Sukses

Demi Perjuangkan Cinta, Pemuda Jerman Rela Panjat Tembok Penjara

Liputan6.com, Vechta - Jikalau cinta itu buta, mungkin ini salah satu contohnya. S eorang pemuda asal Vechta, Jerman rela memanjat tembok penjara demi bertemu mantan pacarnya.

Tembok setinggi empat meter pun tak menjadi penghalang baginya untuk menemui mantan kekasihnya lewat jendela.

Dilansir dari BBC, Sabtu (26/10/2019), pemuda yang masih berusia 18 tahun itu bahkan menolak turun meski keberadaannya diketahui oleh petugas. Ia lalu disusul dengan tangga dan dibujuk turun.

Menurut media lokal, sang kekasih yang sebaya dengannya ternyata memutuskan hubungan beberpa saat sebelumnya. Memicu sang pemuda yang patah hati nekat memanjat tembok hotel prodeo untuk meminta sang kekasih mencabut keputusannya berpisah.

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Melanggar Aturan Penjara

Dalam melakukan aksinya, ia bertelanjang dada untuk menghindari kaus yang tersangkut di kawat. Karena hal tersebut, ia bisa dijatuhi hukuman atas masuk wilayah tanpa izin.

Melalui juru bicara dari pemuda tersebut, ia merasa sangat depresi untuk membujuk kekasihnya agar berubah pikiran. 

Ia memanfaatkan lampu jalan untuk bisa memanjat tembok penjara. Hal itu membuat pihak berwenang harus menambahkan kawat di lampu jalan tersebut. 

Hingga kini, masih belum jelas alasan dibalik aksinya tersebut. Pihak kepolisian pun masih heran mengapa ia tidak menemui kekasihnya pada saat jam kunjungan.

Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai dirinya, serta tentang perjuangan cintanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: