Sukses

Ung Aing dan Natalee, 2 Orang Utan Sumatra yang Diselundupkan ke Thailand Pulang ke RI

Jakarta - Orang utan adalah salah satu binatang yang terancam punah. Keberadaannya pun kian jadi sorotan. Terkini, datang kabar dari Thailand yang memulangkan primata tersebut ke Indonesia.

Mengutip ABC Australia, Jumat (18/11/2020), dua orang utan yang terancam punah dan pernah diselundupkan ke Thailand tiga tahun lalu itu dikembalikan ke Indonesia Kamis 17 Desember. Mereka kemudian menjalani serangkaian proses rehabilitasi sebelum dilepaskan ke alam liar.

Ung Aing dan Natalee, orang utan Sumatra yang keduanya berusia empat tahun, dibawa dari pusat penyelamatan satwa liar di Provinsi Ratchaburi ke bandara Bangkok sebelum diterbangkan ke Indonesia.

Mereka akan tinggal di pusat rehabilitasi di Provinsi Jambi, Pulau Sumatra.

Suraphong Chaweepak selaku direktur divisi perlindungan fauna dan flora liar di Thailand mengatakan, kedua orang utan itu diberi sejumlah makanan terlebih dahulu sebelum diterbangkan ke Indonesia. "Sebelum diterbangkan, pasangan itu diberi makan pisang dan apel hijau, dan dinyatakan bebas dari COVID-19 setelah menjalani tes," jelasnya.

Kepulangan orang utan ini bukanlah untuk pertama kalinya, melainkan sudah beberapa kali. 

"Ini adalah pemulangan orang utan yang kelima ke Indonesia sejak 2006," tutur eorang pejabat di Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tanaman Thailand,  Prakit Vongsrivattanakul.

Sejauh ini, sudah ada 71 orang utan yang kabarnya direpatriasi ke Indonesia dari Thailand.

2 dari 4 halaman

Kisah Penyelundupan Ung Aing dan Natalee

Ung Aing dan Natalee, kedua kera besar tersebut diamankan di perbatasan Thailand-Malaysia pada tahun 2017.

Setelah penyelundupnya diadili, Thailand setuju untuk mengirim mereka kembali ke Indonesia, seperti yang disampaikan Kementerian Satwa Liar dan Konservasi Thailand juga Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok dalam pernyataan bersamanya.

Orangutan diburu secara ilegal dari hutan untuk dikonsumsi, atau diambil bayinya untuk perdagangan hewan peliharaan domestik dan internasional, serta untuk keperluan obat tradisional.

Menurut World Wildlife Fund, diperkirakan hanya ada sekitar 100.000 orangutan Kalimantan dan hanya sekitar 7.500 orangutan Sumatra yang tersisa di alam liar.

Selain perburuan liar, populasi orangutan menurun karena perusakan habitatnya yang disebabkan penebangan besar-besaran dan penggantian hutan dengan penanaman tumbuhan komersial seperti kelapa sawit.

3 dari 4 halaman

Infografis Siapa yang Perlu Cek Corona COVID-19 ke RS?

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Ini: