Jelang INZS 2025, Dino Patti Djalal Sambut Komitmen Prabowo Kejar 100 Persen Energi Terbarukan

Apa itu Indonesia Net-Zero Summit atau yang dikenal dengan INZS 2025?

Diterbitkan 23 Juli 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan mengejutkan sekaligus ambisius datang dari Presiden Prabowo Subianto di sela kunjungannya ke Brasil. Prabowo menyebut, Indonesia menargetkan transisi penuh ke energi terbarukan dalam waktu 10 tahun. Komitmen itu pun disambut positif oleh pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal.

"Kita dapat 'durian runtuh' kemarin dari Presiden Prabowo," kata Dino Patti Djalal dalam konferensi pers Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2025 di Jakarta, Selasa (22/7/2025).

"Tanpa dikira siapa pun, di Rio de Janeiro, dalam pertemuan dengan Presiden Brasil Lula da Silva, beliau bilang: kami akan mencapai 100 persen renewable dalam 10 tahun ke depan."

Menurut Dino, langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa isu perubahan iklim kembali naik ke panggung utama kebijakan nasional, di tengah kondisi global yang kini lebih banyak diwarnai ketegangan geopolitik dibandingkan agenda hijau.

"Ini menunjukkan ada political will dari pemerintah. Saat era Presiden Jokowi, target energi terbarukan hanya 23 persen dan selama 10 tahun tak tercapai, hanya mentok di 11–12 persen. Nah, sekarang mau 100 persen dalam 10 tahun. Artinya paling tidak, kemauan politiknya jelas ada," ungkapnya.

Dino mengaku optimistis dengan pencapaian target tersebut. Ia menyebut sudah berdiskusi dengan sejumlah pihak di lingkaran dalam pemerintahan dan meyakini rencana tersebut memiliki fondasi yang realistis.

"Saya sudah bicara dengan beberapa orang dari lingkaran istana. Mereka bilang sudah ada rencananya. Dari segi pendanaan, teknologi, hingga kapasitas, semuanya dianggap memungkinkan. Kalau tercapai, kita bisa jadi pemimpin dalam diplomasi iklim global," katanya.

 

 

Keseriusan Presiden Prabowo

Komitmen menuju 100 persen energi terbarukan itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva pada 9 Juli lalu di Istana Planalto, Brasilia.

"Targetnya tentu saja 2040, tetapi para ahli saya mengatakan bahwa kita dapat mencapainya jauh lebih cepat," kata Prabowo kala itu. Ia juga menyampaikan ketertarikannya terhadap keberhasilan Brasil dalam mengembangkan biofuel dan berharap Indonesia dapat meniru langkah tersebut.

Pemerintah Brasil, menurut Prabowo, juga telah menyambut baik rencana Indonesia untuk mengirim lebih banyak tim teknis guna mempelajari teknologi dan modernisasi sektor pertanian serta pengembangan energi terbarukan.

Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat menjelang pelaksanaan Indonesia Net-Zero Summit 2025 yang akan menjadi forum penting untuk mengkonsolidasikan upaya transisi energi nasional dan kepemimpinan Indonesia dalam isu iklim global.