/066698600_1738378673-1738375478486_apa-tujuan-dibuatnya-laporan-hasil-penelitian.jpg)
Teks laporan hasil observasi adalah jenis teks yang menyajikan informasi mengenai suatu objek atau fenomena berdasarkan hasil pengamatan langsung. Saat objek pengamatan berupa tumbuhan, maka teks laporan ini memuat deskripsi tentang morfologi, habitat, pertumbuhan, serta manfaat tanaman yang diamati. Teks ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan karakteristik umum dari objek yang diamati secara sistematis dan objektif.
Dilansir dari laman kemdikbud.go.id, teks observasi adalah catatan yang berisi informasi tentang sesuatu hal seperti alam, hewan, tumbuhan, hasil karya manusia, dan fenomena sosial dengan apa adanya, dan dibuat berdasarkan hasil observasi atau pengamatan. Tumbuhan menjadi objek yang sangat populer dalam konteks pembelajaran karena ketersediaannya yang melimpah di sekitar sekolah maupun tempat tinggal siswa.
Dalam konteks ilmu botani, pengenalan dan klasifikasi tumbuhan awalnya didasarkan pada aspek morfologi besar seperti ukuran, bentuk, serta struktur eksternal daun, akar, dan batang. Informasi tersebut juga dilengkapi dengan pengamatan terhadap kualitas tumbuhan yang lebih subjektif, seperti kelayakan untuk dimakan dan kegunaan obat. Prinsip dasar inilah yang menjadi fondasi penyusunan teks laporan hasil observasi tumbuhan di dunia pendidikan.
Teks laporan hasil observasi berbeda dengan teks deskripsi biasa, karena lebih berfokus pada penyajian fakta-fakta ilmiah dan klasifikasi objek secara umum, sementara teks deskripsi lebih menekankan pada penggambaran objek secara detail berdasarkan kesan penulis. Dalam teks laporan hasil observasi, penulis menyampaikan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan tanpa mencampurkan pendapat pribadi, dan informasi yang disajikan bersifat ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga: Contoh Teks Observasi untuk Pembelajaran, Simak Pula Pengertian dan Strukturnya
Advertisement
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263052/original/096407900_1781856674-lM0lH6mWwMe6KziRuiTsrVd7qpHqvrWWeNgrwu4W.jpg)
Memahami struktur teks laporan hasil observasi tumbuhan merupakan langkah awal yang menentukan kualitas laporan. Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari beberapa bagian utama yang saling berkaitan, dan memahami struktur ini penting untuk dapat menyusun teks LHO yang baik dan terorganisir. Struktur teks laporan hasil observasi bagian pertama berisi tentang deskripsi atau pernyataan umum. Berikut rincian setiap bagian strukturnya:
- Judul — Judul merupakan bagian pertama dan sangat penting dalam teks laporan hasil observasi. Judul harus mencerminkan isi utama dari laporan dan menarik minat pembaca. Pada teks observasi tumbuhan, judul biasanya memuat nama tanaman yang diamati, misalnya "Observasi Tanaman Lidah Buaya" atau "Laporan Pengamatan Pohon Kelapa."
- Pernyataan Umum (Klasifikasi) — Bagian ini merupakan pembuka teks yang berisi definisi umum atau pengenalan terhadap objek yang akan dibahas, biasanya mencakup informasi seperti pengertian, klasifikasi, atau keterangan singkat tentang objek observasi, dengan tujuan memberikan gambaran awal kepada pembaca. Dalam konteks tumbuhan, bagian ini memuat nama latin serta famili tanaman.
- Deskripsi Bagian — Bagian ini memaparkan aspek-aspek khusus dari objek observasi secara lebih terperinci. Pada observasi tumbuhan, deskripsi bagian mencakup penjelasan tentang ciri-ciri morfologi seperti akar, batang, daun, bunga, dan buah.
- Deskripsi Manfaat — Bagian ini menjelaskan kegunaan atau dampak dari objek yang diamati. Untuk tumbuhan, manfaat bisa mencakup aspek ekonomi, kesehatan, ekologi, maupun estetika.
- Simpulan (Opsional) — Tidak semua teks laporan hasil observasi memiliki bagian simpulan. Teks laporan hasil observasi berikutnya berupa kesimpulan, yang berisi manfaat dari sesuatu yang dilaporkan atau pemerincian akhir sebagai penutup teks.
Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi, Pahami Juga Struktur dan Jenisnya
Ciri-Ciri Kebahasaan dalam Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5045674/original/061573000_1733899433-1733894285373_apa-tujuan-teks-laporan-hasil-observasi.jpg)
Selain memahami struktur, mengenali ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks laporan hasil observasi tumbuhan juga tidak kalah penting. Karakteristik kebahasaan ini menjadi pembeda utama antara teks laporan hasil observasi dengan jenis teks lainnya, salah satunya adalah penggunaan kalimat definisi, terutama pada bagian pernyataan umum. Sebagian besar laporan hasil observasi ditulis dalam format dasar yang sama, yang hampir selalu terdiri dari lima bagian, yakni pendahuluan, bahan dan metode, hasil, diskusi, dan daftar pustaka. Prinsip serupa berlaku untuk teks observasi tumbuhan dalam konteks pendidikan Indonesia. Berikut ciri-ciri kebahasaan utamanya.
- Kalimat Definisi — Kalimat definisi biasanya ditandai dengan penggunaan kata "adalah", "merupakan", atau "disebut", dengan tujuan memberikan pengertian atau penjelasan tentang objek yang diobservasi. Contoh: "Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman sukulen dari famili Asphodelaceae."
- Istilah Teknis atau Ilmiah — Teks laporan hasil observasi sering menggunakan istilah-istilah teknis atau ilmiah yang berkaitan dengan objek observasi, yang bertujuan memberikan informasi akurat dan spesifik. Dalam observasi tumbuhan, istilah seperti fotosintesis, stomata, klorofil, dan xilem kerap digunakan.
- Bahasa Denotatif dan Formal — Penggunaan bahasa dalam teks laporan hasil observasi cenderung bersifat denotatif atau lugas, yang berarti kata-kata yang digunakan memiliki makna sebenarnya, bukan makna kiasan atau konotatif.
- Kalimat Efektif dan Logis — Teks laporan hasil observasi menggunakan kalimat yang jelas, singkat, dan langsung pada poin utama, serta menghindari penggunaan kalimat yang berbelit-belit atau ambigu.
- Koherensi Antarparagraf — Teks memastikan ada kesinambungan antarparagraf dan antarkalimat, serta menggunakan kata penghubung yang tepat untuk menunjukkan hubungan antar ide.
- Bersifat Objektif dan Faktual — Teks bersifat objektif, global, dan universal, serta ditulis secara lengkap dan sempurna. Penulis tidak boleh memasukkan opini atau interpretasi subjektif.
- Penggunaan Kata Kerja Aksi — Teks menggunakan kata kerja yang menggambarkan tindakan atau proses yang diamati. Contoh: "Akar serabut tanaman padi menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah."
Baca juga: Tujuan Pembuatan Teks Laporan Hasil Observasi untuk Pengawasan dan Perbaikan
Advertisement
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Singkat dan Lengkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029096/original/022849300_1732947140-ciri-bahasa-teks-laporan-hasil-observasi.jpg)
Berikut disajikan beberapa contoh teks laporan hasil observasi tumbuhan yang disusun sesuai struktur yang benar. Dalam membuat contoh teks laporan hasil observasi tanaman, perlu memperhatikan aspek seperti pengamatan secara detail, pencatatan ciri khusus tanaman, penggunaan bahasa yang jelas dan sistematis, serta penyertaan data pengukuran yang akurat. Pendekatan sistematis semacam ini menjadi kunci dalam menyusun laporan observasi tumbuhan yang komprehensif. Sima beberapa contoh berikut:
1. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Lidah Buaya
Â
Pernyataan Umum
Lidah buaya merupakan tanaman sukulen yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis, dengan daun berbentuk lancip yang panjangnya mencapai 30–50 cm dan lebar 5–10 cm. Tanaman yang memiliki nama latin Aloe vera ini termasuk dalam famili Asphodelaceae dan telah dibudidayakan secara luas sebagai tanaman hias maupun bahan baku industri.
Deskripsi Bagian
Permukaan daun lidah buaya dilapisi lilin dengan bagian tepi berduri kecil, sementara batangnya sangat pendek dan tertutup oleh daun yang tumbuh melingkar. Daunnya tebal dan berisi gel bening yang mengandung berbagai nutrisi. Akar tanaman ini berserabut dan tumbuh horizontal di dalam tanah, sedangkan tanaman ini tumbuh optimal pada suhu 25–35°C dengan pencahayaan matahari penuh.
Deskripsi Manfaat
Lidah buaya memiliki beragam manfaat, terutama di bidang kecantikan dan kesehatan. Gel lidah buaya digunakan dalam pembuatan produk kosmetik seperti pelembap, masker wajah, dan sampo. Dalam bidang pengobatan, gel ini dikenal mampu meredakan luka bakar ringan dan menjaga kelembapan kulit.
Baca juga: 15 Jenis Tumbuhan Tropis yang Cocok Jadi Tanaman Hias
2. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Bunga Mawar
Â
Pernyataan Umum
Mawar adalah satu di antara tanaman hias yang populer, yang merupakan tanaman semak dari jenis genus Rosa. Tanaman dari famili Rosaceae ini dibudidayakan di berbagai belahan dunia dan dikenal karena keindahan serta aromanya yang harum.
Deskripsi Bagian
Tanaman mawar memiliki tinggi 2–5 meter dan ada lebih dari 100 spesies. Batang mawar berduri tajam, licin, dan halus, serta bentuk daun yang menyirip dengan panjang sekitar 5–15 cm. Ada berbagai macam warna bunga mawar, seperti merah muda, merah, kuning, putih, biru, bahkan hitam. Di bagian mahkota bunga, terdapat empat sampai lima helai daun mahkota.
Deskripsi Manfaat
Di balik keindahannya, bunga mawar mempunyai banyak manfaat, di antaranya sebagai anti bakteri, anti viral, anti depresan, anti peradangan, dan sumber vitamin C. Banyak produk kecantikan seperti parfum, sabun, dan pelembap yang menggunakan ekstrak bunga mawar sebagai bahan utama pembuatannya.
Â
3. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Pohon Kelapa
Â
Pernyataan Umum
Pohon kelapa (Cocos nucifera) atau disebut juga pohon nyiur merupakan tumbuhan palem yang berbatang tinggi, dengan tinggi bisa mencapai tiga puluh meter. Buahnya tertutup sabut dan tempurung keras, dalamnya terdapat daging yang mengandung santan dan air.
Deskripsi Bagian
Bagian-bagian dari tumbuhan ini adalah buah kelapa, batang, pelepah, dan akar. Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging, daging buah, air kelapa, dan lembaga. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudra Hindia di sisi Asia, namun sekarang sudah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.
Deskripsi Manfaat
Kelapa menjadi tumbuhan serbaguna karena dimanfaatkan semua bagiannya oleh manusia. Berdasarkan penelitian yang ada, kelapa diyakini bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit, seperti TBC, luka bernanah, wasir, disentri, dan kolera. Daging buahnya diolah menjadi santan dan minyak kelapa, sementara tempurungnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan kerajinan tangan.
Â
Baca juga: 4 Contoh Teks Hasil Laporan Observasi yang Singkat, Lengkap Strukturnya
4. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Jagung
Â
Pernyataan Umum
Jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman pangan utama yang banyak dibudidayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tumbuhan ini memiliki peran penting sebagai sumber karbohidrat dan bahan baku berbagai produk olahan. Jagung dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan iklim, menjadikannya tanaman yang fleksibel dan produktif.
Deskripsi Bagian
Tumbuhan jagung memiliki beberapa bagian penting yang mendukung pertumbuhannya. Batang jagung tegak dan kokoh, dengan ketinggian bervariasi antara 1,5 hingga 3 meter tergantung varietasnya. Daunnya panjang dan berbentuk seperti pita dengan tepi yang kasar. Tongkol jagung, yang merupakan tempat biji jagung tumbuh, tersembunyi di balik kelobot atau pembungkus tongkol yang berlapis-lapis. Biji jagung tersusun rapi dalam barisan pada tongkol dan warnanya bervariasi dari kuning, putih, merah, hingga ungu. Akar jagung terdiri dari akar serabut yang tumbuh dari pangkal batang, berfungsi menyerap air dan nutrisi dari tanah.
Deskripsi Manfaat
Biji jagung adalah sumber karbohidrat penting yang dapat dikonsumsi langsung setelah dimasak atau diolah menjadi berbagai produk makanan seperti tepung jagung, tortilla, popcorn, dan sereal. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga digunakan sebagai bahan baku industri pakan ternak, minyak jagung, dan bahan bakar bioetanol.
Â
5. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Monstera
Â
Pernyataan Umum
Monstera adalah tanaman hias populer dari keluarga Araceae. Daunnya besar dan unik dengan bentuk berlubang (fenestrated) yang dapat mencapai ukuran 90 cm. Warna daun hijau mengkilap dengan tekstur tebal dan kokoh.
Deskripsi Bagian
Tanaman ini memiliki akar aerial yang tumbuh dari batang dan berfungsi sebagai penopang. Batangnya merambat dengan ruas-ruas yang jelas. Pada fase dewasa, monstera dapat menghasilkan bunga dan buah, meskipun jarang terjadi saat ditanam dalam ruangan.
Deskripsi Manfaat
Monstera cocok dijadikan tanaman hias indoor karena mudah perawatannya dan memberikan kesan tropis pada ruangan. Tanaman ini juga mampu menyerap polutan udara, sehingga dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.
Baca juga: Flora Adalah Tumbuhan, Ketahui Faktor Persebaran dan Jenis-Jenisnya di Indonesia
Tips Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi Tumbuhan yang Baik dan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5121975/original/061873500_1738730460-1738724434288_observasi-adalah.jpg)
Menulis contoh teks laporan hasil observasi tumbuhan yang berkualitas memerlukan persiapan dan teknik yang tepat. Bagi pemula, menyusun laporan hasil observasi sering kali dianggap sulit karena harus mengikuti kaidah penulisan tertentu; tidak hanya sekadar menuliskan hasil pengamatan, laporan juga harus menyajikan data secara runtut mulai dari identitas objek, tujuan, hingga simpulan. Siswa sebaiknya menggunakan seluruh indra untuk mengidentifikasi tampilan, tekstur, aroma, dan fitur tumbuhan yang membantu mereka bertahan hidup. Berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan.
- Tentukan Objek Tumbuhan Secara Spesifik — Pilih satu jenis tumbuhan tertentu sebagai fokus observasi. Objek yang tunggal memudahkan proses pengamatan dan penulisan laporan. Jangan memilih topik yang terlalu luas agar deskripsi lebih mendalam.
- Lakukan Pengamatan Langsung di Lapangan — Para ilmuwan menyimpan gambar dan deskripsi tentang tumbuhan yang dipelajari, sehingga jurnal sains mereka digunakan untuk mencatat apa yang diamati, termasuk setiap perubahan yang terlihat pada tanaman. Catat detail morfologi seperti tinggi batang, warna daun, bentuk bunga, dan sistem perakaran.
- Gunakan Alat Ukur untuk Data Kuantitatif — Sertakan pengukuran yang akurat, misalnya tinggi tanaman dalam sentimeter, diameter batang, atau jumlah helai daun. Jika observasi melibatkan pengumpulan data kuantitatif, lakukan analisis yang tepat dan sajikan hasilnya dengan jelas.
- Catat Nama Ilmiah Tumbuhan — Sertakan nama latin dan klasifikasi tumbuhan pada bagian pernyataan umum. Pada penyebutan pertama, cantumkan nama umum dan nama ilmiah secara bersamaan.
- Susun Laporan Sesuai Struktur Baku — Susun laporan dengan struktur yang jelas dan runtut, mulai dari pernyataan umum, deskripsi bagian, hingga deskripsi manfaat.
- Gunakan Bahasa Formal dan Objektif — Gunakan bahasa yang formal, jelas, dan mudah dipahami, serta hindari jargon yang terlalu teknis kecuali jika memang diperlukan. Hindari memasukkan opini pribadi ke dalam teks laporan hasil observasi.
- Lakukan Revisi Sebelum Finalisasi — Periksa kembali laporan untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan atau informasi yang tidak konsisten. Mintalah teman atau guru untuk membaca ulang sebagai langkah pengecekan tambahan.
Baca juga: Salah Satu Tujuan Pembuatan Teks Laporan Hasil Observasi untuk Pengawasan dan Supervisi
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Topik
Q: Apa saja yang harus diamati saat membuat teks laporan hasil observasi tumbuhan?
A: Saat membuat teks laporan hasil observasi tumbuhan, hal utama yang perlu diamati meliputi morfologi tanaman (bentuk akar, batang, daun, bunga, dan buah), habitat atau tempat tumbuhnya, kondisi lingkungan sekitar termasuk jenis tanah dan pencahayaan, serta manfaat tumbuhan tersebut bagi manusia atau ekosistem. Data pengukuran seperti tinggi tanaman dan lebar daun juga penting untuk memperkuat objektivitas laporan.
Q: Berapa bagian struktur utama dalam contoh teks laporan hasil observasi tumbuhan?
A: Teks laporan hasil observasi umumnya terdiri dari tiga bagian utama: pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat atau fungsi. Beberapa teks juga dilengkapi dengan judul di bagian awal dan simpulan di bagian akhir. Struktur ini memastikan penyajian informasi yang sistematis dan mudah dipahami pembaca.
Q: Apa perbedaan teks laporan hasil observasi tumbuhan dengan teks deskripsi?
A: Perbedaan utamanya terletak pada pendekatan penulisan. Teks laporan hasil observasi lebih berfokus pada penyajian fakta-fakta ilmiah dan klasifikasi objek secara umum, sementara teks deskripsi lebih menekankan pada penggambaran objek secara detail berdasarkan kesan penulis. Teks LHO tentang tumbuhan wajib bersifat objektif, mengandalkan data dari pengamatan langsung, dan tidak memuat opini pribadi penulis.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396245/original/097674000_1782277287-ocpLPtRKdNPdmlTlEkrifEZHQpgs7RPl74pz3PA4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8470208/original/094020400_1782372790-Cover.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381810/original/027698100_1760518406-dapur_1_2x1_8_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432655/original/089229500_1764819212-dropshiper.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463642/original/011585500_1782364212-027d75b6-d45b-46ee-93fe-b3c0ce09cce7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464743/original/007143400_1782365573-4125171883790366068.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8462694/original/045871600_1782362851-dapur_area_cuci_6a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464650/original/032085700_1782365453-575e5b16-6f1f-4811-8d28-7fce494d0c24.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463394/original/051402900_1782363893-HL_Bisnis_laundry.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557801/original/055337100_1776393763-unnamed__2_.jpg)