Terbesar dalam 90 Tahun, Volkswagen Siap Pangkas 100 Ribu Pekerja

Volkswagen juga mengatakan akan memangkas jumlah model yang diproduksi hingga 50% pada 2035, selain PHK pekerja.

Diterbitkan 04 September 2026, 14:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dewan direksi otomotif raksasa asal Jerman, Volkswagen merestui rencana pemangkasan tambahan 50.000 pekerja. Langkah ini sebagai bagian dari program restrukturisasi besar-besaran. Total, posisi yang direncanakan berkurang mencapai 100.000 hingga 2030.

Disebut-sebut, restrukturisasi ini menjadi yang terbesar dalam hampir 90 tahun sejarah Volkswagen. Grup Volkswagen, yang mencakup merek Audi, Porsche, Skoda, serta Volkswagen (VW), sebelumnya mengumumkan pada Maret bahwa perusahaan akan memangkas 50.000 posisi hingga akhir dekade ini.

CEO Volkswagen Oliver Blume mengatakan langkah tersebut merupakan “sinyal kuat” bagi masa depan perusahaan, sekaligus menunjukkan bahwa VW “bertanggung jawab terhadap seluruh tenaga kerjanya”, dalam pernyataan pada Kamis.

Pada Juli lalu, melansir laman BBC, Jumat (4/9/2026), Blume mengatakan perusahaan tengah mempertimbangkan pemangkasan tenaga kerja tambahan tersebut.

Produsen mobil Golf ini terdampak penurunan laba akibat merosotnya penjualan dan ketatnya persaingan, terutama dari merek-merek asal China.

Volkswagen juga mengatakan akan memangkas jumlah model yang diproduksi hingga 50% pada 2035 serta mengurangi kompleksitas produk hingga 75%.

Perusahaan akan memprioritaskan “kendaraan yang paling diminati” dan meningkatkan volume produksi setiap model. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya.

Volkswagen menyatakan bahwa “penyesuaian mendasar terhadap kapasitas tenaga kerja global diperlukan” untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan permintaan pasar dan perkembangan teknologi.

Pada 2025, Volkswagen mempekerjakan lebih dari 660.000 orang di seluruh dunia. Selain Volkswagen, grup tersebut juga menaungi merek seperti Seat, Bentley, dan Lamborghini.

PHK Semua Posisi

Volkswagen menambahkan, penyesuaian pekerja di seluruh grup sekitar 50.000 posisi, termasuk jabatan manajemen, memang diperlukan.

Perusahaan juga tengah mempertimbangkan masa depan pabriknya yang berlokasi di  Emden, Zwickau, Hanover, dan Neckarsulm.

Volkswagen sebelumnya mengatakan kapasitas produksi di sejumlah pabrik tersebut telah melebihi permintaan. “Penggunaan alternatif untuk pabrik-pabrik tersebut sedang dikaji,” kata perusahaan.

Christianne Benner, Presiden serikat pekerja industri terbesar di Eropa, IG Metall, sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengawas Volkswagen, mengatakan produsen otomotif tersebut telah berjuang keras untuk mendapatkan solusi yang baik dalam menghadapi situasi krisis.

Laba Volkswagen telah merosot tajam dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya akibat penurunan penjualan di China yang sebelumnya merupakan salah satu pasar terbesar perusahaan.

Penjualan di Amerika Serikat juga menurun, sebagian disebabkan oleh dampak tarif impor kendaraan yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6