- Ida Farida, sutradara dan penulis skenario senior, meninggal dunia 3 September 2026.
- Festival Film Indonesia berduka dan berterima kasih atas dedikasinya pada perfilman.
- Ia sutradara wanita pionir dan peraih Piala Citra Penulis Skenario Terbaik 1989.
Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia perfilman Tanah Air. Ida Farida, sutradara sekaligus penulis skenario senior Indonesia, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026. Kabar berpulangnya Ida Farida ini disampaikan langsung oleh akun Instagram resmi Festival Film Indonesia, @festivalfilmid, pada hari yang sama.
"Festival Film Indonesia turut berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Ida Farida, 5 Mei 1938 - 3 September 2026," tulis pihak Festival Film Indonesia dalam unggahannya.
Pihak FFI turut menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi panjang Ida Farida bagi perfilman Indonesia. "Terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga setiap kebaikan dan karya yang ditinggalkan menjadi amal yang terus mengalir," lanjut keterangan tersebut.
Profil dan Perjalanan Karier Ida Farida
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340468/original/065496300_1788508052-SnapInsta.to_792158502_18565882195076567_4942748646374315427_n.jpg)
Ida Farida lahir di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Ia merupakan adik dari sutradara senior Misbach Yusa Biran, sekaligus menjadikannya masih satu keluarga dengan aktris Nani Widjaja yang merupakan istri dari sang kakak. Sebelum terjun ke dunia perfilman, Ida Farida memulai kariernya sebagai wartawati sekaligus penulis cerpen sejak 1953, dengan karya pertamanya "Surat Terakhir" yang dimuat di majalah Pusparagam.
Ida Farida mulai masuk ke dunia film atas ajakan Sofia WD, aktris sekaligus sutradara senior Indonesia. Kariernya di dunia perfilman dimulai sebagai script girl dalam film Melawan Badai (1974), sebelum kemudian menjadi asisten sutradara lewat film Jangan Menangis Mama (1977). Ida Farida akhirnya resmi debut sebagai sutradara lewat film Guruku Cantik Sekali pada 1979.
Puncak pencapaian Ida Farida datang pada Festival Film Indonesia 1989, ketika ia berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Penulis Skenario Terbaik lewat film Semua Sayang Kamu (Dewi-Cipluk). Sejumlah karya lain yang juga lekat dengan namanya antara lain Asmara di Balik Pintu (1984), Tak Ingin Sendiri (1985), dan Kuberikan Segalanya (1992). Usai menyutradarai Tak Ingin Sendiri, Ida Farida sempat memperluas kariernya dengan bekerja di industri perfilman Malaysia.
Ida Farida juga dikenal sebagai sosok penting dalam sejarah perfilman Indonesia karena tercatat sebagai satu dari enam sutradara perempuan Indonesia yang berkarya sebelum era 1998, dan menjadi salah satu yang bertahan paling lama di antara mereka.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340467/original/000154800_1788508052-b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340369/original/073465800_1788504292-Lightningmcqueen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336664/original/046676500_1788170391-IMG-20260831-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340316/original/092448600_1788501266-Untitled_design_2.jpg)