Trump: Gencatan Senjata Iran-Israel Sudah Berlaku, Jangan Dilanggar

Israel telah mengonfirmasi terlibat gencatan senjata dengan Iran dan demikian pula Iran melalui pengumuman di media resminya..

Diperbarui 24 Juni 2025, 14:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Israel dan Iran pada Selasa (24/6/2025) sepakat menerima rencana gencatan senjata yang diumumkan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang selama 12 hari yang telah mengguncang Timur Tengah. Hal ini terwujud setelah serangan balasan berskala terbatas oleh Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar.

Kesepakatan dari kedua belah pihak ini terjadi setelah Teheran melancarkan serangan terakhir berupa rudal-rudal yang menargetkan Israel dan menewaskan sedikitnya lima orang pada Selasa pagi, sementara Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke berbagai lokasi di Iran sebelum fajar menyingsing.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata bilateral dengan Iran dalam koordinasi dengan Trump.

Netanyahu menyampaikan dia telah melaporkan kepada kabinet keamanan Israel pada Senin malam bahwa Israel telah mencapai seluruh tujuan perangnya dalam operasi selama 12 hari melawan Iran, termasuk menghilangkan ancaman dari program nuklir dan rudal balistik Iran.

"Israel juga berhasil melemahkan kepemimpinan militer Iran, merusak beberapa situs pemerintahan, dan menguasai wilayah udara Teheran," kata Netanyahu seperti dilansir AP, Selasa (24/5). "Israel akan merespons dengan keras terhadap setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata."

Lebih dari satu jam setelah tenggat waktu bagi Iran untuk menghentikan serangan berlalu, Trump menulis di Truth Social, "GENCATAN SENJATA SUDAH BERLAKU. MOHON JANGAN DILANGGAR! DONALD J. TRUMP, PRESIDEN AMERIKA SERIKAT!"

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 7.30 pagi waktu setempat, namun pejabat Iran belum memberikan komentar sejak pengumuman Trump. Beberapa jam sebelumnya, diplomat tertinggi Iran mengatakan negaranya siap menghentikan serangan udara.

"Sejauh ini, TIDAK ADA 'kesepakatan' atas gencatan senjata atau penghentian operasi militer," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam unggahan di platform media sosial X. "Namun, dengan syarat bahwa rezim Israel menghentikan agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak berniat untuk melanjutkan respons militer kami setelah itu."    

Araghchi menambahkan, "Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian."

Rudal Iran Tewaskan 4 Orang di Israel

Militer Israel menyatakan bahwa Iran meluncurkan 20 rudal ke arah Israel sebelum gencatan senjata mulai berlaku. Polisi mengatakan serangan tersebut merusak sedikitnya tiga gedung pemukiman padat di Kota Beersheba.

Petugas tanggap darurat menyebutkan mereka menemukan empat jenazah dari satu gedung dan masih mencari kemungkinan korban lain. Sebelumnya, Dinas Pemadam dan Penyelamatan menyebutkan ada lima jenazah yang ditemukan, namun kemudian merevisi jumlah itu menjadi empat.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka.

Di luar gedung, bangkai mobil-mobil yang terbakar berserakan di jalanan. Pecahan kaca dan puing-puing memenuhi area sekitar. Ratusan petugas darurat berkumpul untuk mencari korban yang mungkin masih terperangkap di dalam bangunan.

Polisi mengatakan beberapa orang mengalami luka meskipun berada di dalam ruang aman apartemen mereka, yang dirancang untuk menahan roket dan serpihan, namun tidak untuk hantaman langsung dari rudal balistik.