Liputan6.com, Jakarta - Mengirimkan doa dan pahala bacaan Al-Qur'an untuk orang yang telah meninggal dunia merupakan tradisi yang telah mengakar, khususnya di Indonesia. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan niat mengirim hadiah Al-Fatihah kepada orang yang sudah wafat untuk membedakan antara sekadar membaca biasa dengan ibadah yang bernilai pahala dan sampai kepada ahli kubur.
Dasar berdoa dan mengirimkan hadiah amalan ini termaktub dalam Al-Qur’an, Surat Al-Hasyr ayat 10: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami...'" Ayat ini menjadi landasan bahwa mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita dalam keimanan adalah amalan yang diajarkan dalam Al-Qur'an.
Rasulullah SAW juga bersabda: "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).
Advertisement
Dalam buku Tradisi Amaliyah Warga NU: Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur, Sutejo Ibnu Pakar menjelaskan para ulama tahqiq sepakat tentang sampainya pahala bacaan Al-Qur'an termasuk Surat Al-Fatihah untuk orang yang meninggal dan mereka mendapat manfaat dari bacaan tersebut.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan niat mengirim hadiah al-fatihah kepada orang yang sudah wafat, dan urutannya sesuai adab.
Bacaan Niat dan Tawasul Kirim Al-Fatihah untuk Ahli Kubur
1. Niat dalam Hati
Sebelum memulai rangkaian bacaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghadirkan niat dalam hati untuk mengirimkan pahala bacaan Al-Fatihah kepada orang yang telah meninggal dunia. Niat ini cukup diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan secara khusus. Yang terpenting adalah kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT semata.
2. Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW
Arab: اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Ilā hadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah.
Artinya: "Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan wasilah (perantara) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalil tentang dibolehkannya tawasul disebutkan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 64.
Setelah membaca tawasul ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah:
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ. غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. آمِيْنْ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.
3. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, dan Orang Saleh
Arab: ثُمَّ اِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ
Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīn.
Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."
Setelah itu, kembali membaca Surat Al-Fatihah.
4. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur
Arab: ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا
Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā.
Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."
Kembali membaca Surat Al-Fatihah.
5. Tawasul Khusus untuk Orang Tua, Guru, dan Keluarga
Arab: خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ
Latin: Khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi.
Artinya: "Khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."
Setelah bacaan ini, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan dengan lafaz:
Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)
Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)
Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."
Kemudian ditutup dengan:
Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah.
Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Lalu ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah sekali lagi.
6. Doa Penutup
Setelah membaca Surat Al-Fatihah, ayat-ayat Al-Qur'an, tahlil, tasbih, istighfar, sholawat dan kalimat Thayyibah lainnya, dianjurkan membaca doa berikut:
Arab: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ وَأَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى ...
Latin: Allāhumma ij'al wa awshil wa taqabbal tsawāba mā qara'nāhu minal-qur'ānil-'azhīmi wa mā hallalnā wa mā sabbaḫnā wa mā istaghfarnā wa mā shallaynā 'alā sayyidinā Muhammadin shallallāhu 'alayhi wasallama hadiyyatan wāshilatan wa raḫmatan nāzilatan wa barakatan syāmilatan ilā ...
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah, sampaikanlah, dan terimalah pahala apa yang telah kami baca dari Al-Qur'an yang agung, apa yang kami tahlilkan, apa yang kami tasbihkan, apa yang kami istigfarkan, dan apa yang kami shalawatkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai hadiah yang sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang melimpah kepada ..."
Hikmah Niat Mengirim Hadiah Al-Fatihah untuk Orang Meninggal
1. Menjalin silaturahim yang melampaui batas kematian
Mengirimkan Al-Fatihah untuk ahli kubur merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului kita, sekaligus menjaga hubungan batin dengan orang tua, guru, dan keluarga yang telah wafat.
2. Meringankan beban mayit di alam kubur
Doa dan bacaan Al-Fatihah yang dikirimkan dapat menjadi amalan yang bermanfaat bagi mayit dan meringankan siksa kuburnya. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang memasuki pekuburan, lalu membaca Surat Yasin, Allah akan meringankan siksa bagi penghuni kubur" (HR. Abdul Aziz).
3. Mengamalkan ajaran untuk saling mendoakan
Islam mengajarkan umatnya untuk saling mendoakan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Ini merupakan wujud kepedulian dan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas kematian.
4. Mendidik kesadaran akan kematian
Melalui amalan mengirim Al-Fatihah, seseorang diingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat, sehingga termotivasi untuk mempersiapkan bekal amal saleh semasa hidup.
5. Mendapatkan pahala bagi yang membacanya
Membaca Al-Qur'an—termasuk Surat Al-Fatihah—adalah ibadah yang mendatangkan pahala bagi yang membacanya. Pahala tersebut tetap diperoleh oleh pembaca, sementara mayit mendapatkan manfaat dari doa dan keberkahan yang menyertainya.
Pertanyaan Seputar Niat Al Fatihah untuk Orang yang Sudah Meninggal
1. Bagaimana niat mengirim Al-Fatihah untuk orang yang sudah meninggal?
Niat mengirim Al-Fatihah untuk orang yang sudah meninggal cukup diucapkan dalam hati dengan kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT. Tidak ada lafaz niat khusus yang harus diucapkan. Yang terpenting adalah menghadirkan niat untuk mengirimkan pahala bacaan Al-Fatihah kepada orang yang dituju.
2. Apakah harus membaca tawasul sebelum mengirim Al-Fatihah?
Ya, membaca tawasul sebelum mengirim Al-Fatihah adalah bagian dari tata cara yang umum dilakukan. Tawasul diawali dengan mengirimkan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian kepada para nabi, rasul, wali, orang saleh, dan akhirnya kepada ahli kubur yang dituju. Tawasul merupakan wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Bagaimana urutan bacaan tawasul kirim Al-Fatihah yang benar?
Urutan yang benar adalah: (1) Menghadirkan niat dalam hati, (2) Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat, lalu membaca Al-Fatihah, (3) Tawasul kepada para nabi, rasul, wali, syuhada, dan orang saleh, lalu membaca Al-Fatihah, (4) Tawasul kepada semua ahli kubur muslimin dan muslimat, lalu membaca Al-Fatihah, (5) Tawasul khusus kepada orang tua, guru, dan keluarga yang dituju, lalu membaca Al-Fatihah.
4. Apakah pahala Al-Fatihah sampai kepada orang yang sudah meninggal?
Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Qur'an, termasuk Surat Al-Fatihah, sampai kepada orang yang telah meninggal dunia. Ibnu Qudamah dalam Syarh Al-Kabir menyatakan bahwa ibadah apapun yang dikerjakan dan pahalanya dihadiahkan untuk mayit yang muslim, maka dia bisa mendapatkan manfaatnya.
5. Kapan waktu yang tepat untuk mengirim Al-Fatihah untuk ahli kubur?
Mengirim Al-Fatihah untuk ahli kubur dapat dilakukan kapan saja, baik secara individu maupun berjamaah. Waktu yang paling utama adalah pada malam Jumat, biasanya setelah shalat Maghrib, atau saat melakukan ziarah kubur. Malam Jumat merupakan waktu yang tepat untuk membaca Surat Yasin dan mengirim doa bagi orang yang sudah meninggal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311975/original/026307100_1785471706-Screenshot_2026-07-31_103854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312208/original/040549600_1785483356-1000597946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312202/original/025706600_1785483237-1001513808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312167/original/045429400_1785482318-1000597806.jpg)