Liputan6.com, Jakarta Gula merupakan salah satu senyawa kimia yang paling akrab dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemanis makanan hingga sumber energi utama tubuh. Memahami rumus kimia gula menjadi langkah penting untuk mengenal karakteristik senyawa manis ini dari perspektif ilmu kimia.
Dalam dunia sains, gula yang biasa digunakan di dapur dikenal sebagai sukrosa dengan rumus molekul C12H22O11. Semua jenis karbohidrat, termasuk gula, mengandung tiga unsur yang sama, yaitu karbon, oksigen, dan hidrogen - meskipun susunan strukturnya berbeda-beda.
Dilansir dari Britannica, gula sebagai senyawa kimia merujuk pada karbohidrat berwarna cerah, larut dalam air, yang ditemukan di tanaman dan susu, dengan sukrosa sebagai jenis paling umum. Rumus kimia gula bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari monosakarida sederhana seperti glukosa (C6H12O6) hingga disakarida seperti sukrosa (C12H22O11).
Advertisement
Apa Itu Gula dalam Ilmu Kimia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535907/original/093301600_1774166165-still-life-xilitol-sweetener.jpg)
Gula adalah karbohidrat sederhana yang memiliki rasa manis dan larut dalam air. Karbohidrat sederhana yang larut dalam air dan manis rasanya disebut "gula", sebuah kelompok senyawa organik yang tersusun dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Dalam konteks kimia, istilah "gula" mencakup beragam senyawa, bukan hanya gula pasir yang biasa dijumpai di meja makan. Setiap jenis gula memiliki rumus molekul dan struktur senyawa kimia yang khas.
Rumus umum gula ditulis sebagai CnH2nOn, di mana "n" menunjukkan jumlah atom unsur dalam karbohidrat tersebut, dengan rentang nilai n antara 3 hingga 7. Rumus umum ini menjadi dasar untuk memahami komposisi berbagai jenis gula, baik yang sederhana maupun yang kompleks. Ketika dua molekul gula sederhana bergabung melalui reaksi kondensasi, satu molekul air dilepaskan dan terbentuklah disakarida dengan rumus berbeda.
Fritjof Capra, fisikawan dan ahli teori sistem, dikutip dari AZ Quotes menyatakan, "Rasa manis tidak berada di C, maupun di O, maupun di H; rasa manis berada dalam pola yang muncul dari interaksi di antara mereka."
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana susunan atom-atom dalam molekul gula menciptakan sifat unik yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur penyusunnya secara individual. Rumus kimia gula menjadi semacam "peta" yang menunjukkan komposisi atom, tetapi struktur tiga dimensi molekulnyalah yang menentukan rasa, kelarutan, dan sifat kimia lainnya. Inilah mengapa mempelajari rumus kimia bukan sekadar menghafal angka dan simbol, melainkan memahami hubungan antarunsur yang membentuk senyawa.
Advertisement
Klasifikasi Gula Berdasarkan Struktur Kimia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479288/original/073378300_1768973254-immo-wegmann-_d4HkdoGEng-unsplash.jpg)
Gula diklasifikasikan ke dalam empat kelompok utama, yakni monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Klasifikasi ini didasarkan pada jumlah unit sakarida yang menyusun molekul gula tersebut. Berikut penjelasan masing-masing kelompok beserta rumus kimianya:
- Monosakarida - Monosakarida adalah gula paling sederhana yang tidak dapat dipecah lagi melalui hidrolisis. Contoh utamanya adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa, ketiganya memiliki rumus molekul C6H12O6 tetapi berbeda struktur. Monosakarida seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa memiliki rumus molekul yang sama (C6H12O6) tetapi susunan strukturnya berbeda.
- Disakarida - Disakarida umum meliputi sukrosa (gula meja), laktosa (gula susu), dan maltosa, di mana sukrosa terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Rumus molekul disakarida umumnya adalah C12H22O11.
- Oligosakarida - Oligosakarida adalah karbohidrat yang melalui hidrolisis menghasilkan 2 hingga 10 monosakarida, di mana unit-unit monosakarida dihubungkan oleh ikatan glikosidik, dan dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi disakarida, trisakarida, tetrasakarida, serta pentasakarida.
- Polisakarida - Polisakarida tersusun dari sejumlah besar unit monosakarida, bersifat tidak larut dalam air, dan tidak berasa manis, contohnya pati dan selulosa. Polisakarida berfungsi sebagai penyimpan energi dan komponen struktural pada organisme hidup.
Baca juga: Ciri-Ciri Karbohidrat, Pengertian, Jenis, dan Fungsinya bagi Tubuh
Mengacu pada ReAgent Chemical Services, sukrosa terbentuk dari dua subunit gula lain yang sangat dikenal, yakni fruktosa dan glukosa - salah satunya berbentuk cincin heterosiklik enam anggota (cincin glukosa), sedangkan yang lain berbentuk cincin heterosiklik lima anggota (cincin fruktosa), dan keduanya dihubungkan oleh ikatan glikosidik.
Rumus Kimia Gula Pasir (Sukrosa) dan Ikatan Glikosidiknya
Gula pasir yang kita kenal sehari-hari memiliki nama ilmiah sukrosa. Rumus kimia sukrosa adalah C12H22O11, dengan massa molar 342,30 g/mol. Setiap molekul sukrosa tersusun dari 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen. Senyawa ini berwujud padatan kristal berwarna putih, tidak berbau, dan memiliki rasa manis yang khas. Sukrosa diekstraksi dari tebu atau bit gula, dua tanaman yang menjadi sumber utama produksi gula dunia.
Hal yang menarik dari sukrosa adalah bagaimana dua gula sederhana bergabung membentuknya. Molekul sukrosa merupakan disakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa yang terhubung melalui ikatan glikosidik ke satu molekul fruktosa, di mana komponen glukosa dan fruktosa dihubungkan melalui ikatan asetal antara C1 pada subunit glukosil dan C2 pada unit fruktosil. Proses pembentukan ikatan ini melibatkan reaksi kondensasi yang melepaskan satu molekul air - inilah alasan mengapa rumus sukrosa (C12H22O11) memiliki satu atom oksigen dan dua atom hidrogen lebih sedikit dibandingkan penjumlahan langsung rumus glukosa dan fruktosa.
Kata "sucrose" diciptakan pada tahun 1857 oleh kimiawan Inggris William Miller dari bahasa Prancis "sucre" (gula) dan akhiran kimia generik untuk gula, "-ose". Penamaan ini menjadi standar internasional yang digunakan hingga saat ini dalam literatur sains.
Berdasarkan Chemistry LibreTexts, molekul sukrosa unik di antara disakarida umum karena memiliki ikatan glikosidik alpha-1, beta-2 (head-to-head), yang terbentuk antara gugus OH pada karbon anomerik alpha-D-glukosa dan gugus OH pada karbon anomerik beta-D-fruktosa, sehingga memberikan sifat-sifat yang cukup berbeda dari maltosa dan laktosa. Karena kedua karbon anomerik terikat dalam ikatan glikosidik, sukrosa tidak dapat mengalami reaksi khas aldehida dan keton, sehingga diklasifikasikan sebagai gula non-pereduksi. Sifat ini menjadikan sukrosa lebih stabil dibandingkan disakarida lain seperti maltosa atau laktosa.
Daftar Rumus Kimia Berbagai Jenis Gula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1977881/original/024405600_1520587302-lab-217074_960_720.jpg)
Tidak semua gula memiliki rumus kimia yang unik - beberapa gula berbagi rumus kimia yang sama, tetapi dapat dibedakan berdasarkan struktur, lokasi, dan jenis ikatan kimia di antara atom-atomnya. Sebagaimana dilaporkan Softschools.com, sukrosa tidak memiliki titik leleh konvensional, melainkan terdekomposisi pada suhu sekitar 186 derajat C dan membentuk karamel - sebuah reaksi yang banyak dimanfaatkan oleh industri makanan. Berikut daftar lengkap rumus kimia berbagai jenis gula:
| Nama Gula | Rumus Kimia | Klasifikasi |
|---|---|---|
| Glukosa | C6H12O6 | Monosakarida |
| Fruktosa | C6H12O6 | Monosakarida |
| Galaktosa | C6H12O6 | Monosakarida |
| Manosa | C6H12O6 | Monosakarida |
| Sukrosa | C12H22O11 | Disakarida |
| Laktosa | C12H22O11 | Disakarida |
| Maltosa | C12H22O11 | Disakarida |
| Trehalosa | C12H22O11 | Disakarida |
| Ribosa | C5H10O5 | Monosakarida |
| Xilosa | C5H10O5 | Monosakarida |
| Arabinosa | C5H10O5 | Monosakarida |
Dari tabel di atas terlihat bahwa glukosa, fruktosa, galaktosa, dan manosa memiliki rumus kimia identik, yakni C6H12O6. Perbedaan utama terletak pada susunan atom-atom dalam struktur tiga dimensinya. Glukosa merupakan aldoheksosa yang memiliki gugus aldehida, sedangkan fruktosa adalah ketoheksosa dengan gugus keton. Perbedaan struktural inilah yang membuat keduanya memiliki sifat kimia dan biologis yang berbeda, meskipun rumus molekulnya sama persis.
Hal serupa berlaku pada kelompok disakarida. Sukrosa, laktosa, dan maltosa sama-sama memiliki rumus C12H22O11, tetapi komposisi monosakarida penyusunnya berbeda. Sebagaimana dikutip dari Study.com, ikatan glikosidik terbentuk melalui reaksi kondensasi, yang berarti satu molekul air dihasilkan selama pembentukan glikosida. Proses inilah yang menyebabkan disakarida memiliki rumus C12H22O11 dan bukan C12H24O12 (penjumlahan langsung dua monosakarida C6H12O6).
Baca juga: Contoh Karbohidrat Sederhana beserta Jenis dan Manfaatnya
Merujuk World of Molecules, hal yang patut dicatat tentang sukrosa adalah, tidak seperti kebanyakan disakarida, ikatan glikosidiknya terbentuk antara ujung pereduksi glukosa dan fruktosa, bukan antara ujung pereduksi satu dan ujung non-pereduksi yang lain. Keunikan ini menjadikan sukrosa berbeda secara fundamental dari disakarida lain dalam hal reaktivitas kimianya. Selain gula-gula umum tersebut, terdapat pula High-Fructose Corn Syrup (HFCS) dengan komposisi umum seperti HFCS-42 (42% fruktosa, 58% glukosa) dan HFCS-55 (55% fruktosa, 45% glukosa), yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman kemasan.
Peran Gula dalam Metabolisme dan Kesehatan Tubuh
Gula bukan sekadar pemanis - senyawa ini memiliki peran vital dalam menyediakan energi bagi tubuh manusia. Ketika mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, tubuh memecahnya menjadi glukosa yang kemudian diserap ke dalam aliran darah. Glukosa inilah yang menjadi bahan bakar utama untuk seluruh proses biologis, dari kontraksi otot hingga aktivitas otak. Setiap gram karbohidrat yang dikonsumsi menyediakan sekitar 4 kalori energi bagi tubuh.
Frederick Banting, penemu insulin dan penerima Nobel Kedokteran, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Metode untuk memperkirakan potensi larutan insulin didasarkan pada efek yang dihasilkan insulin terhadap gula darah hewan normal."
Hubungan antara gula darah dan insulin ini mendasari pemahaman modern tentang metabolisme glukosa. Setelah diserap dari saluran pencernaan, glukosa memasuki aliran darah dan memicu pelepasan hormon insulin oleh pankreas. Insulin bertugas mengantar glukosa masuk ke dalam sel-sel otot dan hati untuk disimpan sebagai glikogen atau digunakan langsung sebagai energi. Fruktosa, di sisi lain, mengambil jalur metabolisme berbeda - senyawa ini langsung diproses di hati tanpa memerlukan insulin, sehingga tidak langsung memengaruhi kadar gula darah secara signifikan.
Antoine Lavoisier, bapak kimia modern, dikutip dari Today in Science History menyatakan, "Saya sebelumnya mengira air sudah terbentuk dalam gula, meskipun sekarang saya yakin bahwa gula hanya mengandung unsur-unsur yang tepat untuk menyusunnya."
Perjalanan panjang ilmu kimia dari era Lavoisier hingga saat ini telah mengungkap bahwa komposisi rumus kimia gula berkaitan erat dengan fungsinya dalam tubuh. Sukrosa yang dikonsumsi harus dipecah terlebih dahulu oleh enzim sukrase di usus halus menjadi glukosa dan fruktosa sebelum dapat diserap tubuh. Karbohidrat kompleks seperti pati memerlukan proses pencernaan lebih lama karena terdiri dari rantai panjang molekul glukosa. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau setara empat sendok makan untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan peluang terjadinya obesitas, diabetes tipe 2, serta kerusakan gigi akibat pembentukan plak yang menempel pada gigi.
Baca juga: Jenis Makanan Sumber Karbohidrat Selain Beras
Baca juga: Sumber Karbohidrat Kompleks yang Cocok untuk Diet
Baca juga: Jenis Makanan Karbohidrat Selain Nasi
Baca juga: Perbedaan Gula Jawa dan Gula Aren
Baca juga: Panduan Lengkap Karbohidrat yang Baik untuk Tubuh
Baca juga: Minuman Sehat untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
Baca juga: Fakta Kesehatan tentang Gula Merah dan Gula Pasir
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rumus Kimia Gula
Apa rumus kimia gula pasir yang digunakan sehari-hari?
Gula pasir atau gula meja yang biasa digunakan sehari-hari memiliki nama ilmiah sukrosa dengan rumus kimia C12H22O11. Setiap molekulnya tersusun dari 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen. Sukrosa merupakan disakarida yang terbentuk dari gabungan satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa melalui ikatan glikosidik.
Mengapa glukosa dan fruktosa memiliki rumus kimia yang sama tetapi sifatnya berbeda?
Glukosa dan fruktosa sama-sama memiliki rumus molekul C6H12O6, namun keduanya merupakan isomer - artinya susunan atom-atom dalam strukturnya berbeda. Glukosa memiliki gugus aldehida sehingga disebut aldoheksosa, sementara fruktosa memiliki gugus keton sehingga disebut ketoheksosa. Perbedaan struktur ini membuat keduanya memiliki tingkat kemanisan, jalur metabolisme, dan sifat kimia yang tidak sama.
Apa saja unsur penyusun rumus kimia gula?
Semua jenis gula tersusun dari tiga unsur yang sama, yaitu karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Yang membedakan satu jenis gula dari yang lain adalah jumlah atom masing-masing unsur serta cara atom-atom tersebut tersusun dalam struktur molekulnya. Misalnya, monosakarida memiliki rumus C6H12O6 dengan enam atom karbon, sedangkan disakarida memiliki rumus C12H22O11 dengan dua belas atom karbon.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715341/original/082692800_1782800450-wmZeNIlcJjXbpoi9mJqOrpmhETWR5H3lizGyxsH0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672263/original/094764300_1782711713-EpYjyZAii1X0LWJlsPEUh4t63MAvDJqy9T5JsJdl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4777020/original/043461600_1710823015-IMG_20240319_112650_623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712358/original/035901200_1782793851-nLCG3raIfLmPFl0zowQpJCh5lFQq8hHhQWsKtcbS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672341/original/071571400_1782711804-70hRn97LteFVB11vw967oEXLbWSKb9ch7GjPqNrz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672323/original/048717100_1782711775-jTFMG3mpeJONqKlT3yEVB2UIVGZEqugiVhEvlOg1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672352/original/029465400_1782711816-YGvxl3FRrESTNFc2suD4ZE1d7QFwDTWJidCWiOYm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672373/original/084551400_1782711837-dfFcMJ6CT4YE3TjUTnYiVEUYABcwsdgkoMjYuvob.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672273/original/013397700_1782711728-xR4vtfzQgYHfvVAK79efq5zqLH7IMz95sSmZvaGT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672390/original/095102000_1782711877-8mkyHQE2F7iNKtPTaQSjMWH1FG4RAlEO5eRmjsVR.jpg)