Notep Terpukau Alam Indonesia, Puji Raja Ampat dan Ingin Kunjungi Jogja

Meski sudah sering datang ke Indonesia, Notep masih punya banyak tempat yang ingin ia datangi.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Musisi Notep terinspirasi alam dan menyuarakan isu lingkungan melalui karyanya.
  • Hobi menyelam mendorong Notep vokal menyuarakan isu lingkungan lewat musik.
  • Notep akan merilis EP "Pakarang" pada 4 September, bermakna koral.

Liputan6.com, Jakarta - Notep dikenal sebagai musisi yang membawa napas alam dalam karya-karyanya. Tak jarang ia mengambil inspirasi dari elemen yang ada di bumi, sekaligus menyuarakan isu lingkungan yang menjadi perhatiannya. 

Dalam momen wawancara eksklusif dengan Liputan6.com beberapa waktu lalu, wanita bernama lengkap Note Panayanggool bercerita bahwa dirinya memang getol menyambangi destinasi yang dekat dengan alam. Terutama, yang berkaitan dengan kegiatan menyelam. Ia juga rupanya sudah sering menyambangi Indonesia. 

"Aku sudah sering banget ke Indonesia. Aku sering bekerja di Potato Head di Bali, diving di Raja Ampat, di Alor. Aku suka sekali semuanya," kata Notep, kemudian menambahkan, "Aku juga pernah ke Komodo."

Dari semua tempat yang ia datangi, ada satu lokasi yang begitu membekas di hattinya. "Menurutku Raja Ampat terasa begitu spesial," ujar musisi Thailand ini. 

Meski sudah sering datang ke Indonesia, Notep masih punya banyak tempat yang ingin ia datangi. Ia menjelaskan, "Aku ingin pergi ke Jogja, ke Nusa Penida, aku ingin pergi ke banyak tempat. Aku pasti akan kembali (ke Indonesia). Aku punya banyak tempat yang ingin kudatangi."

Titik Balik Karier Notep dan Hobi Menyelam

Dalam wawancara yang sama, Notep juga menceritakan bahwa hobi menyelam membawanya ke arah baru untuk lebih vokal menyuarakan isu lingkungan dalam karya-karyanya. 

"Saat aku mulai makin sering menyelam dan menyadari betapa indahnya dunia di bawah laut, aku juga menyadari bahwa hal ini tak akan bertahan lama, bila tak ada tindakan yang diambil," kata Notep. 

Momen ini pula yang membuatnya sadar bahwa sebagai penyanyi, dirinya memiliki platform untuk menyebarkan pesan tentang isu lingkungan. 

"Karena aku bukan ilmuwan yang jenius, aku enggak bisa mengedukasi atau semacamnya. Tapi aku bisa berbagi musik dan karya seniku yang berbicara tentang lingkungan, membuatnya menjadi menyenangkan dan begitu indah. Orang bisa jatuh cinta padanya, dan menurutku penting juga untuk membuat hubungan semacam ini," kata dia.  

Radio dan Crystalize

Dalam dua bulan terakhir, Notep telah merilis dua lagu yakni "Radio" dan "Crystalize." Menariknya, kedua lagu ini dipublikasikan pada dua tanggal istimewa. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Yang pertama adalah "Radio", yang dirilis pada 22 April 2026, bertepatan dengan Hari Bumi. Beberapa pekan kemudian, "Crystalize" menyusul, tepatnya pada Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni 2026.  "(Pemilihan tanggal rilis) memang disengaja, karena karyaku memang sangat mengacu kepada sisi lingkungan, dan aku ingin menghubungkan kedua dunia ini. Aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kesadaran tentang isu lingkungan," kata Notep. Dalam videoklip "Radio," misalnya, Notep mengenakan gaun dari limbah kaleng soda dan headpiece dari jejaring ikan, yang didesain oleh Eric Tobua.

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan